Perempuan 19 Tahun Ditembak Mati Militer Myanmar: Saya Tak Akan Lari!

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 04 Maret 2021 | 13:26 WIB
Perempuan 19 Tahun Ditembak Mati Militer Myanmar: Saya Tak Akan Lari!
Angel, remaja 19 tahun yang tewas tertembak junta Myanmar.[Twitter]

Suara.com - Seorang remaja perempuan tewas tertembak oleh pihak militer Myanmar saat mengikuti aksi demo, di tengah semakin banyaknya korban jiwa akibat keganasan junta.

Menyadur News.com.au, Kamis (4/3/2021) remaja berusia 19 tahun bernama Kyal Sin atau dikenal juga sebagai Angel atau dalam bahasa Indonesia berarti malaikat, tewas tertembak saat mengikuti aksi protes pada Rabu (3/3).

Angel berpartisipasi dalam aksi protes di Mandalay dengan mengenakan kaos bertuliskan "Everything Gonna be Okay" atau "semuanya akan baik-baik saja".

Saat mengikuti aksi demo, Angel beberapa kali tertangkap kamera dan foto-fotonya kini viral di media sosial Twitter.

"Pemrotes 19 tahun ini ditembak dan dibunuh oleh preman militer hari ini di Mandalay. Botol Coca Cola di tangannya adalah untuk membantu mereka yang terkena gas air mata," tulis seorang warganet di media sosial.

Dalam foto-foto tersebut, terlihat ia sedang beraksi bersama demonstran lainnya. Sambil menggendong sebuah tas dan membawa satu kacamata.

Pada foto kedua, ia sudah terlihat berbaring dengan bercak darah di bagian kepalanya. Ia terbaring di atas tandu dan dikerumuni sejumlah orang.

Myat Thu, seorang demonstran yang bersamanya, mengatakan Angel adalah gadis yang sangat berani.

Menurut pengakuan Myat Thu, Angel bahkan berani menendang pipa air hingga terbuka sehingga pengunjuk rasa dapat mencuci muka akibat gas air mata, dan yang melemparkan tabung gas air mata kembali ke arah polisi.

baca juga

"Ketika polisi melepaskan tembakan, dia mengatakan kepada saya 'Duduk! Duduk! Peluru akan menghantammu. Anda terlihat seperti berada di atas panggung '," kenang Myat Thu, dikutip dari Reuters.

"Dia merawat dan melindungi orang lain sebagai seorang kawan," sambungnya.

Myat Thu mengatakan dia dan Angel termasuk di antara ratusan orang yang berkumpul secara damai untuk mengecam kudeta, dan menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi.

Sebelum tertembak, dalam sebuah video yang beredar Angel sempat berteriak, "Kami tidak akan lari" dan "darah tidak boleh ditumpahkan".

Polisi pertama memukul mereka dengan gas air mata, kata Myat Thu. Kemudian peluru datang.

Semua orang berpencar, kata Myat Thu. Baru kemudian dia mendapat pesan: Seorang gadis telah meninggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tewas Ditembak Militer Myanmar, Angel Berpesan Donorkan Sebagian Tubuhnya

Tewas Ditembak Militer Myanmar, Angel Berpesan Donorkan Sebagian Tubuhnya

Banten | Kamis, 04 Maret 2021 | 10:21 WIB

Membandingkan Taktik Pembangkangan Sipil Myanmar dengan Demo 1998 Indonesia

Membandingkan Taktik Pembangkangan Sipil Myanmar dengan Demo 1998 Indonesia

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 14:17 WIB

Ikon Perlawanan Myanmar, Suster Berlutut agar Militer Tak Tembak Demonstran

Ikon Perlawanan Myanmar, Suster Berlutut agar Militer Tak Tembak Demonstran

News | Selasa, 02 Maret 2021 | 13:47 WIB

Terkini

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:10 WIB

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:08 WIB

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:06 WIB

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:03 WIB

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

×