Marwa El Selehdar, Pelaut yang Difitnah Dalam Kasus Terusan Suez

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Kamis, 25 Maret 2021 | 13:00 WIB
Marwa El Selehdar, Pelaut yang Difitnah Dalam Kasus Terusan Suez
Sebuah kapal kontainer kandas di terusan Suez.[Instagram]

Suara.com - Kapten Laut Mesir, Marwa El Selehdar menjelaskan pada hari Rabu bahwa dia tidak memerintahkan kapal kargo MV EVER GIVEN melintasi Terusan Suez.

Menyadur Egypt Today Kamis (25/03), El Selehdar menyatakan bahwa dia bekerja untuk Otoritas Keselamatan Laut Mesir yang memimpin tender mercusuar Aida 4.

Namanya turut diseret dalam peristiwa terdamparnya kapal kargo MV EVER GIVEN. Pelaut cantik ini mengatakan dirinya jadi korban fitnah dari pihak yang ingin menjatuhkan dirinya.

Sebuah halaman mengambil tangkapan layar dari wawancara yang dia lakukan beberapa waktu lalu dan mengedit judulnya untuk membuat disinformasi agar tampak seperti berita baru-baru ini.

Selehdar menggambarkan tindakan itu sebagai 'kampanye terorganisir' terhadapnya karena tiga akun palsu yang namanya dibuat di Twitter memanfaatkan 20.000 pengikut dalam beberapa jam.

Sebuah kapal kontainer kandas di terusan Suez.[Instagram]
Sebuah kapal kontainer kandas di terusan Suez.[Instagram]

Postingan palsu tersebut beredar di media sosial bersama dengan keterangan yang merendahkan kemampuan perempuan Arab untuk bekerja sebagai kapten laut.

Ketua Otoritas Terusan Suez Osama Rabie mengatakan bahwa kapal masih menyelamatkan dan mengapungkan kapal kargo Ever Given yang terjebak pada Selasa pagi.

Kapal itu melintasi Terusan Suez yang menjadi jalur air internasional yang datang dari China dan menuju ke Belanda.

Pejabat mengatakan penyebab kecelakaan adalah cuaca buruk karena kecepatan angin mencapai 40 knot dan mengganggu kemampuan untuk mengarahkan kapal.

Sebuah komite manajemen krisis dibentuk setelah delapan kapal tunda dikerahkan. Salah satunya adalah Baraka yang memiliki daya tarikan 160 ton. Otoritas juga mengurangi beban yang dibawa kapal untuk mempermudah misi.

Panjang kapal 40 meter, lebar 59 meter, dan kapasitas muatan 224.000 ton. Kapal kargo tersebut dimiliki oleh perusahaan Taiwan "Evergreen Marine Corp."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Kontainer Kandas di Terusan Suez, Harga Minyak Dunia Naik

Kapal Kontainer Kandas di Terusan Suez, Harga Minyak Dunia Naik

Bisnis | Kamis, 25 Maret 2021 | 07:34 WIB

Kapal Kontainer Raksasa Kandas di Terusan Suez, 100 Kapal Terjebak

Kapal Kontainer Raksasa Kandas di Terusan Suez, 100 Kapal Terjebak

News | Rabu, 24 Maret 2021 | 14:05 WIB

KRI Bima Suci Melintasi Terusan Suez

KRI Bima Suci Melintasi Terusan Suez

Foto | Rabu, 11 Oktober 2017 | 15:48 WIB

Terkini

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:00 WIB

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:39 WIB

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:33 WIB

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:15 WIB

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:12 WIB