Komisi Prancis Sebut 10.000 Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual di Gereja

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 03 Maret 2021 | 15:16 WIB
Komisi Prancis Sebut 10.000 Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual di Gereja
Ilustrasi gereja (Pixabay Tama 66)

Suara.com - Sebuah komisi independen yang dibentuk oleh Gereja Katolik Prancis memperkirakan bahwa 10.000 anak di bawah umur menjadi korban pelecehan seksual di gereja oleh pemuka agama.

Menyadur Anadolu Agency, Rabu (3/3/2021) perkiraan tersebut dikeluarkan oleh Komisi Independen Pelecehan Seksual di Gereja (CIASE).

"Ada kemungkinan angka ini mencapai setidaknya 10.000." ungkap Jean-Marc Sauve, kepala CIASE seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Antara Juni dan Oktober 2019, komisi tersebut mengatur banding publik bagi para saksi untuk mengajukan deposisi.

Komisi tersebut mengumpulkan 3.652 kesaksian melalui telepon, 2.459 melalui email, dan 360 dari pos. Selain itu, 1.628 korban lainnya mengisi tanggapan melalui kuesioner.

Berdasarkan data ini, Sauve awalnya memperkirakan jumlah korban bisa sekitar 3.000 orang.

"Seruan untuk memberikan kesaksian tentu saja tidak memperhitungkan totalitas dan mungkin saja angka ini mencapai setidaknya 10.000," ujar Sauve kepada harian Le Figaro.

Dia menambahkan bahwa tugas utama komisi adalah menganalisis pertanyaan: "Berapa persentase korban yang disentuh (pendeta)? Apakah 25%? 10%, 5% atau kurang?"

Pihak komisi berencana untuk menyerahkan temuan laporan pelecehan seksual tersebut dan rekomendasinya pada akhir September tahun ini.

Menyusul desas-desus dan bisikan puluhan tahun tentang pelecehan seksual di gereja-gereja di seluruh dunia, Conference of Bishops of France (CEF) dan Conference of Religious Men and Women of France (CORREF) pada November 2018 berjanji untuk membentuk komisi independen.

Mereka kemudian menunjuk Sauve, mantan wakil presiden Dewan Negara, untuk "menjelaskan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Gereja Katolik sejak 1950,"

Selain itu, mereka menugaskan Sauve "untuk memahami alasan di mana kasus-kasus ini ditangani, dan untuk membuat rekomendasi, khususnya dengan mengevaluasi tindakan yang diambil sejak tahun 2000-an."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Melissa, Bule Prancis Tinggal di Gubuk, Nikah dengan Pria Lombok

Kisah Melissa, Bule Prancis Tinggal di Gubuk, Nikah dengan Pria Lombok

Bali | Rabu, 03 Maret 2021 | 10:32 WIB

Kematian Covid-19 Tembus 86.000, Prancis Perpanjang Aturan Jam Malam

Kematian Covid-19 Tembus 86.000, Prancis Perpanjang Aturan Jam Malam

Health | Selasa, 02 Maret 2021 | 19:48 WIB

Skandal Suap, Eks Presiden Prancis Nicolas Sarkozy Dipenjara 3 Tahun

Skandal Suap, Eks Presiden Prancis Nicolas Sarkozy Dipenjara 3 Tahun

News | Selasa, 02 Maret 2021 | 15:44 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB