Covid Tembus 1 Juta, Ruhut: Rakyat Indonesia Bersedih, Tapi Jangan Nyerah

Siswanto | Suara.com

Rabu, 27 Januari 2021 | 13:54 WIB
Covid Tembus 1 Juta, Ruhut: Rakyat Indonesia Bersedih, Tapi Jangan Nyerah
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Masyarakat diajak untuk bersama-sama mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang sekarang angka kasusnya sudah tembus satu juta (sejak kasus pertama diumumkan Indonesia pada Maret 2020). 

Menurut politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul pemerintah sudah bekerja keras menjalankan tanggungjawab, tetapi keberhasilan mencegah penularan Covid-19 harus didukung masyarakat.

"Indonesia 1.000.000 corona, seluruh rakyat Indonesia tercinta bersedih, tapi jangan menyerah. Tolong dukung terus kerja keras pemerintah yang didukung rakyat doakan Bapak Joko Widodo dan jajarannya tetap tegar dan  kuat.  Kita disiplin melaksanakan protokol kesehatan," kata Ruhut melalui media sosial, Rabu (27/1/2021).

Ruhut mengatakan tidak ada kata terlambat untuk memberikan dukungan. Berulangkali dalam pernyataan di Twitter, Ruhut ingatkan publik agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Tidak ada kata terlambat mari kita terus berjalan di jalan Tuhan, percayalah Tuhan Pencipta dan selalu melindungi dan sangat menyayangi kita umatnya, tolong laksanakan protokol kesehatan dengan disiplin."

Setelah angka kasus Covid-19 di Indonesia tembus satu juta, sejumlah kalangan mengkritik pemerintah Jokowi.

Tetapi politikus Ruhut sebagai politikus dari partai pendukung Jokowi, berdiri membelanya. Melalui media sosial, Ruhut menyebut mereka sebagai barisan sakit hati dan kadrun.

"Memasuki satu juta yang positif virus corona, barisan sakit hati kadrun-kadrun membully pemerintahan Pak Joko Widodo yang sudah terus bekerja keras menangani pandemi Covid-19," kata Ruhut.

Tembus satu juta

Setelah sebelas bulan pandemi, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.012.350 pada Selasa (26/1/2021).

Dalam beberapa waktu terakhir, penambahan kasus per hari di atas 10 ribu.

Pasien yang tak tertolong menambah daftar panjang kematian, mencapai 28.468 orang.

Pemerintah terpaksa menambah lahan pemakaman setelah lahan yang disiapkan sebelumnya tak mampu menampung, seperti yang terjadi di Jakarta.

Rumah sakit-rumah sakit kewalahan menampung pasien.

Kasus Covid-19 telah menyebar ke 34 provinsi di Tanah Air yang mencakup 510 kabupaten dan kota.

Kemarin sore, Presiden Joko Widodo memanggil para menteri terkait untuk rapat terbatas membahas perkembangan kasus yang telah menembus angka satu juta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan perkembangan ini mempunyai dua makna yang mesti disadari semua orang.

Pertama, ini menjadi duka cita karena banyak orang yang telah meninggal dunia, termasuk tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan menangani Covid-19.

Kedua, semua mesti bekerja keras mengatasi pandemi, baik dengan menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) maupun 3T (testing, tracing dan treatment).

"Semua ahli epidemiologi mengatakan kepada saya bahwa untuk mengatasi pandemi, satu hal utama yang harus diingat yaitu harus mengurangi laju penularan dari virus," kata Budi.

Budi mengatakan dengan mengurangi laju penularan virus, beban fasilitas kesehatan tidak terlalu berat dan memiliki lebih banyak waktu untuk merespons virus.

Budi Gunadi mengatakan kehidupan masyarakat di Indonesia setelah dan sebelum pandemi akan berbeda.

"Kita harus memastikan, kita harus bekerja keras mengingatkan diri kita sendiri, mengingatkan teman-teman kita, mengingatkan keluarga kita dan seluruh rakyat yang ada di lingkungan kita agar kita disiplin protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak kita patuhi," kata Budi.

Hal kedua yang harus dilakukan bersama-sama adalah melakukan testing, tracing dan isolasi mandiri.

"Ini tanggung jawabnya ada di Kementerian Kesehatan untuk memastikan bahwa program testing dari rakyat yang diduga terkena, juga melakukan tracing atau pelacakan terhadap kontak erat dari yang sudah positif dan harus menyiapkan tempat isolasi yang nyaman agar yang bersangkutan bisa sembuh tanpa menulari teman-teman yang lain," kata Budi Gunadi.

Kementerian Kesehatan menyatakan akan bekerja ekstra keras untuk memastikan program testing, tracing, dan isolasi bisa dilakukan dengan baik.

"Saya percaya bahwa seluruh rakyat Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar untuk bisa melakukan ini bersama-sama," kata Budi.

Genjot 3T, jangan prokes melulu

Indonesia kini menjadi negara pertama di Asia Tenggara dengan angka kasus Covid-19 menembus satu juta.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan tindakan tracing, testing, dan treatment sama pentingnya dengan 3M.

"Jangan dilupakan bukan hanya prokes, itu kan (dijalankan) masyarakatnya, tapi 3T nya jauh lebih penting daripada vaksinasi dan dari prokes itu," kata Dicky kepada Ria Rizki, jurnalis Suara.com, Selasa (26/1/2021), malam.

Dia menyebut cakupan testing di Indonesia masih rendah, yakni sekitar 32 ribu per satu juta populasi.

"Ini satu performa testing yang rendah sekali," ujarnya.

Jika dibandingkan dengan negara terdekat yang juga memiliki satu juta kasus Covid-19, mereka mampu melakukan testing lima kali hingga enam kali lipat lebih banyak dari Indonesia.

Dicky menduga angka kasus yang ada sebenarnya lebih dari yang diumumkan pemerintah.

Dicky khawatir terjadi ledakan kasus di tengah program vaksinasi yang sekarang sedang berlangsung.

"Itu bukan hal yang tidak mungkin dan tidak ada jaminan juga vaksinasi itu akan berhasil, apalagi dengan strategi 3T yang sangat tidak memadai ini yang harus dipahami, diluruskan dan ditegaskan."

Pengaruhi nilai tukar rupiah

Dalam laporan Achmad Fauzi, jurnalis Suara.com, pergerakan nilai tukar rupiah pada Rabu (27/1/2021) dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat dibandingkan penutupan Selasa kemarin.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat di level Rp14.050 per dolar AS dibanding penutupan Selasa kemarin yang berada di level Rp14.065 per dolar AS.

Namun penguatan terhenti, rupiah berbalik melemah, terpantau pada pukul 09.25 WIB rupiah melemah dari pembukaan di level Rp14.066 per 1 dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan kekhawatiran peningkatan kasus Covid-19 bisa membatasi penguatan.

Tapi di sisi lain, menjelang pengumuman hasil rapat moneter Bank Sentral AS, The Fed, dolar AS terlihat melemah terhadap nilai tukar lainnya.

"Rupiah bisa menguat hari ini karena sentimen tersebut," kata Ariston.

Pasar kemungkinan mengantisipasi kemungkinan Bank Sentral AS akan memberikan pernyataan yang mendukung kebijakan suku bunga rendah dalam jangka waktu yang lebih lama untuk membantu pemulihan ekonomi AS.

"Sikap The Fed ini bisa menekan dolar AS," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ruhut Sitompul Sentil Pelapor Pandji Pragiwaksono: Gagal Total dan Bikin Malu

Ruhut Sitompul Sentil Pelapor Pandji Pragiwaksono: Gagal Total dan Bikin Malu

Entertainment | Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:50 WIB

Film Sukma Garapan Baim Wong Tembus 1 Juta Penonton

Film Sukma Garapan Baim Wong Tembus 1 Juta Penonton

Entertainment | Senin, 29 September 2025 | 20:45 WIB

Pulang dari Mekkah, Jemaah Haji Diminta Waspada dengan Gejala Covid-19

Pulang dari Mekkah, Jemaah Haji Diminta Waspada dengan Gejala Covid-19

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 19:52 WIB

Kasus Kembali Meledak di Jakarta, Pramono Anung: COVID-19 Urusan Menkes!

Kasus Kembali Meledak di Jakarta, Pramono Anung: COVID-19 Urusan Menkes!

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 10:19 WIB

Waspada Covid-19, Pakar Paru Sarankan Pemerintah Kembali Beri Vaksin Untuk Kelompok Rentan

Waspada Covid-19, Pakar Paru Sarankan Pemerintah Kembali Beri Vaksin Untuk Kelompok Rentan

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 20:17 WIB

Kasus Covid-19 Naik di Negara Tetangga, DKI Imbau Vaksinasi Sebelum ke Luar Negeri

Kasus Covid-19 Naik di Negara Tetangga, DKI Imbau Vaksinasi Sebelum ke Luar Negeri

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 19:05 WIB

Covid-19 Mengintai Lagi? Begini Kondisi Terkini di Jakarta Menurut Dinas Kesehatan

Covid-19 Mengintai Lagi? Begini Kondisi Terkini di Jakarta Menurut Dinas Kesehatan

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 18:32 WIB

Hotman Paris Sindir Ahok Gegara Korupsi Pertamina, Ruhut Sitompul Beri Balasan Menohok: Memalukan!

Hotman Paris Sindir Ahok Gegara Korupsi Pertamina, Ruhut Sitompul Beri Balasan Menohok: Memalukan!

Tekno | Selasa, 04 Maret 2025 | 11:36 WIB

Dari Lawan Jadi Kawan: Anies dan Ahok Bakal Duet di Pilkada Jakarta? Ini Kata Ruhut Sitompul

Dari Lawan Jadi Kawan: Anies dan Ahok Bakal Duet di Pilkada Jakarta? Ini Kata Ruhut Sitompul

News | Rabu, 08 Mei 2024 | 13:26 WIB

Ruhut Sitompul Sebut Penampilan Raja Batu Akik Norak dan Menjijikan, Sindir Hotman Paris?

Ruhut Sitompul Sebut Penampilan Raja Batu Akik Norak dan Menjijikan, Sindir Hotman Paris?

Lifestyle | Sabtu, 04 Mei 2024 | 12:11 WIB

Terkini

Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?

Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?

News | Jum'at, 03 April 2026 | 12:30 WIB

Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

News | Jum'at, 03 April 2026 | 12:16 WIB

Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?

Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:53 WIB

Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok

Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:47 WIB

Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani

Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:34 WIB

Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas

Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:30 WIB

Momen Kajari Karo Akui Salah di Depan Komisi III DPR Soal Kasus Amsal Sitepu: Siap Salah Pimpinan

Momen Kajari Karo Akui Salah di Depan Komisi III DPR Soal Kasus Amsal Sitepu: Siap Salah Pimpinan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:22 WIB

Jadwal Pemulangan Jenazah Prajurit Indonesia Korban Serangan Israel di Lebanon

Jadwal Pemulangan Jenazah Prajurit Indonesia Korban Serangan Israel di Lebanon

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:12 WIB

Jumat Agung 2026 di Katedral Jakarta: Ini Jadwal Ibadah dan Lokasi Parkir Jemaat

Jumat Agung 2026 di Katedral Jakarta: Ini Jadwal Ibadah dan Lokasi Parkir Jemaat

News | Jum'at, 03 April 2026 | 10:55 WIB

Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah

Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah

News | Jum'at, 03 April 2026 | 10:06 WIB