Sekelompok Pria Paksa Bawa Pulang Pasien Covid-19, Tak Percaya Virus Ada

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 26 Januari 2021 | 15:57 WIB
Sekelompok Pria Paksa Bawa Pulang Pasien Covid-19, Tak Percaya Virus Ada
Sekelompok pria paksa bawa pulang pasien Covid-19.[YouTube]

Suara.com - Sekelompok pria di Inggris yang menganggap dirinya tidak percaya Covid-19 ada menyelinap ke ruang perawatan dan mencoba membawa pasien pulang.

Menyadur News.com.au, Selasa (26/1/1/2021) insiden tersebut terjadi pada Sabtu (23/1) di sebuah rumah sakit di Inggris.

Insiden tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian langsung viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat seorang pria cekcok dengan perawatan.

Kondisi menjadi semakin memanas ketika pria tersebut bersikeras tidak ada bukti virus corona dan mengklaim bahwa para dokter telah berbohong.

"Perhatian utama saya adalah keselamatannya dan saat ini Anda membuatnya tidak aman. Dia mengambil oksigennya, dia akan mati jika kita tidak memasangnya kembali." ujar seorang dokter pada pria tersebut.

Pada satu titik, dokter menunjuk ke tingkat oksigen pasien di monitor dan berkata, "73 persen. Dia berisiko mati kapan saja." jelas sang dokter.

Seorang dokter kemudian terlihat dengan cepat mencoba untuk mengembalikan pasien ke ruang perawatan dan memberikan penjelasan pada pria tersebut.

"Dia menderita pneumonia virus corona yang memengaruhi kedua paru-parunya. Dia menggunakan steroid yang disebut deksametason. Dia menggunakan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri yang terjadi bersamaan." jelas sang dokter.

Pria yang belum diungkapkan identitasnya tersebut mengatakan bahwa pengobatannya harus diganti dengan vitamin C, vitamin D, dan seng tetapi dengan tegas diberi tahu:

"Tidak satu pun dari itu yang terbukti pengobatan untuk virus corona." ujar seorang pria yang merekam insiden tersebut.

Insiden tersebut terjadi ketika Inggris mengungkapkan lebih dari 95.000 orang sejauh ini telah meninggal akibat virus corona dan lebih dari 27.000 orang dirawat di rumah sakit dalam tujuh hari terakhir.

Mendapat laporan atas insiden tersebut, Kepolisian Surey langsung terjun dan mengamankan pria itu. Menurut keterangan polisi, dua orang telah didenda.

Seorang juru bicara Kepolisian Surrey mengkonfirmasi mendapat panggilan ke sebuah rumah sakit karena terjadi kerusuhan di sebuah bangsal.

Pria tersebut juga dilaporkan melecehkan staf rumah sakit dan menolak untuk pergi, dengan penyelidikan sekarang sedang dilakukan.

"Insiden ini, dengan komentar-komentar kasar yang ditujukan ke rumah sakit di media sosial, sangat memprihatinkan, dan penyelidikan lebih lanjut tentang masalah ini sedang berlangsung." jelas Kepala Inspektur East Surrey Kimball Edey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadwal Bola Liga Inggris Pekan ke-20, Ada Tottenham vs Liverpool

Jadwal Bola Liga Inggris Pekan ke-20, Ada Tottenham vs Liverpool

Bola | Selasa, 26 Januari 2021 | 13:27 WIB

Inggris Berkomitmen Bakal Bantu Negara Lain Lacak Varian Baru Corona

Inggris Berkomitmen Bakal Bantu Negara Lain Lacak Varian Baru Corona

News | Selasa, 26 Januari 2021 | 11:10 WIB

Profil Frank Lampard, dari Pemain hingga Didepak dari Kursi Pelatih Chelsea

Profil Frank Lampard, dari Pemain hingga Didepak dari Kursi Pelatih Chelsea

Bola | Selasa, 26 Januari 2021 | 07:00 WIB

Terkini

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:37 WIB

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:33 WIB

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:32 WIB

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:22 WIB

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:05 WIB

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB