China Tangkap 80 Kelompok Kriminal yang Jual dan Buat Vaksin Covid-19 Palsu

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 04 Februari 2021 | 14:17 WIB
China Tangkap 80 Kelompok Kriminal yang Jual dan Buat Vaksin Covid-19 Palsu
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Pemerintah China menangkap lebih dari 80 anggota kelompok kriminal yang memproduksi dan menjual vaksin Covid-19 palsu.

Menyadur Sky News, Kamis (4/2/2021) Kepolisian Beijing, provinsi Jiangsu dan Shandong, menciduk kelompok yang memproduksi larutan garam yang dijual sebagai vaksin Covid-19 palsu.

Menurut media pemerintah, kelompok itu, yang dipimpin oleh seorang tersangka bermarga Kong, aktif sejak September lalu. Vaksin palsu tersebut sudah terjual di China dan luar negeri.

Menurut laporan Kantor Berita Xinhua, polisi menyita lebih dari 3.000 vaksin palsu.

Juru bicara kementerian luar negeri Wang Wenbin mengatakan: "China telah melaporkan situasi tersebut ke negara-negara terkait.

"Pemerintah China sangat menghargai keamanan vaksin dan akan terus melakukan upaya untuk menuntut secara tegas segala pemalsuan, penjualan dan bisnis ilegal, serta tindakan terkait lainnya yang melibatkan vaksin.

"Pada saat yang sama, China akan memperkuat kerja sama penegakan hukum kami dengan negara-negara terkait, untuk dengan sungguh-sungguh mencegah penyebaran jenis tindakan kriminal dan ilegal ini." jelasnya.

China telah mereformasi peraturan keamanan vaksin dan meningkatkan hukuman pidana bagi mereka yang tertangkap basah membuat vaksin palsu.

Pada 2016, polisi menangkap dua orang yang bertanggung jawab atas sebuah kelompok yang menjual jutaan vaksin yang disimpan secara tidak benar di seluruh negeri.

baca juga

Peristiwa seperti itu sebelumnya telah menyebabkan penurunan kepercayaan pada vaksin buatan China. Namun, sejak merebaknya pandemi virus corona, kepercayaan terhadap vaksin semakin tinggi.

China memiliki setidaknya tujuh vaksin Covid-19 dalam tahap terakhir uji klinis. Dan satu vaksin, yang diproduksi oleh Sinopharm, telah disetujui untuk penggunaan darurat.

Lebih dari 24 juta dosis kandidat vaksin dalam negeri telah diberikan kepada masyarakat China sebagai bagian dari kampanye vaksinasi massal.

China memiliki kelompok sasaran utama dalam program vaksin seperti staf medis dan pekerja di industri terkait makanan, serta orang dewasa berusia antara 18-59 tahun.

Sinopharm dan perusahaan China lainnya telah membuat kesepakatan atau menyumbangkan vaksin mereka di setidaknya 27 negara di seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Nakes, Giliran Guru di Pontianak Divaksin Covid-19

Setelah Nakes, Giliran Guru di Pontianak Divaksin Covid-19

Kalbar | Kamis, 04 Februari 2021 | 13:53 WIB

98 Ribu Tenaga Kesehatan Batal Dapat Vaksin Covid-19

98 Ribu Tenaga Kesehatan Batal Dapat Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 04 Februari 2021 | 13:48 WIB

APD COVID-19 Dibuang ke Sawah Tenjo Bogor, Alvin Lie: Pengawasan Lemah

APD COVID-19 Dibuang ke Sawah Tenjo Bogor, Alvin Lie: Pengawasan Lemah

Bogor | Kamis, 04 Februari 2021 | 13:44 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×