Setahun Pandemi, Pramugari Alih Profesi Jualan Tahu: Jangan Pernah Menyerah

Siswanto, BBC

Selasa, 02 Maret 2021 | 15:57 WIB
Setahun Pandemi, Pramugari Alih Profesi Jualan Tahu: Jangan Pernah Menyerah
BBC

Suara.com - Sejumlah pramugari banting setir menjadi penjual tahu, sate hingga kue brownies untuk bertahan dari dampak pandemi Covid-19 yang dimulai setahun lalu.

Sejak kasus pertama Covid-19 ditemukan pada 2 Maret 2020, industri penerbangan komersial mengalami penurunan jumlah penumpang rata-rata 50% dari tahun sebelumnya. Pemutusan hubungan kerja sejumlah karyawan adalah langkah yang kemudian ditempuh sebagian besar maskapai.

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia mengatakan pemulihan industri transportasi ini tak bisa diprediksi, tergantung dari penanganan pemerintah terhadap penyebaran Covid-19.

Sementara pengamat penerbangan masih melihat peluang percepatan pemulihan industri penerbangan dengan promosi wisata yang mengetatkan protokol kesehatan.

Pada Jumat 27 Maret 2020, lebih dari 20 pramugari dan pramugara dikumpulkan di sebuah ruang rapat di salah satu ruang Garuda Operation Center, Banten. Semua berpakaian formal bebas, sebagian menggunakan stelan berwarna hitam.

Sebelum rapat dimulai, ruangan sempat diisi tawa dan canda saat sejumlah orang di antara mereka merekam video dari ponsel untuk diunggah di media sosial.

Suasana ruangan mendadak hening ketika manajer tiba.

Sang manajer mengumumkan, para pelayan penumpang pesawat di ruangan tersebut diputus kontrak. Alasannya jumlah penerbangan menurun karena pandemi global.

"Ketika bapak itu keluar, kita nggak ada yang bisa ngomong apa-apa. Setelah bapak itu keluar, kita baru nangis, shock," kata Martha Putri mengingat kejadian setahun lalu. Sesuai kontrak kerja, ia semestinya bisa diangkat menjadi karyawan tetap pada bulan berikutnya.

baca juga

Beberapa hari sebelum pengumuman pemutusan kontrak kerja, Martha masih rutin mengirim surat elektronik kepada atasannya terkait dengan penilaian kinerjanya sebagai "nilai tambah untuk diangkat pegawai di bulan April".

"Saya kirim semua penilaian saya, nggak ada artinya. Karena chief saya sudah tahu kita semua nggak mungkin ada di Garuda lagi. Jadi buat apa kirim itu lagi?" kata Martha.

Momen terakhir berstatus sebagai pramugari Garuda Indonesia ini sempat diabadikan Josephine Wulandari, teman satu angkatan Martha Putri.

Ia mengunggah kembali salah satu Insta Story temannya yang menunjukkan foto kru satu angkatan yang tersenyum. Dia melabeli foto itu, "smile fake as usual".

"Cuma dikasih surat yang menyatakan kalau kontrak kita tidak diperpanjang. Dari situ kita heart broken banget," kata Jojo—sapaan Josephine.

Jojo juga bercerita begitu sulit untuk mencapai karier sebagai pramugari—profesi impian sejak kecil. Ia sudah dua kali melamar tapi gagal. Sampai akhirnya ia diterima saat lamaran ketiga pada akhir 2017 lalu. Tapi jenjang kariernya kandas karena pandemi.

Selama dua tahun bekerja, Jojo mengutarakan keseruan menjadi pramugari, "Banyak, tapi lebih ketemu orang, belajar banyak hal, ketemu teman-teman baru, bisa ke destinasi baru yang aku belum pernah jalanin."

Jatuh dan bangkit

Jojo sempat jatuh sakit setelah menerima pengumuman dari perusahaannya itu karena terlalu banyak pikiran. Selama berbulan-bulan yang ia lakukan adalah "Bengong, nangis, makan, tidur."

Sesekali ia juga memasukkan lamaran kerja ke sejumlah perusahaan, meski belum ada jawaban yang diharapkan. Sampai akhirnya, "Sudah deh terserah dari mana saja, asal selama itu halal, apa pun saya kerjain. Walaupun cuma antar jemput, jadi sopir nggak apa-apa," katanya.

Selama tafakur di masa pandemi, ia pun belajar tentang arti persahabatan. "Kelihatan mana orang yang mau temanan di saat kamu masih ada uang, mana teman-teman yang benar-benar sama kamu di saat kamu nggak punya apa-apa."

Tiga bulan pertama setelah putus kontrak juga menjadi masa-masa sulit Martha Putri. "Sempat nggak bisa move on. Sempat seperti masih sedih-sedih, masih nggak menyangka, masih berharap dipanggil lagi sama Garuda, itu kurang lebih tiga bulan," katanya.

Bulan-bulan yang dihadapi dengan "lemas dan tak bersemangat" ini akhirnya terpecahkan setelah salah seorang teman Martha mengajak untuk membuka usaha tahu crispy di kawasan Cibinong, Jawa Barat.

"Finalnya itu teman bulan Juli dibantu untuk buka usaha tapi kecil-kecilan. Ya udah deh, ikut. Itu juga awalnya nggak semangat. Cuma dijalani. Bisa terealisasi."

Beberapa bulan kemudian, Martha juga diajak adiknya untuk kembali membuka usaha Sate Taichan. Usaha ini sebenarnya pernah dilakoni Martha dan adiknya sebelum ia bekerja sebagai pramugari.

"Ya sudah, aku support semua. Karena sate aku sudah lumayan dikenal orang di daerah Cibinong. Sosmednya dihidupin lagi. Satenya juga akhirnya aku bikin lagi. Sambelnya semua segala macam. Ya kita ibaratnya bangun lagi dari awal," katanya.

Usaha ini masih dijalankannya, sembari itu, Martha juga membuka usaha penjualan pakaian, yang rencananya toko online ini akan diluncurkan April mendatang.

Sementara itu, Jojo menemukan titik balik untuk membuka usaha yang pernah ia tekuni semasa SMA: membuat kue brownies.

"Itu juga awalnya setengah hati, kayak cuma iseng-iseng jualin. Ada nggak ya yang beli? Ternyata, lumayan nih. Banyak nih peminatnya," katanya.

Kue buatan Jojo juga dipesan pada acara kantor, termasuk memasok ke sejumlah toko kopi. Akan tetapi, belakangan ini, usahanya sebagian dilimpahkan kepada keluarganya karena Jojo sudah mulai bekerja di sebuah klinik kesehatan mulai Januari ini.

"Untuk akhir-akhir ini kurang tertangani. Karena aku sudah mulai dapat kerjaan baru, jadi terbagi dua gitu. Jadi aku mesti minta bantuan kakakku dan mamaku, untuk bikin brownies itu," katanya.

Baik Jojo dan Martha, keduanya mengakui penghasilan yang ia dapatkan kini jauh berbeda saat masih bekerja sebagai pramugari. Mereka mengatakan, gaji pramugari rata-rata di atas Rp15 juta/bulan. Sementara pekerjaan yang ditekuni saat ini tak sampai setengahnya.

Awan hitam maskapai penerbangan

Garuda Indonesia mengakui terjadi pemutusan hubungan kerja sekitar 700 karyawannya, dari pramugari sampai pilot.

Dalam keterangan kepada pers, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, memastikan memenuhi seluruh hak karyawan yang terdampak sesuai peraturan yang berlaku.

"Garuda Indonesia memastikan akan memenuhi seluruh hak karyawan yang terdampak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pembayaran di awal atas kewajiban perusahaan terhadap sisa masa kontrak karyawan," kata Irfan tahun lalu.

Menurutnya, ini keputusan sulit yang terpaksa untuk diambil setelah melakukan upaya penyelamatan keberlangsungan perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

"Ketika maskapai lain mulai mengimplementasikan kebijakan pengurangan karyawan, kami terus berupaya mengoptimalkan langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja perusahaan demi kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia," katanya.

"Namun demikian pada titik ini, keputusan berat tersebut terpaksa harus kami tempuh ditengah situasi yang masih penuh dengan ketidakpastian ini"

Menurut data yang dilaporkan flightradar24, jumlah penerbangan pesawat komersial 2019 turun rata-rata 50% pada 2020 akibat dampak Covid-19.

Menurut Organisasi Maskapai Sipil Internasional (ICAO) nilai kerugian maskapai penerbangan di Asia Pasific mencapai US$120 miliar selama masa pandemi.

Organisasi ini juga mencatat terjadi terjadi pengurangan penumpang penerbangan internasional mencapai 66%, dan penerbangan domestik hingga 38%.

Sekretaris Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Bayu Sutanto tak bisa memprediksi pemulihan industri penerbangan. "Kalau industri, ya kita nggak bisa ngapa-ngapain. Menunggu vaksinasi dan level kesehatannya saja," katanya.

Masa pemulihan industri penerbangan, kata Bayu, sangat bergantung dari penanganan Covid-19.

"Kalau kesehatannya nggak jelas, ya nggak bisa diprediksi dong," katanya.

Sementara itu, pengamat penerbangan, Ruth Hana Simatupang, menilai percepatan pemulihan industri penerbangan perlu dikuatkan mulai dari penerbangan domestik. Salah satunya adalah melalui promosi wisata dengan ketentuan protokol kesehatan yang ketat.

"Kita harus meyakinkan pengguna itu bahwa prokes dari maskapai, prokes dari bandara prokes dari tempat tujuan, itu sudah bisa dipastikan dilaksanakan," katanya.

Bagaimana pun, Jojo dan Martha berada di antara jutaan pekerja lainnya yang menjadi korban PHK karena pukulan pandemi Covid-19. Dari situasi ini, Jojo mendapat pelajaran penting.

"Jangan pernah menyerah. Itu harga mati. Walau pun aku nggak lanjut kerja di tempat yang aku cita-citakan, tapi aku selalu ambil hikmahnya. Kalau aku nggak kena kayak gitu, mungkin brownies aku sudah nggak jalan," katanya.

Martha pun ikut menimpali. "Bersyukurnya karena pandemi, aku jadi dekat dengan keluarga. Aku ada di rumah. Adik-adikku juga ada di rumah, dan usaha juga bareng sama adikku. Jadi kita bareng-bareng," kata Martha sambil mengutarakan harapan ketika ada kesempatan menjadi pramugari lagi, ia akan memilih pekerjaan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:05 WIB

Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi

Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:39 WIB

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:08 WIB

Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026

Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:33 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Rugi Bersih Garuda Indonesia Susut 45% di Kuartal I-2026

Rugi Bersih Garuda Indonesia Susut 45% di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:37 WIB

Terkini

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:00 WIB

Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud

Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud

News | Senin, 29 Juni 2026 | 05:10 WIB

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:23 WIB

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:19 WIB

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:07 WIB

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:53 WIB

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:54 WIB

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:31 WIB

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:11 WIB

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:02 WIB

×