Foto-foto Ungkap John F Kennedy Ajak Negara-negara Afrika Jauhi Soviet

Siswanto, BBC

Sabtu, 27 Februari 2021 | 17:39 WIB
Foto-foto Ungkap John F Kennedy Ajak Negara-negara Afrika Jauhi Soviet
BBC

Suara.com - Presiden Amerika Serikat ke-35, John F Kennedy, meletakkan fondasi dalam membangun pola hubungan AS dengan Afrika. Foto-foto yang digali oleh penulis Sierra Leone-Gambia, Ade Daramy, mengungkap peran JFK tersebut.

Sebelum Kennedy menjadi presiden pada tahun 1961, AS kurang memberikan perhatian untuk memahami perubahan cepat yang sedang dialami Afrika.

Pada saat dia dibunuh pada 1963, gambaran itu berubah secara drastis.

Dalam kepemimpinannya yang singkat, Kennedy telah menerima pemimpin dari setiap negara Afrika merdeka maupun duta besarnya - yang jumlahnya lebih dari dua lusin pada saat itu - di Gedung Putih.


Setahun sebelum dia menjadi presiden, 17 negara Afrika telah memperoleh kemerdekaan dari penjajahan. Menyadari dunia sedang berubah, Kennedy tahu bahwa hubungan baru perlu dibentuk.

Hubungan itu didasarkan pada dukungan terhadap negara-negara Afrika yang baru merdeka.


Sikap Kennedy merupakan pandangan kebijakan luar negeri AS yang secara mendasar bertahan hingga Presiden Donald Trump memimpin - menggantinya dengan pendekatan yang lebih transaksional.

Dilaporkan bahwa Trump menggunakan bahasa yang menghina ketika berbicara tentang Benua Afrika, serupa dengan pendahulu Kennedy, Dwight D Eisenhower, yang memiliki pandangan negatif.

Eisenhower mengatakan kepada Presiden Togo, Sylvanus Olympio, bahwa alasan AS berbagi satu duta besar dengan Togo dan Kamerun adalah karena dia tidak ingin diplomatnya "harus tinggal di tenda"

baca juga

Selama kampanye pemilu 1960, Kennedy berulang kali mengkritik pemerintahan Eisenhower karena "mengabaikan kebutuhan dan aspirasi rakyat Afrika" dan menekankan bahwa AS harus berpihak pada anti-kolonialisme dan penentuan nasib sendiri, bukan di pihak penjajah.

Setelah berkuasa, Kennedy mengundang para pemimpin Afrika untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke AS dan meletakkan karpet merah hubungan AS-Afrika.


Ditemani oleh ibu negara Jackie Kennedy, JFK menyapa setiap tamu - termasuk Kaisar Ethiopia Haile Selassie dan Raja Hassan IV dari Maroko - ketika mereka tiba di negara itu.


Kunjungan itu disempurnakan dengan prosesi pemberian kehormatan, makan malam mewah, serta kunjungan ke penampilan balet, teater, dan tempat-tempat bersejarah.


Setiap kunjungan itu disorot oleh media. Publik didorong berpartisipasi dan menunjukkan kegembiraan.

Kennedy dan tamunya melalui jalan-jalan yang dihiasi dengan spanduk sambutan dan sorak-sorai orang banyak dan, jika cuaca memungkinkan, di dalam mobil atap terbuka.


Tentu saja, ada unsur realpolitik dalam semua upaya ini. Uni Soviet membuat tawaran serupa dengan negara-negara Afrika yang berusaha menjauhkan diri dari para kolonial.

Saat menjabat, Kennedy tahu dia harus bertindak cepat untuk merangkul negara-negara Afrika yang sedang berkembang dan agar menjauhi Uni Soviet - saat itu terjadi Perang Dingin.


Di Ruang Oval, Gedung Putih, John F Kennedy mengatakan kepada Asosiasi Nasional Perempuan Kulit Berwarna: "Saya percaya bahwa ... jika kita memenuhi cita-cita revolusi kita sendiri, maka arah revolusi Afrika dalam dekade berikutnya adalah menuju demokrasi dan kebebasan. dan bukan terhadap komunisme dan apa yang bisa menjadi jenis kolonialisme yang jauh lebih serius. "

Sebulan setelah pelantikannya, dia meminta Wakil Presiden Lyndon B Johnson untuk pergi ke Senegal untuk bertemu dengan Presiden Léopold Sédar Senghor, yang dia lihat sebagai sekutu kunci dalam merangkul negara-negara Francophone - bekas jajahan Prancis.


Sebulan kemudian, Kennedy meluncurkan Korps Perdamaian - yang mengirim pemuda AS ke seluruh dunia - dan pada Agustus 1961, mengundang ke Gedung Putih kumpulan sukarelawan pertama yang bersiap-siap untuk pergi ke Ghana dan Tanganyika.

Pembunuhan pahlawan kemerdekaan Kongo, Patrice Lumumba, yang diduga melibatkan badan intelijen AS (CIA), tiga hari sebelum Kennedy menjabat adalah pengingat bahwa pertempuran Perang Dingin dengan Uni Soviet juga sedang dimainkan di benua itu.


Tetapi saya berpendapat bahwa Kennedy benar-benar tertarik pada perkembangan dan kemajuan benua itu. Para pemimpin Afrika yang berjuang keras untuk mendapat kemerdekaan tidak naif dan mengambil kata-kata Kennedy: bahwa hubungan itu bisa saling menguntungkan.

Kematiannya yang terlalu dini sangat terasa di Afrika - terutama karena penggantinya, Johnson, tidak memiliki dorongan yang sama dalam mempererat hubungan.


Sekarang, 60 tahun kemudian, Presiden Joe Biden mulai membentuk kebijakannya terhadap Afrika.

Dalam sebuah pernyataan awal bulan ini, dia mengatakan AS siap menjadi "mitra Afrika, dalam solidaritas, dukungan, dan saling menghormati".

Kata-kata Biden menggemakan komitmen JFK - sekarang kami menunggu untuk melihat apakah tindakan tersebut sesuai dengan retorika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Ceuta, Enklave Spanyol di Afrika Utara Jadi 'Surga' Warga Maroko

Sejarah Ceuta, Enklave Spanyol di Afrika Utara Jadi 'Surga' Warga Maroko

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:24 WIB

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:06 WIB

Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar

Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:57 WIB

Penyebab Kematian Jayden Adams Masih Gelap, Benarkah Gegara Tenggak Cairan Ini?

Penyebab Kematian Jayden Adams Masih Gelap, Benarkah Gegara Tenggak Cairan Ini?

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 00:59 WIB

Menteri Bahlil Cerita Lobi-lobi BBM di Afrika: Ada Untungnya Juga Jadi Bolu Ketan

Menteri Bahlil Cerita Lobi-lobi BBM di Afrika: Ada Untungnya Juga Jadi Bolu Ketan

Video | Senin, 13 Juli 2026 | 16:34 WIB

Misteri Kematian Jayden Adams, Keluarga Tunggu Hasil Otopsi, Sang Istri Ungkap Fakta Ini

Misteri Kematian Jayden Adams, Keluarga Tunggu Hasil Otopsi, Sang Istri Ungkap Fakta Ini

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 08:12 WIB

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Your Say | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:05 WIB

Siapa Jayden Adams? Ditemukan Tewas Misterius Usai Main di Piala Dunia 2026

Siapa Jayden Adams? Ditemukan Tewas Misterius Usai Main di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 08:41 WIB

Kronologis Pemain Afsel Jayden Adams Ditemukan Tak Bernyawa Usai Main di Piala Dunia 2026

Kronologis Pemain Afsel Jayden Adams Ditemukan Tak Bernyawa Usai Main di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 08:20 WIB

Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius

Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01 WIB

Terkini

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli

Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%

Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta

Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Mengantuk Sekejap, Pikap L300 Terjun Bebas ke Sungai di Blitar

Mengantuk Sekejap, Pikap L300 Terjun Bebas ke Sungai di Blitar

Jatim | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:29 WIB

×