Diisukan Dukung Pemilu Ulang, Kedubes RI di Myanmar Jadi Sasaran Aksi Demo

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 23 Februari 2021 | 22:33 WIB
Diisukan Dukung Pemilu Ulang, Kedubes RI di Myanmar Jadi Sasaran Aksi Demo
Seorang pengunjuk rasa memegang tanda dengan gambar pemimpin sipil Myanmar yang ditahan Aung San Suu Kyi (kanan) dan presiden Win Myint selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [YE AUNG THU / AFP]

Suara.com - Kedutaan Besar Indonesia di Yangon, Myanmar menjadi sasaran aksi demonstrasi yang menyerukan penolakan usulan pemilu baru di negara yang saat ini dikuasai militer tersebut.

Hin Zaw, jurnalis Al Jazeera dan mantan koresponden Reuters di Myanmar, mengunggah sejumlah foto di media sosial Twitter yang menunjukkan aksi protes di depan Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar.

"Protes berlangsung di Kedubes Indonesia di Yangon pagi ini menyusul laporan yang muncul bahwa negara (RI) tengah membujuk negara ASEAN lain untuk mendukung pemilu baru yang diserukan junta militer ilegal," tulis Hnin Zaw.

Di postingan tersebut memperlihatkan kedubes RI di Yangon dikepung warga lokal yang membawa beragam slogan berbahasa Myanmar.

Salah satu foto memperlihatkan foto Aung San Suu Kyi dan bertuliskan "Tolong Selamatkan Pemimpin, Masa Depan, Harapan Kami"

Di samping foto tersebut terdapat sebuah slogan dalam bahasa Inggris yang diartikan "Kami tidak membutuhkan pemilihan lagi #Respectourvote"

Sekelompok warga lokal yang memakai masker dan topi juga membawa slogan yang berbunyi "Kami sudah memiliki pemerintahan pilihan kami"

Di depan Kedutaan, tampak petugas polisi berjaga dan pagar kawat sudah dipasang untuk mengamankan lokasi dari para demonstran.

Aksi protes tersebut terjadi setelah berita yang dirilis oleh Reuters pada Senin (21/2), menyebutkan jika Indonesia mendukung adanya pemilu baru.

Setelah berita tersebut beredar, Kementerian Luar Negeri membantah jika Indonesia mendukung rencana militer Myanmar untuk menyelenggarakan pemilihan umum baru, setelah kudeta terhadap pemerintahan sipil negara itu pada 1 Februari.

"Saya membantah adanya plan of action (rencana aksi). Itu sama sekali bukanlah posisi Indonesia," kata juru bicara Kemlu Teuku Faizasyah, merujuk pada rencana aksi pemilu baru yang diberitakan Reuters tengah didorong oleh Indonesia untuk disetujui oleh negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Sebaliknya, Faizasyah menegaskan, Menlu Retno Marsudi sedang berupaya melakukan konsultasi dan mengumpulkan pandangan dari negara-negara ASEAN, sebelum pelaksanaan pertemuan khusus para menlu ASEAN untuk membahas krisis politik di Myanmar.

Pertemuan tersebut telah diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo usai bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin di Jakarta, awal Februari lalu.

Untuk itu, dalam sepekan terakhir Menlu RI telah berkunjung ke Brunei Darussalam dan Singapura, dan akan dilanjutkan ke Thailand dalam waktu dekat guna berkonsultasi tentang peran ASEAN untuk membantu penyelesaian krisis politik Myanmar.

"Yang ingin kita garisbawahi adalah bagaimana kita menemukan satu solusi damai di Myanmar yang bersifat satu proses politik demokrasi yang inklusif, yang melibatkan semua pihak," kata Faizasyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KBRI Yangon Didemo, Indonesia Bantah Dukung Pemilu Baru di Myanmar

KBRI Yangon Didemo, Indonesia Bantah Dukung Pemilu Baru di Myanmar

News | Selasa, 23 Februari 2021 | 14:51 WIB

Amerika Jatuhkan Sanksi Kepada Dua Jenderal Myanmar Pasca Kudeta

Amerika Jatuhkan Sanksi Kepada Dua Jenderal Myanmar Pasca Kudeta

News | Selasa, 23 Februari 2021 | 11:43 WIB

Sejarah, Kisruh Panjang Aung San Suu Kyi dan Militer Myanmar

Sejarah, Kisruh Panjang Aung San Suu Kyi dan Militer Myanmar

Video | Jum'at, 19 Februari 2021 | 11:35 WIB

Terkini

Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan

Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:33 WIB

Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!

Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:00 WIB

Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib

Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:45 WIB

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:41 WIB

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:13 WIB

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:52 WIB

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:31 WIB

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB