Satgas Covid-19: Masyarakat Mulai Terlena Vaksin, Lupa Prokes

Erick Tanjung, Stephanus Aranditio

Selasa, 02 Maret 2021 | 18:25 WIB
Satgas Covid-19: Masyarakat Mulai Terlena Vaksin, Lupa Prokes
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito / Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menilai masyarakat mulai terlena dengan program vaksinasi yang sudah digelar pemerintah sehingga mengabaikan protokol kesehatan dan berujung peningkatan kasus.

Juru Bicara Satgas Covid-19 menegaskan vaksin bukanlah hal utama dalam penanganan Covid-19, sehingga selama pandemi berlangsung tetap patuhi protokol kesehatan 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak memandang vaksin sebagai solusi mutlak dari penanganan pandemi. Vaksin akan membantu menyelamatkan nyawa tapi jika kita hanya mengandalkan vaksin maka kita membuat kesalahan, perubahan perilaku harus menjadi pondasi utama," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Selasa (2/3/2/2021).

Dia menjelaskan saat ini kecepatan vaksinasi di Indonesia tidak sebanding dengan kecepatan penularan virus. Sehingga jangan terlena dengan vaksin, apalagi pemerintah sudah mengumumkan ada varian virus baru B117 asal Inggris per hari ini.

"Disiplin protokol kesehatan sebagai bagian dari perubahan perilaku di masa pandemi ini juga harus semakin kita galakkan mengingat telah ditemukannya kasus mutasi baru covid-19 yaitu mutasi B117 yang berasal dari Inggris," jelasnya.

Sebelumnya, WHO menyatakan bahwa penularan Covid-19 secara global meningkat lagi. Padahal sebelumnya, selama tujuh pekan berturut-turut, jumlah infeksi dinyatakan menurun.

"Kita perlu memiliki peringatan keras untuk kita semua bahwa virus ini akan pulih jika kita membiarkannya. Dan kita tidak bisa membiarkannya," kata Maria Van Kerkhove, kepala teknis WHO untuk Covid-19, dikutip dari Channel News Asia.

Infeksi Covid-19 telah menyebar hingga ke 221 negara. Amerika Serikat, India, dan Brasil masih menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak, di atas 10 juta infeksi.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan agar negara tidak kendur dalam melakukan upaya pencegahan paparan virus. Ia menyayangkan kenaikan kasus itu tetapi juga tidak mengejutkan.

baca juga

Tedros menegaskan, terlalu dini jika negara hanya mengandalkan program vaksinasi dan meninggalkan tindakan lain dalam mencegah infeksi virus.

"Jika negara hanya mengandalkan vaksin, mereka membuat kesalahan. Langkah-langkah kesehatan masyarakat dasar tetap menjadi dasar dari respon," tuturnya.

Diakui pula oleh pakar darurat utama WHO Mike Ryan yang mengatakan bahwa perang global melawan virus corona dalam keadaan lebih baik daripada 10 minggu lalu sebelum peluncuran vaksin dimulai. Tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa virus itu mulai terkendali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Enggan Ungkap Kondisi Dua Pasien Corona Varian Baru B117

Satgas Enggan Ungkap Kondisi Dua Pasien Corona Varian Baru B117

News | Selasa, 02 Maret 2021 | 18:19 WIB

WHO Sebut Kasus Covid-19 Meningkat Lagi, Satgas: Ini Mengecewakan

WHO Sebut Kasus Covid-19 Meningkat Lagi, Satgas: Ini Mengecewakan

News | Selasa, 02 Maret 2021 | 17:45 WIB

Mutasi Corona Inggris Masuk Indonesia, Pemerintah Perketat Pintu Masuk RI

Mutasi Corona Inggris Masuk Indonesia, Pemerintah Perketat Pintu Masuk RI

News | Selasa, 02 Maret 2021 | 17:39 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×