Ayah Penggal Putri Kandung, Lalu Bawa Kepalanya ke Kantor Polisi

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:12 WIB
Ayah Penggal Putri Kandung, Lalu Bawa Kepalanya ke Kantor Polisi
Seorang ayah bawa kepala putrinya sendiri ke kantor polisi.[Twitter]

Suara.com - Kepolisian India di bagian utara berhasil menangkap seorang ayah yang tega memenggal putrinya sendiri dan membawa kepalanya ke kantor polisi.

Menyadur Straits Times, Jumat (5/3/2021) pria itu mengatakan kepada polisi bahwa dia telah memenggal putrinya yang berusia 17 tahun memakai kapak pada hari Rabu, karena marah atas hubungannya dengan seorang pria.

"Dia mengatakan dia melihat putrinya dalam posisi yang membahayakan dengan seorang pria dan dia memenggalnya karena marah," kata pengawas polisi Anurag Vats dari distrik Hardoi di negara bagian Uttar Pradesh utara kepada Thomson Reuters Foundation.

"Dia telah mengakui kejahatannya," katanya.

Foto pria yang membawa kepala gadis itu langsung viral di media sosial dan memicu berbagai komentar hingga aksi untuk menuntut undang-undang.

Juru kampanye wanita menuntut adanya ndang-undang tertentu yang melarang pembunuhan demi kehormatan untuk membantu melindungi korban dan meningkatkan penyelidikan polisi.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan ribuan perempuan dan anak perempuan dibunuh di seluruh Asia Selatan dan Timur Tengah setiap tahun oleh anggota keluarga yang marah karena dianggap merusak "kehormatan" mereka.

Pelanggaran yang dianggap dapat mencakup kawin lari, persaudaraan dengan pria, atau pelanggaran nilai konservatif apa pun terkait wanita.

Bulan lalu, seorang wanita dibakar hidup-hidup oleh keluarganya karena hubungan antaragama di Uttar Pradesh, media lokal melaporkan.

baca juga

"Anak perempuan di India dipandang sebagai tanda kehormatan keluarga, yang mengakibatkan kejahatan seperti itu," kata Madhu Garg, wakil presiden dari Asosiasi Wanita Demokratik Seluruh India cabang Uttar Pradesh.

"Masalah hak untuk memilih membutuhkan perhatian segera dan undang-undang terpisah harus dibuat untuk menangani pembunuhan demi kehormatan," tambahnya.

India mencatat 24 pembunuhan demi kehormatan pada tahun 2019. Dua tahun sebelumnya, 92 pembunuhan serupa terjadi di negara itu.

Para pegiat mengatakan statistik pemerintah tentang pembunuhan demi kehormatan menutupi skala kejahatan, dengan wanita berisiko lebih besar daripada pria.

"Hampir 70 persen korban pembunuhan demi kehormatan adalah wanita, dan hampir semuanya berasal dari kasta atas," kata pendiri Arockiya Samy Kathir dari Nirlaba Evidence, yang telah bertahun-tahun menangani pembunuhan demi kehormatan di India Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Ancaman Bom, Taj Mahal Ditutup, 1000 Lebih Pengunjung Dipulangkan

Ada Ancaman Bom, Taj Mahal Ditutup, 1000 Lebih Pengunjung Dipulangkan

Jatim | Kamis, 04 Maret 2021 | 14:55 WIB

Video Skandal Seksnya Bocor ke Publik, Seorang Menteri di India Mundur

Video Skandal Seksnya Bocor ke Publik, Seorang Menteri di India Mundur

News | Kamis, 04 Maret 2021 | 15:31 WIB

Viral Polisi Paksa 4 Gadis Menari Telanjang, Pemerintah Turun Tangan

Viral Polisi Paksa 4 Gadis Menari Telanjang, Pemerintah Turun Tangan

News | Kamis, 04 Maret 2021 | 08:45 WIB

Terkini

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Video | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

×