Polisi Bongkar Jaringan Pemalsu Vaksin di China dan Afrika Selatan

Siswanto, BBC

Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:55 WIB
Polisi Bongkar Jaringan Pemalsu Vaksin di China dan Afrika Selatan
BBC

Suara.com - Kepolisian China dan Afrika Selatan menyita ribuan dosis vaksin Covid-19 palsu dan melakukan puluhan penangkapan, menurut laporan Interpol.

Di China, polisi menangkap 80 orang di sebuah pabrik yang diduga membuat vaksin palsu. Turut disita sedikitnya 3.000 dosis.

Sementara di Afrika Selatan, sebanyak tiga warga negara China dan seorang warga Zambia ditahan di sebuah gudang di Kota Gauteng—tempat ampul-ampul berisi 2.400 dosis vaksin palsu ditemukan.

Tidak diketahui jelas kapan tepatnya penangkapan itu terjadi.

Penemuan di Afrika Selatan itu dilaporkan oleh surat kabar Sunday Times di negara itu pada akhir Desember.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (03/03), Interpol mengatakan pihaknya juga mendapatkan laporan tentang jaringan vaksin palsu lainnya.

Interpol, atau Organisasi Polisi Kriminal Internasional, berbasis di Lyon, Prancis dan memfasilitasi kerja sama internasional antara anggota kepolisian dan pengendalian kejahatan.

Pandemi Covid-19 telah merenggut lebih dari 2,5 juta nyawa di seluruh dunia dan menginfeksi hampir 115 juta orang, menurut perkiraan Universitas Johns Hopkins.

Saat mengumumkan pembekukkan jaringan vaksin yang diduga palsu, Interpol menekankan bahwa tidak ada vaksin yang disetujui yang "saat ini tersedia untuk dijual secara online".

baca juga

"Setiap vaksin yang diiklankan di internet atau situs web gelap, bukan yang sah, tidak teruji dan mungkin berbahaya," katanya.

Vaksin adalah alat penting untuk mengatasi pandemi dan persaingan menjadi ketat di seluruh dunia dalam upaya membeli dosis yang tersedia menyusul persetujuan dari semakin banyak produk oleh otoritas medis dalam beberapa bulan terakhir.


Apa sebenarnya yang ditemukan polisi?

Di Germiston, Gauteng, polisi menemukan sekitar 400 botol kecil - atau setara dengan sekitar 2.400 dosis - vaksin palsu serta "sejumlah besar" masker 3M palsu, kata Interpol.

Mereka merilis gambar kotak dan paket di gudang.

Brigadir Vish Naidoo, juru bicara kepolisian Afrika Selatan, mengatakan bahwa kerja sama dengan negara anggota Interpol lainnya terbukti "sangat efektif", seperti yang dibuktikan melalui "penangkapan warga negara asing yang mencoba menjajakan vaksin palsu kepada orang-orang yang tidak memiliki kecurigaan di Afrika Selatan".

Afrika Selatan baru mulai memvaksinasi populasinya pada 17 Februari setelah timbul kekhawatiran atas kemanjuran vaksin terhadap varian baru Covid-19.

Tidak ada lokasi atau rincian lebih lanjut yang diberikan terkait pabrik barang palsu itu di China yang, kata Interpol, diselidiki dengan bantuan divisi Program Barang Terlarang dan Kesehatan Global.

Seorang juru bicara kementerian keamanan publik China mengatakan polisi di sana sedang melakukan "kampanye bertarget untuk mencegah dan menindak kejahatan yang berkaitan dengan vaksin" dan akan meningkatkan kerja sama konstruktif dengan Interpol dan polisi di negara lain untuk secara efektif mencegah kejahatan semacam itu.

Seberapa besar masalah vaksin palsu?

Sekretaris Jenderal Interpol, Jürgen Stock, mengatakan bahwa sementara operasi polisi di China dan Afrika Selatan disambut baik, ini merupakan "hanya puncak gunung es" dari kejahatan terkait vaksin Covid-19.

Pada bulan Desember, organisasi tersebut mengeluarkan peringatan siaga global bagi kepolisian di 194 negara anggotanya untuk bersiap menghadapi jaringan kejahatan terorganisir yang menargetkan vaksin Covid-19, dan memberikan saran tentang cara mengenali produk medis palsu.

Bulan lalu, China menangkap pemimpin penipuan bernilai jutaan dolar yang menyatakan larutan garam dan air mineral sebagai vaksin Covid-19.

Tersangka itu, yang hanya diidentifikasi sebagai Kong, telah meneliti desain kemasan vaksin asli sebelum membuat lebih dari 58.000 dosisnya sendiri. Dia termasuk di antara 70 orang yang ditangkap karena kejahatan serupa.

Menurut putusan pengadilan, Kong dan timnya telah mendapat untung sebesar 18 juta yuan (Rp3,9 miliar) dengan memasukkan larutan garam atau air mineral ke dalam jarum suntik dan menjajakannya sebagai vaksin Covid.

Sejumlah vaksin palsu diselundupkan ke luar negeri tetapi tidak diketahui ke mana mereka dikirim.

Dalam sebuah kasus di Meksiko bulan lalu, polisi menangkap enam orang karena diduga memperdagangkan vaksin Covid-19 palsu di negara bagian perbatasan utara Nuevo León.

Para tersangka dikatakan telah menawarkan vaksin untuk dijual dengan harga sekitar $2.000 per dosis di sebuah klinik di pinggiran kota Monterrey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

×