Detik-detik Petinggi KAMI Diteror Bom Palsu: Ujung Tabungnya Ada Jam Hidup

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Jum'at, 26 Maret 2021 | 13:13 WIB
Detik-detik Petinggi KAMI Diteror Bom Palsu: Ujung Tabungnya Ada Jam Hidup
Benda mencurigakan di rumah petinggi KAMI. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani menceritakan detik-detik bom palsu ditemukan di kediamannya di Jalan Camar, Blok AA1 Nomor 1, Cipinang Indah, Duren Sawit, Jakarta Timur pagi tadi. Kata dia, benda tersebut ditemukan pada pukul 06.30 WIB.

Awalnya, asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di rumah Ahmad Yani saat itu hendak membuang sampah. Namun, di pagar rumah Ahmad Yani tercantol sebuah tas.

"Tadi kurang lebih pukul 06.30 WIB, pembantu saya biasa keluar dari sini membuang sampah. Nah, dia coba buka  angkat tersebut berat, kurang lebih dua kilo," kata Ahmad Yani, Jumat (26/3/2021).

Merasa curiga, sang ART mencoba membuka tas tersebut dan saat dipegang teenyata berat. Tak sampai situ, sang ART lantas menghubungi petugas keamanan perumahan.

Setelah dibuka, ditemukan sebuah benda menyerupai tabung. Bahkan, ada jam yang masih menyala terpasang di tabung itu.

"Satpam memindahkan tas itu, kurang lebih dua kilo, dibuka tas tersbeut dikeluarkan ternyata ada benda model seperti tabung terus diujung tabung ada jam masih hidup," jelas Ahmad Yani.

Mendengar adanya temuan itu, Ahmad Yani yang berada di lantai atas bergegas turun. Sebab, dia menduga kuat jika benda adalah bahan peledak alias bom.

"Saya turun, saya duga feeling saya bom," beber dia.

Ahmad Yani mengaku langsung menghubungi kantor polisi terdekat, Polsek Duren Sawit. Tak lama berselang, sekitar pukul 09.30 WIB, tim gegana dari Polda Metri Jaya berhasil mengevakuasi temuan benda tersebut.

baca juga

"Kami beri informasi kepada polisi terdekat, Polsek Duren Sawit, langsung diamankan. Setelah itu mungkin laporan mereka ke Polda Metro Datang tim dari Brimob Gegana jam setengah 10," pungkas dia.

Bom Palsu

Kepolisian menduga jika benda tersebut adalah fake bomb alias bom palsu. Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat memastikan jika benda tersebut hanya menyerupai bom saja.

"Yang jelas dugaan sementara kita ini adalah fake bomb. Karena bendanya menyerupai. Hanya dimirip-miripin," kata Tubagus.

Tubagus melanjutkan, benda tersebut saat sudah dievakuasi. Benda yang diujung terdapat sebuah jam itu telah dibawa menuju markas Brimob untut dianalisis lebih lanjut. 

"Saat ini dibawa ke markas brimob untuk dilakukan analisis dan akan secepatnya akan kami sampaikan," sambungnya.

Sebelumnya, Berdasar foto yang beredar, benda mencurigakan itu berbentuk tabung berukuran tinggi sekira 50 sentimeter. Benda berbentuk tabung itu tampak dibalut dengan solasi hitam.

Selain itu, pada bagian depan benda tersebut terdapat sebuah jam analog. Angka pada jam tersebut menunjukkan pukul 07.00 WIB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petinggi KAMI Ahmad Yani Diteror, Bom Palsu Awalnya Ditemukan PRT

Petinggi KAMI Ahmad Yani Diteror, Bom Palsu Awalnya Ditemukan PRT

News | Jum'at, 26 Maret 2021 | 13:00 WIB

Rumah Petinggi KAMI Diteror Bom Palsu, Begini Reaksi Din Syamsuddin

Rumah Petinggi KAMI Diteror Bom Palsu, Begini Reaksi Din Syamsuddin

News | Jum'at, 26 Maret 2021 | 12:10 WIB

Taruh Bom Palsu di Rumah Petinggi KAMI, Polisi Buru Pelaku Teror

Taruh Bom Palsu di Rumah Petinggi KAMI, Polisi Buru Pelaku Teror

News | Jum'at, 26 Maret 2021 | 11:34 WIB

Rumah Petinggi KAMI Ahmad Yani Diteror Bom Palsu, Polisi: Aman-aman Saja

Rumah Petinggi KAMI Ahmad Yani Diteror Bom Palsu, Polisi: Aman-aman Saja

News | Jum'at, 26 Maret 2021 | 11:23 WIB

Terkini

Kabar Baik! DPR Janji Kawal Aspirasi Kesejahteraan dan Perlindungan Guru

Kabar Baik! DPR Janji Kawal Aspirasi Kesejahteraan dan Perlindungan Guru

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:59 WIB

Selain 74 Kg Emas, Polisi Sita Foto Keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah di Rumah Mewah Sentul!

Selain 74 Kg Emas, Polisi Sita Foto Keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah di Rumah Mewah Sentul!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:55 WIB

Tuduh AS Langgar MoU Islamabad, Iran: Ingkar Janji Ada Konsekuensinya

Tuduh AS Langgar MoU Islamabad, Iran: Ingkar Janji Ada Konsekuensinya

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:54 WIB

Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk

Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:31 WIB

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:28 WIB

Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa

Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:22 WIB

Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI

Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:17 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:07 WIB

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:57 WIB

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:48 WIB

×