Praktik Kerja Paksa Muslim Uighur di China

Siswanto, BBC

Kamis, 18 Maret 2021 | 12:48 WIB
Praktik Kerja Paksa Muslim Uighur di China
BBC

Suara.com - Sejumlah perusahaan Inggris mungkin 'terlibat' dalam penggunaan kerja paksa warga Uighur di Provinsi Xinjiang, China, menurut laporan anggota parlemen.

Komite Bisnis, Energi dan Strategi Industri (BEIS) Majelis Rendah Parlemen Inggris mengatakan dalam rantai suplai terdapat ketidaktransparanan dan terjadi kegagalan di pihak pemerintah.

Xinjiang ditempati oleh banyak kelompok etnik minoritas, termasuk Muslim Uighur.

Dikatakan berbagai perusahaan pakaian, eceran, media dan teknologi kemungkinan terlibat, dan kini tiba saatnya untuk menjatuhkan denda dan memasukkan nama-nama perusahaan yang gagal membuat perubahan ke dalam daftar hitam.

Komite BEIS mengatakan pihaknya terkejut mendapati banyak perusahaan masih tak mampu menjamin jaringan suplainya bebas dari praktik kerja paksa. Oleh karena itu, mereka berrpendapat bahwa perusahaan yang tidak bisa membuktikan diri bersih dari praktik kerja paksa di Xinjiang harus diberi sanksi.

Laporan tersebut mengeluarkan rekomendasi agar pemerintah mempercepat rencana mengubah dan memperkuat Akta Perbudakan Modern 2015.

Para anggota parlemen juga merekomendasikan agar pemerintah menyusun kerangka kebijakan untuk membuat daftar perusahaan putih dan daftar perusahaan hitam bagi mereka yang berhasil dan mereka yang gagal memenuhi kewajiban dalam rangka melindungi hak asasi manusia di seluruh rantai suplainya.

Untuk menyusun laporan ini, Komite BEIS mendengarkan keterangan dari berbagai saksi termasuk mereka yang bekerja untuk perusahaaan Boohoo, H&M, TikTok, The North Face dan Nike.

Disebutkan dalam laporan "jelas tidak dapat diterima" bahwa Boohoo hanya mempunyai sedikit data tentang berbagai jenjang di rantai suplainya.

baca juga

Juru bicara Boohoo mengatakan perusahaannya "telah membuat perbaikan besar-besaran terhadap praktik-praktik jaringan suplainya", dan "kelompok usaha itu menanti-nantikan penerbitan jaringan suplainya di Inggris pekan depan".

Walaupun laporan parlemen Inggris ini mengangkat banyak keprihatinan tentang penggunaan kapas dari Xinjiang oleh perusahaan retail dan perusahaan penyedia, perusahaan-perusahaan lain juga mendapat sorotan.

Laporan anggota parlemen menyoroti Disney, yang oleh mereka dikatakan menolak memberikan bukti lisan dalam rapat dengan komite. Keterangan Disney yang diminta adalah terkait dengan pembuatan film Mulan. Sebagian syuting film tersebut dilakukan di Provinsi Xinjiang.

"Perusahaan Walt Disney Company mempunyai tanggungjawab untuk menunjukkan bahwa tak satu pun tindakannya mendukung penindasan atau merongrong hak asasi manusia selama pembuatan Mulan," kata laporan parlemen Inggris.

'Amat mengkhawatirkan'

Seorang juru bicara Disney menjawab tudingan dalam laporan parlemen dengan mengatakan: "Kami menghormati peran dan pandangan komite khusus dan ketika kami dihubungi oleh komite, kami memberikan keterangan yang relevan dan kesaksikan tertulis yang kuat."

Nusrat Ghani, salah seorang anggota Komite BEIS dari Partai Konservatif mengatakan: "Sangat mengkhawatirkan jika perusaaan-perusahaan melayani jutaan konsumen Inggris tidak bisa menjamin bahwa rantai suplai mereka bebas dari kerja paksa.

"Legislasi perbudaan modern dan kebijakan Departemen Bisnis, Energi dan Strategi Industri tidak siap mengatasi situasi berat ini. Di tengah bukti yang meyakinkan tentang pelanggaran, tidak ada langkah-langkah signifikan yang baru dari pemerintah untuk melarang perusahaan Inggris mengeruk keuntungan dari praktik kerja paksa etnik Uighur di Xinjiang dan wilayah-wilayah lain di China."

Namun seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan: "Kerja paksa adalah salah satu bentuk praktik yang paling tercela di dunia dan pemerintah tidak akan membelanya, entah eksploitasi ini terjadi di Inggris atau di luar negeri."

Ditambahkan, "Inggris adalah negara pertama di dunia yang mengharuskan perusahaan melaporkan bagaimana mereka mengatasi perbudakan modern dan kerja paksa dalam operasional dan jaringan suplainya, dan kami berencana memperluas jangkauannya ke lembaga-lembaga publik tertentu dan memberlakukan sanksi keuangan kepada organisasi yang tidak mematuhi peraturan."

Wartawan BBC masalah perdagangan global, Darshini David melaporkan 20% produksi kapas dunia berasal dari Xinjiang dan muncul bukti-bukti semakin kuat bahwa warga Muslim Uighur dipaksa bekerja di ladang dan pabrik.

Kurangnya keterbukaan dalam jaringan suplai, lanjutnya, membuat sejumlah perusahaan terlibat dalam pelanggaran itu tanpa disadari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

92 ABK WNI Diduga Jadi Korban Kerja Paksa di Kapal Pemasok Starkist: Paspor Disita, Jam Kerja Over

92 ABK WNI Diduga Jadi Korban Kerja Paksa di Kapal Pemasok Starkist: Paspor Disita, Jam Kerja Over

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:25 WIB

Airlangga Sebut Deal Tarif RI-AS Belum Diratifikasi: Ada Masalah, Soal Kerja Paksa Sudah Beres

Airlangga Sebut Deal Tarif RI-AS Belum Diratifikasi: Ada Masalah, Soal Kerja Paksa Sudah Beres

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Menyelami 150 Tahun Sejarah Indonesia dalam Semalam Bersama Lembu Semar

Menyelami 150 Tahun Sejarah Indonesia dalam Semalam Bersama Lembu Semar

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Isu Kerja Paksa! Trump Berlakukan Tarif 10 Persen Untuk Produk RI, Lapangan Banteng Buka Suara

Isu Kerja Paksa! Trump Berlakukan Tarif 10 Persen Untuk Produk RI, Lapangan Banteng Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:42 WIB

Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:36 WIB

Ulasan Film The Battleship Island, Gelar Sejarah Suram Kerja Paksa Era Penjajahan Jepang

Ulasan Film The Battleship Island, Gelar Sejarah Suram Kerja Paksa Era Penjajahan Jepang

Your Say | Jum'at, 27 September 2024 | 18:33 WIB

Volkswagen Tersandung Kasus Kerja Paksa, Ribuan Mobil Ditahan di Pelabuhan

Volkswagen Tersandung Kasus Kerja Paksa, Ribuan Mobil Ditahan di Pelabuhan

Otomotif | Kamis, 22 Februari 2024 | 21:04 WIB

Aksi Bela Uighur di Gedung Perwakilan PBB

Aksi Bela Uighur di Gedung Perwakilan PBB

Foto | Rabu, 05 April 2023 | 15:02 WIB

Protes Kekerasan Terhadap Muslim Uighur, Massa Geruduk Kedubes China

Protes Kekerasan Terhadap Muslim Uighur, Massa Geruduk Kedubes China

Foto | Jum'at, 03 Februari 2023 | 13:59 WIB

Mesut Ozil, Mantan Pemain Timnas Jerman yang Mendapat Banyak Diskriminasi Saat Menjadi Pesepakbola

Mesut Ozil, Mantan Pemain Timnas Jerman yang Mendapat Banyak Diskriminasi Saat Menjadi Pesepakbola

Your Say | Selasa, 06 Desember 2022 | 15:37 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×