Klaim 70 Persen Warga Sudah Divaksin, Jokowi: Covid Mau Datang Bisa Mental

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 25 Maret 2021 | 10:52 WIB
Klaim 70 Persen Warga Sudah Divaksin, Jokowi: Covid Mau Datang Bisa Mental
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi massal di Pelabuhan Yos Sudarso, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kamis (25/3/2021). (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretaris Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan jika 70 persen masyakarat Indonesia sudah divaksin akan terjadi kekebalan komunal (Herd Immunity). Di mana, masyarakat memiliki kekebalan komunal dan tidak menularkan Covid-19 dan penyebaran Covid-19 bisa dihentikan.

"Jadi kalau 70 persen masyarakat Indonesia sudah divaksin, disuntik, nanti akan terjadi kekebalan komunal artinya apa? yang namanya Covid mau datang bisa mental dan tidak menularkan lagi dari orang ke orang, dari warga ke warga bisa kita hentikan," ujar Jokowi saat meninjau vaksinasi massal di Kediaman Raja Hitu, Ambon, Kamis (25/3/2021)

Jokowi menuturkan proses vaksinasi masih panjang dan terus berlangsung hingga akhir tahun. 

"Memang ini proses yang masih panjang target kami akhir tahun insya allah sudah selesai semua asal vaksinasinya berproses seperti ini terus," kata dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan proses vaksinasi berjalan dengan lancar baik. Ia pun memuji manajemen proses vaksinasi massal di Provinsi Maluku.

"Saya melihat proses vaksinasi di sini, Alhamdulilah berjalan lancar saya lihat tata kelola manajemennya juga rapi bagus, dan kita harapkan ini terus dilakukan sampai nanti sesuai dengan target yang telah kita berikan," ucap dia.

Jokowi menuturkan vaksinasi baik di Pelabuhan, RSUP Dr. J Leimena berjalan dengan baik. 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, para vaksinatior yang bekerja keras setiap hari melayani masyarakat yang divaksin.

"Kami berharap pandemi ini segera selesai dan ekonomi daerah, nasional, ekonomi provinsi bisa bangkit kembali dan kita bisa bekerja dalam kehidupan sehari-hari seperti biasanya," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MUI Akan Larang Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Jika...

MUI Akan Larang Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Jika...

Video | Kamis, 25 Maret 2021 | 09:30 WIB

Kiai Mukri Aji: Vaksin Astrazeneca Mengandung Babi, Secara Islam Boleh

Kiai Mukri Aji: Vaksin Astrazeneca Mengandung Babi, Secara Islam Boleh

Bogor | Kamis, 25 Maret 2021 | 10:16 WIB

Andi Arief Pertanyakan Giliran Vaksinasi Covid-19

Andi Arief Pertanyakan Giliran Vaksinasi Covid-19

Bekaci | Kamis, 25 Maret 2021 | 09:00 WIB

Update Covid-19 Global: 486 Juta Penduduk Bumi Telah Divaksin Covid-19

Update Covid-19 Global: 486 Juta Penduduk Bumi Telah Divaksin Covid-19

Health | Kamis, 25 Maret 2021 | 08:55 WIB

Terkini

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

×