Hentikan Pertanian Opium, Pemerintah Bihar Sarankan Petani Tanam Serai

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 19 Januari 2021 | 16:54 WIB
Hentikan Pertanian Opium, Pemerintah Bihar Sarankan Petani Tanam Serai
Ilustrasi tanaman serai. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Bihar, salah satu negara bagian India, mengimbau kepada petani untuk tidak lagi menanam opium dan menggantinya dengan serai dan beternak lebah madu.

Menyadur Gulf News, Selasa (19/1/2021) pihak berwenang mengatakan tanaman terlarang tersebut terus ditanam di distrik Gaya Bihar selatan karena lokasinya yang strategis.

Di satu sisi seluruh areal dikelilingi bukit dan hutan, di sisi lain terletak di sepanjang jalan Raya Batang yang membantu para petani mengangkut hasil panen dengan nyaman dengan mudah.

Laporan mengatakan para petani awalnya menanam obat-obatan tradisional, tetapi akhir-akhir ini mereka beralih ke budidaya opium karena menurut mereka lebih menguntungkan.

Para pejabat mengatakan para petani tidak hanya menanam tanaman terlarang di tanah mereka sendiri, tetapi juga di tanah milik departemen kehutanan.

"Kami menghancurkan tanaman opium yang ditanam di atas lahan seluas 467 hektare pada tahun 2020. Survei kami yang dilakukan menggunakan drone menemukan tahun ini terlalu banyak penanaman opium dilakukan di area yang sangat luas di area yang sama," kata petugas kehutanan divisi Abhishek Kumar kepada media di Senin.

Pejabat juga mengatakan bahwa mereka terus membujuk penduduk desa untuk tidak menanam tanaman obat-obatan ilegal dan beralih ke mata pencaharian lain yang lebih terhormat.

"Kami menyarankan mereka untuk menanam serai atau bertani lebah madu yang menghasilkan uang yang menarik." ujar Kumar.

Kumar menambahkan jika pihaknya sudah menghubungkan dengan pengepul yang akan membeli minyak serai dari petani.

baca juga

Minyak serai dijual dengan harga 600 rupee per liter di pasaran, dan menurut para ahli, rata-rata 480 liter minyak diproduksi per hektare setiap tahun.

Produksi madu juga menghasilkan uang yang menarik, madu bersertifikat organik dijual dengan harga sekitar 1.000 rupee per kilogram.

Para pejabat juga memberi tahu para petani bahwa sebagian besar pendapatan mereka disumbangkan ke mafia narkoba karena mereka mendanai budidaya tersebut tetapi jika mereka pergi untuk budidaya serai atau pertanian madu, mereka akan mendapatkan bagian penuh yang akan meningkatkan pendapatan mereka.

Menurut laporan penduduk desa kepada petugas, mereka telah menanam opium karena mereka tidak memiliki alternatif lain untuk mencari nafkah.

Seorang pejabat biro kontrol narkotika mengatakan mereka telah menyusun tiga strategi untuk mengekang penyebaran opium.

"Kami mencoba mengidentifikasi petani yang menanam opium di tanah pribadi mereka dengan bantuan GPS dan mendaftarkan kasus terhadap mereka. Selain itu, kasus-kasus juga akan didaftarkan terhadap petani yang menanam narkotika terlarang di kawasan hutan," ujar direktur zonal Biro Pengendalian Narkotika, Kumar Manish.

Sesuai laporan, awalnya para petani didorong untuk menanam opium di tanah mereka oleh salah satu mafia yakni Maois.

Saat itu, penduduk Bihar sedang menghadapi krisis keuangan parah setelah pemerintah India memberlakukan demonetisasi pada 8 November 2016.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Tenaga Medis Meninggal Dunia Usai Divaksin Covid-19

Duh! Tenaga Medis Meninggal Dunia Usai Divaksin Covid-19

Sumbar | Selasa, 19 Januari 2021 | 09:10 WIB

Mau Beli Biskuit, Gadis 13 Tahun Diperkosa dan Dihabisi Pemilik Toko

Mau Beli Biskuit, Gadis 13 Tahun Diperkosa dan Dihabisi Pemilik Toko

Malang | Jum'at, 15 Januari 2021 | 20:06 WIB

Terkuak, Alasan Bengaluru Terpilih Jadi Lokasi Pabrik Tesla di India

Terkuak, Alasan Bengaluru Terpilih Jadi Lokasi Pabrik Tesla di India

Kaltim | Jum'at, 15 Januari 2021 | 18:15 WIB

Terkini

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

×