alexametrics

Niat Sholat Tahajud, Tata Cara Mengerjakan dan Doanya

Rifan Aditya
Niat Sholat Tahajud, Tata Cara Mengerjakan dan Doanya
Ilustrasi salat, sholat, ibadah, berdoa, Sholat Tahajut. [Shutterstock]

Nah, buat Anda yang belum tahu niatnya tapi berkeinginan melaksanakannya, silahkan hapalkan niat sholat tahajud berikut.

Suara.com - Sholat tahajud merupakan sholat sunah muakad yang dilaksanakan pada sepertiga malam setelah terjaga dari tidur. Adapun niat sholat tahajud juga berbeda dengan salat wajib. Sebab sholat tahajud bukan bagian dari sholat lima waktu.

Amalan Sholat tahajud disebutkan dalam Al-qur'an dapat membuat orang yang mengamalkannya diangkat ke tempat yang terpuji di mata Allah.

Nah, buat Anda yang belum tahu bacaan niatnya tapi berkeinginan melaksanakannya, silahkan hapalkan niat sholat tahajud di bawah ini.

"Ushallii sunnatan tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'alla."

Baca Juga: Niat Salat Dhuha dengan Arti dan Bacaan Latinnya

Artinya: "Aku niat sholat sunat tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Melaksanakan Sholat Tahajud

Bagi Anda yang ingin menjalankan sholat tahajud silahkan baca tata cara melaksanakan sholat tahajud berikut ini:

  1. Membaca niat sholat tahajud seperti yang tertulis di atas.
  2. Takbiratul Ikrom seperti saat sholat lima waktu
  3. Baca alfatihah dan dilanjutkan dengan bacaan surat pendek (tidak ada tuntutan harus melafalkan surat panjang, lakukan semampu Anda)
  4. Laksanakan sholat tahajud sebanyak dua rakaat dengan dua kali sujud dan 1 kali salam.
  5. Selesai melaksanakan sholat tahajud dianjurkan untuk membaca dzikir dan doa.

Keutamaan Sholat Tahajud

Keutamaan Sholat tahajud dijelaskan dalam Sabda Rasulullah SAW, berbunyi:

Baca Juga: Niat Salat Witir, Tata Cara, hingga Bacaan Doa Setelah Salat

"Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat di tengah malam. Dan puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah puasa bulan Allah yang dimuliakan." (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i dan Ibnu Majah).

Komentar