Protes Online, Hacker Myanmar Retas Situs Pemerintah yang Dikelola Militer

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Kamis, 18 Februari 2021 | 14:47 WIB
Protes Online, Hacker Myanmar Retas Situs Pemerintah yang Dikelola Militer
Polisi Myanmar menyemprotkan meriam air ke pengunjuk rasa.[ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer]

Suara.com - Aksi protes kudeta militer Myanmar terus berlanjut. Kali ini, kelompok atas nama Myanmar Hackers melakukan protes online dengan meretas situs pemerintah yang dikelola militer.

Menyadut Guardian Kamis (18/02), perkumpulan hacker ini meretas Bank Sentral, agen propaganda True News Information Team yang dikelola militer dan penyiaran MRTV.

Mereka bersatu untuk menghalangi aksi junta militer. "Kami memperjuangkan keadilan di Myanmar. Ini seperti memprotes massa di depan situs web pemerintah," tulisnya di akun Facebook.

Protes online ini dilakukan bersamaan dengan aksi ratusan ribu massa yang turun ke jalan pada hari Rabu yang disebut sebagai unjuk rasa terbesar sejak kudeta 1 Februari.

Pengemudi mobil memarkir kendaraan mereka dengan kap terbuka sementara kerumunan pekerja bank yang mogok, mahasiswa, insinyur, dan petani berbaris di jalan, menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi.

Seorang pendukung partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memegang ponsel yang menunjukkan gambar Aung San Suu Kyi di depan markas partai di Yangon pada 8 November 2020, [Ye Aung THU / AFP]
Seorang pendukung partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memegang ponsel yang menunjukkan gambar Aung San Suu Kyi di depan markas partai di Yangon pada 8 November 2020, [Ye Aung THU / AFP]

Di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, pekerja kereta api mogok kerja tapi dibubarkan secara paksa pada malam hari oleh pasukan keamanan dengan melepaskan tembakan yang melukai satu orang.

Militer mendesak pegawai negeri untuk kembali bekerja dan mengancam akan menindak lanjut jika masih membangkang.

Pada konferensi pers hari Selasa, juru bicara menyarankan agar warga mengurangi protes dan sebagian besar penduduk sebaiknya mendukung kudeta.

Namun komentar itu semakin membuat warga Myanmar marah dan mendorong massa mengadakan rapat umum hari Rabu untuk membahas langkah selanjutnya.

baca juga

Aung San Suu Kyi jadi tahanan rumah sejak kudeta militer dan menghadapi dua dakwaan, termasuk tuduhan impor walkie-talkie secara ilegal. Ia muncul di pengadilan melalui tautan video pada hari Selasa. Jika terbukti bersalah, ia tak bisa mencalonkan diri dalam pemilihan mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Myanmar Lakukan Unjuk Rasa Anti-Kudeta Rezim Militer Terbesarnya

Warga Myanmar Lakukan Unjuk Rasa Anti-Kudeta Rezim Militer Terbesarnya

Your Say | Kamis, 18 Februari 2021 | 13:54 WIB

Junta Myanmar Perintahkan Tangkap Enam Pesohor Ppenganjur Pemogokan

Junta Myanmar Perintahkan Tangkap Enam Pesohor Ppenganjur Pemogokan

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 11:06 WIB

Warga Tetap Lakukan Protes Antikudeta, Pihak Militer Myanmar Putus Internet

Warga Tetap Lakukan Protes Antikudeta, Pihak Militer Myanmar Putus Internet

Your Say | Selasa, 16 Februari 2021 | 15:28 WIB

Terkini

Pilih Rugi daripada Sakit Hati! Ria Ricis Batal Naik Helikopter di Bali Gara-Gara Pelayanan Judes

Pilih Rugi daripada Sakit Hati! Ria Ricis Batal Naik Helikopter di Bali Gara-Gara Pelayanan Judes

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Sopir Truk di Medan Jadi Korban Begal, Uang dan HP Digasak

Sopir Truk di Medan Jadi Korban Begal, Uang dan HP Digasak

Sumut | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:17 WIB

Digantikan Jenderal Dudung, Ke Mana Langkah Politik Djamari Chaniago Setelah dari Kabinet?

Digantikan Jenderal Dudung, Ke Mana Langkah Politik Djamari Chaniago Setelah dari Kabinet?

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Kulit Auto Calm! 5 Sunscreen Korea Tea Tree Penyelamat Kulit Sensitif

Kulit Auto Calm! 5 Sunscreen Korea Tea Tree Penyelamat Kulit Sensitif

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Gel Cleanser Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Manfaat dan Cara Memilihnya

Gel Cleanser Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Manfaat dan Cara Memilihnya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Chicco Jerikho Ikut Lari Bareng Hampir 3.000 Peserta di Surabaya

Chicco Jerikho Ikut Lari Bareng Hampir 3.000 Peserta di Surabaya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:46 WIB

Evakuasi Kebakaran Toko Bangunan di Sleman: Dua Korban Tewas Ditemukan Dekat Tangga Lantai Tiga

Evakuasi Kebakaran Toko Bangunan di Sleman: Dua Korban Tewas Ditemukan Dekat Tangga Lantai Tiga

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:45 WIB

7 Serum Ekstrak Beras Terbaik untuk Samarkan Noda Hitam Wajah di Usia 35 Tahun ke Atas

7 Serum Ekstrak Beras Terbaik untuk Samarkan Noda Hitam Wajah di Usia 35 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Jejak Karier Komjen Suyudi Ario Seto, dari Reserse Jadi Kapolri

Jejak Karier Komjen Suyudi Ario Seto, dari Reserse Jadi Kapolri

Video | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Nasabah BRI Bisa Dapat Diskon 20% di Tom Sushi, Ini Cara Klaimnya

Nasabah BRI Bisa Dapat Diskon 20% di Tom Sushi, Ini Cara Klaimnya

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:41 WIB

×