Bus Sekolah Jakarta Sudah Angkut 24 Ribu Pasien Covid-19

Dwi Bowo Raharjo | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 08 April 2021 | 15:39 WIB
Bus Sekolah Jakarta Sudah Angkut 24 Ribu Pasien Covid-19
Bus Sekolah di Jakarta disterilisasi untuk digunakan mengangkut anak sekolah di masa pandemi, Kamis (8/4/2021). [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Bus sekolah di Jakarta telah mengangkut sebanyak 24 ribu pasien Covid-19 menuju tempat isolasi. Saat pandmei, armada itu dialih gunakan mulai Maret 2020.

“Sejauh ini kami sudah melakukan pengangkutan Pasien Covid-19, sebanyak 24 ribu pasien,” kata Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ali Murthadho, saat ditemui Suara.com di kantor UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (8/4/2021).

Ali mengatakan pengalih gunaan bus sekolah berawal sejak jumlah kasus Covid-19 di Jakarta meningkat. Setelah itu, pemerintah Ibu Kota mengalami kendala mengangkut para pasien yang terinfeksi menuju tempat isolasi.

“Jadi bayangkan kalau itu dibawa ambulans, itu juga armadanya terbatas, yang bisa diangkut hanya satu orang, itu pasti rumit,” ujar Ali.

Melihat bus sekolah yang tidak beroperasi, karena pembelajaran tatap muka ditiadakan, akhirnya armada yang seharusnya mengangkut para pelajar itu dialih fungsikan.

“Dan kebetulan pada masa pandemi itu bus sekolah berhenti beroperasi, karena proses belajar mengajar dilakukan secara daring,” kata Ali.

Setidaknya ada sejumlah bus sekolah yang diturunkan setiap harinya, dengan total 32 sopir disiapkan (khusus mengangkut pasien Covid-19).

Mereka yang bertugas mengangkut pasien Covid-19 diseleksi berdasarkan sejumlah kriteria, yakni harus berusia dibawa 40 tahun, dalam keadaan sehat atau tidak mengidap penyakit tertentu.

“Terpilih berdasarkan usia, berdasarkan jenis penyakit yang dideritanya, kemudian skil dan keempat mental,” kata Ali.

Saat mengangkut pasien Covid-19, para pengemudi juga dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan.

Selain itu antara pengemudi dan kabin penumpang juga diberi sekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zona Merah Kantor Bus Sekolah DKI: 58 Orang Positif Corona, Satu Meninggal

Zona Merah Kantor Bus Sekolah DKI: 58 Orang Positif Corona, Satu Meninggal

News | Kamis, 08 April 2021 | 14:53 WIB

Dishub DKI Pastikan Bus Sekolah yang Beroperasi Bukan Armada Pasien Corona

Dishub DKI Pastikan Bus Sekolah yang Beroperasi Bukan Armada Pasien Corona

Jakarta | Kamis, 08 April 2021 | 13:47 WIB

Dokter Spesialis Paru: Pasien Covid-19 Tidak Boleh Puasa, Ini Alasannya

Dokter Spesialis Paru: Pasien Covid-19 Tidak Boleh Puasa, Ini Alasannya

Health | Kamis, 08 April 2021 | 12:05 WIB

Update 8 April 2021: RSD Wisma Atlet Kini Rawat 1.400 Pasien Covid-19

Update 8 April 2021: RSD Wisma Atlet Kini Rawat 1.400 Pasien Covid-19

News | Kamis, 08 April 2021 | 10:03 WIB

Studi: Mantan Pasien Covid-19 Alami Masalah Psikologis dan Neurologis

Studi: Mantan Pasien Covid-19 Alami Masalah Psikologis dan Neurologis

Health | Rabu, 07 April 2021 | 14:08 WIB

Terkini

Sekjen PBB Kecam Kematian Prajurit TNI di Lebanon: Serangan Ancam Keselamatan Pasukan Perdamaian

Sekjen PBB Kecam Kematian Prajurit TNI di Lebanon: Serangan Ancam Keselamatan Pasukan Perdamaian

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:26 WIB

AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan

AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:23 WIB

Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru

Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:23 WIB

PM Spanyol Peringatkan Potensi Krisis Pangan Akibat Konflik di Timur Tengah

PM Spanyol Peringatkan Potensi Krisis Pangan Akibat Konflik di Timur Tengah

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:17 WIB

Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis

Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:17 WIB

Kemlu RI Konfirmasi 1 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, 3 Lainnya Terluka Kena Serangan Artileri

Kemlu RI Konfirmasi 1 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, 3 Lainnya Terluka Kena Serangan Artileri

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:14 WIB

DKI Siap Terapkan WFH 1 Hari per Pekan, Pramono: Tapi Bukan Hari Rabu

DKI Siap Terapkan WFH 1 Hari per Pekan, Pramono: Tapi Bukan Hari Rabu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:13 WIB

Skema One Way Berakhir, Ruas Tol Cipali Kembali Beroperasi Normal

Skema One Way Berakhir, Ruas Tol Cipali Kembali Beroperasi Normal

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:08 WIB

Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan

Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:05 WIB

Iran Ledakan Pesawat Mata-Mata Milik AS E-3 AWACS di Pangkalan Al Kharj

Iran Ledakan Pesawat Mata-Mata Milik AS E-3 AWACS di Pangkalan Al Kharj

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:01 WIB