Joe Biden Serukan Persatuan dan Akhiri Perang Tidak Beradab

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 21 Januari 2021 | 15:26 WIB
Joe Biden Serukan Persatuan dan Akhiri Perang Tidak Beradab
DW

Suara.com - Dalam pidatonya, Joe Biden mengatakan demokrasi sangat berharga, tapi juga rapuh. Ia juga menyatakan bahwa AS sedang menghadapi saat yang penuh ujian dan harus siap menghadapinya.

Joe Biden dan Kamala Harris resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat, Rabu (20/01).

Berbeda dengan pelantikan presiden dan wakil presiden sebelumnya, pelantikan kali ini tidak dihadiri oleh massa untuk mencegah sebaran wabah virus corona.

Biden resmi menjabat pada saat AS mengalami kegelisahan nasional mendalam, karena dihantam krisis dalam empat dimensi, yakni pandemi, ekonomi, perubahan iklim, dan ketidaksetaraan rasial.

Dia menjanjikan akan dilakukannya tindakan cepat, termasuk serangkaian perintah eksekutif pada hari pertamanya menjabat.

Dalam pidato pertamanya sebagai Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyatakan bahwa "demokrasi telah menang".

Ia memuji peralihan kekuasaan secara damai, meskipun sempat terjadi kekerasan di Gedung Capitol awal bulan ini.

Sejumlah tokoh Partai Republik seperti Wakil Presiden Mike Pence dan para pemimpin kongres partai, menghadiri pelantikan Biden, bersama dengan mantan Presiden AS Barack Obama, George W. Bush, dan Bill Clinton.

Mereka yang hadir terlihat mengenakan masker di tengah pandemi corona yang masih melanda.

baca juga

Donald Trump tidak menghadiri pelantikan ini.

"Ini adalah hari Amerika. Ini adalah hari demokrasi. Hari bersejarah dan pengharapan, akan pembaruan dan penyelesaian," kata Biden, Rabu (20/01).

"Kita telah sampai sejauh ini. Masih banyak yang harus kita lakukan," ujar Biden.

Dia mencatat bahwa negara itu sedang menjalani saat-saat yang "menantang" ujarnya merujuk pada pandemi pandemi corona dan kemerosotan ekonomi.

Dalam pidatonya Biden juga menyatakan bahwa AS sedang menghadapi saat-saat yang penuh ujian dan harus menghadapi tantangan tersebut.

"Saya yakin kita bisa melakukannya," kata Biden.

Ia menyebutkan sejumlah kekhawatiran terutama tentang pandemi, peran AS di dunia, ketidakadilan rasial, dan "serangan terhadap demokrasi kita."

Selanjutnya, ia juga mengajak para hadirin dan rakyat Amerika untuk mengheningkan cipta bagi lebih dari 400.000 orang di AS yang telah meninggal akibat wabah corona.

"Dalam tindakan pertama saya sebagai presiden, saya ingin meminta Anda untuk bergabung dengan saya dalam doa hening sejenak untuk mengenang semua orang yang meninggal dalam satu tahun terakhir ini akibat pandemi," kata Biden dalam pidato pelantikannya.

"Kita akan menghormati mereka dengan menjadi rakyat dan bangsa yang kita tahu kita bisa dan harus menjadi," kata Biden sebelum menundukkan kepalanya dalam diam.

Ajakan akhiri perang tidak beradab

Pasangan Biden, Kamala Harris, yang merupakan putri pasangan migran asal Jamaika dan India, menjadi perempuan kulit hitam pertama, dan keturunan Asia pertama yang menjabat sebagai wakil presiden setelah dia dilantik oleh Hakim Mahkamah Agung AS Sonia Sotomayor, yang merupakan orang keturunan Amerika latin pertama yag menjabat.

Setelah kampanye yang diwarnai tuduhan tidak berdasar dari Donald Trump atas kecurangan pemilu, Biden memberikan nada damai dalam pidatonya, meminta orang Amerika yang tidak memilihnya untuk juga memberinya kesempatan menjadi presiden.

"Untuk mengatasi tantangan ini untuk memulihkan jiwa dan mengamankan masa depan Amerika, butuhkan lebih dari sekadar kata-kata. Ini butuh hal yang paling sulit dipahami dari semua hal dalam demokrasi: persatuan," ujar Biden.

"Kita harus mengakhiri perang tidak beradab yang mempertentangkan warna merah dengan biru, pedesaan versus perkotaan, konservatif versus liberal. Kita bisa melakukan ini - jika kita membuka jiwa kita, alih-alih mengeraskan hati kita."

Pengamanan super ketat

Biden, 78, menjadi presiden AS tertua dalam sejarah pada upacara skala kecil di Washington yang sebagian besar dilucuti dari kemegahan dan keadaannya yang biasa, karena masalah virus dan keamanan setelah serangan 6 Januari di Capitol AS oleh para pendukung Donald Trump.

Joe Biden dilantik menjadi Presiden AS ke-46 pada hari Rabu dengan penjagaan ketat oleh 25.000 tentara.

Tempat inaugurasi pun dikosongkan dari penonton yang biasanya memadati ritual empat tahunan tersebut.

Tindakan pencegahan untuk mengamankan inaugurasi kepresidenan di Amerika Serikat belum pernah seketat ini.

Petugas keamanan memagari sebagian besar pusat kota Washington D.C. guna memastikan bahwa Biden dan Wakil Presidennya Kamala Harris dapat dengan lancar mengambil sumpah jabatan mereka pada pukul 11:48 pagi waktu setempat.

"Ini adalah hari ketika demokrasi kita bangkit, membersihkan debu dan melakukan apa yang selalu dilakukan Amerika - maju sebagai sebuah bangsa," ujar Senator dari Partai Demokrat Amy Klobuchar saat upacara dimulai.

Sebelumnya, beberapa kelompok ekstremis sayap kanan telah berjanji untuk mengacaukan jalannya upacara pelantikan Biden setelah serangan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu yang menewaskan lima orang, termasuk seorang perwira polisi.

Analis mengatakan adanya beberapa tanda dari plot terorganisir untuk menganggu jalannya pelantikan tersebut.

Donald Trump sebelumnya telah menyatakan tidak akan menghadiri pelantikan ini. Pada Rabu pagi, Presiden Donald Trump telah keluar meninggalkan Gedung Putih untuk terakhir kalinya. Helikopter yang ditumpanginya terbang melewati lapangan National Mall yang ditanami sekitar 200.000 bendera Amerika dan bendera negara bagian. ae/yf (dpa, reuters, AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS

Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:57 WIB

Bos FBI Klaim Punya Bukti Kecurangan Pemilu 2020, Joe Biden Bakal Ditangkap?

Bos FBI Klaim Punya Bukti Kecurangan Pemilu 2020, Joe Biden Bakal Ditangkap?

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:46 WIB

Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump

Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:20 WIB

Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat

Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat

News | Senin, 13 April 2026 | 14:50 WIB

Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup

Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup

News | Senin, 13 April 2026 | 10:38 WIB

Trump Desak Bantuan Pengamanan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Ogah Kirim Kapal Militer

Trump Desak Bantuan Pengamanan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Ogah Kirim Kapal Militer

News | Senin, 16 Maret 2026 | 16:42 WIB

Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba

Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:41 WIB

Donald Trump Puji Presiden Prabowo di Pertemuan Perdana BoP: Sosok Pemimpin Tangguh

Donald Trump Puji Presiden Prabowo di Pertemuan Perdana BoP: Sosok Pemimpin Tangguh

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 07:05 WIB

Tiba di Washington DC, Prabowo Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa Indonesia

Tiba di Washington DC, Prabowo Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa Indonesia

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 07:25 WIB

DPR Soroti Rencana Presiden Kirim 8000 Pasukan TNI ke Gaza Berisiko dan Mahal

DPR Soroti Rencana Presiden Kirim 8000 Pasukan TNI ke Gaza Berisiko dan Mahal

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 14:34 WIB

Terkini

Daftar Shio yang Ciong Tahun Ini, Ada 5 Shio yang Mungkin Alami Sial

Daftar Shio yang Ciong Tahun Ini, Ada 5 Shio yang Mungkin Alami Sial

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Seperempat Penjualan Mobil di Eropa Kini Didominasi Kendaraan Listrik

Seperempat Penjualan Mobil di Eropa Kini Didominasi Kendaraan Listrik

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Dari Puisi Kampus hingga Renungan Cendekiawan: Membaca Dari Waktu ke Waktu

Dari Puisi Kampus hingga Renungan Cendekiawan: Membaca Dari Waktu ke Waktu

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Rekomendasi 7 Sepatu Gunung Terbaik dan Awet: Mulai 500 Ribuan Aja!

Rekomendasi 7 Sepatu Gunung Terbaik dan Awet: Mulai 500 Ribuan Aja!

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Tak Dibuang Tapi Dibantu, Igor Tolic Buka Suara Keputusan Lepas Ramon Tanque

Tak Dibuang Tapi Dibantu, Igor Tolic Buka Suara Keputusan Lepas Ramon Tanque

Jabar | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:06 WIB

25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial

25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Cuma Butuh 5 hingga 7 Detik! Begini Cara Masak Daging Shabu-Shabu agar Tetap Empuk

Cuma Butuh 5 hingga 7 Detik! Begini Cara Masak Daging Shabu-Shabu agar Tetap Empuk

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Manfaatkan Situasi Toko Tutup, Kepala Minimarket di Cikande Coba Perkosa Kasir di Gudang

Manfaatkan Situasi Toko Tutup, Kepala Minimarket di Cikande Coba Perkosa Kasir di Gudang

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:54 WIB

Dicalonkan PWNU Jatim, Cicit KH Hasyim Asy'ari Usung Dua Agenda Besar untuk PBNU

Dicalonkan PWNU Jatim, Cicit KH Hasyim Asy'ari Usung Dua Agenda Besar untuk PBNU

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:46 WIB

SEVENTEEN Akan Hiatus untuk Wajib Militer, Sisa 5 Member yang Tetap Aktif

SEVENTEEN Akan Hiatus untuk Wajib Militer, Sisa 5 Member yang Tetap Aktif

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:45 WIB

×