Takut Corona, Ibu Halim Korban Bencana NTT Memilih Mengungsi di Kebun

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Minggu, 11 April 2021 | 18:52 WIB
Takut Corona, Ibu Halim Korban Bencana NTT Memilih Mengungsi di Kebun
Yustina (28), perempuan hamil lima bulan bersama tujuh anggota keluarganya memilih mengungsi di sebuah gubuk atau Pondok Parek yang terletak di kebun Desa Petuntawa. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Yustina (28), perempuan hamil lima bulan bersama tujuh anggota keluarganya memilih mengungsi di sebuah gubuk atau Pondok Parek yang terletak di kebun Desa Petuntawa.

Ia merupakan salah satu warga Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak banjir bandang dan longsor akibat badai siklon tropis seroja pada Minggu (4/4) dini hari.

Yustina menjelaskan alasan dirinya lebih memilih mengungsi di kebun lantaran pos pengungsian yang didirikan oleh pemerintah daerah terlalu banyak orang. Dia khawatir terpapar Covid-19, terlebih dirinya dalam kondisi hamil.

"Kalau pengungsian di kota banyak orang, baru kita juga ibu hamil pasti tidak nyaman. Apalagi lagi corona, mending memilih disini dengan keluarga walaupun disini malam gelap tidak ada listrik," kata Yustina saat ditemui suara.com di Pondok Parek, Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, Minggu (11/4/2021).

Selama mengungsi di kebun, Yustina dan keluarganya mengandalkan lampu berdaya baterai. Tak jarang mereka gelap-gelapan lantaran baterai lampu tersebut habis.

Yustina (28), perempuan hamil lima bulan bersama tujuh anggota keluarganya memilih mengungsi di sebuah gubuk atau Pondok Parek yang terletak di kebun Desa Petuntawa. (Suara.com/M. Yasir)
Yustina (28), perempuan hamil lima bulan bersama tujuh anggota keluarganya memilih mengungsi di sebuah gubuk atau Pondok Parek yang terletak di kebun Desa Petuntawa. (Suara.com/M. Yasir)

"Ada lampu pakai baterei, kalau habis harus di charge di kampung sebelah," ungkapnya.

Selain itu, Yustina juga mengeluhkan sulitnya air bersih. Seminggu pascabencana dia mengaku baru menerima bantuan air bersih satu kali.

"Bantuan air bersih baru satu kali. Tapi kalau selama mama tinggal disini sering beli air. Satu drum itu Rp 20 ribu. Kalau kita irit-irit itu cukup untuk lima sampai empat hari. Karena ini kan banyak orang, delapan orang," bebernya.

baca juga

Ratusan Jiwa

Ratusan korban terdampak banjir bandang dan longsor akibat badai siklon tropis seroja di Kabupaten Lembata diketahui mengungsi di Pondok Parek. Beberapa dari mereka lebih memilih mengungsi di sana daripada di posko yang didirikan pemerintah daerah dengan alasan kenyamanan dan menjaga hasil panen.

Sabtu (10/4/2021) jurnalis suara.com sempat mendatangi langsung titik pengungsian mandiri tersebut. Pondok atau gubuk tersebut sebelumnya digunakan sebagai tempat peristirahatan warga seusai berkebun sekaligus menyimpan hasil panen. Pada tahun 2020 lalu saat terjadi bencana erupsi Gunung Ile Ape, pondok Parek Walang juga digunakan oleh warga sebagai tempat pengungsian.

Jurnalis suara.com diantar oleh warga sekitar bernama Robert (35) dari Desa Amakaka ke pondok Parek Walang. Dari Desa Amakaka ke pondok Parek Walang memakan waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan sepeda motor.

Kepala Posko Pondok Parek Walang Artos Tobiona (24) menyebut ada 246 jiwa yang mengungsi di sana. Sebagian besar dari mereka berasal dari desa-desa yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lembata.

"Total pengungsi yang ada di Parek Walang sebanyak 246 jiwa terdiri dari 54 KK dari Desa Lamawara dan 11 KK tersebar di Desa Atawatung, Desa Mawa, Desa Bunga Muda, Desa Amakaka, dan Desa Tanjung Batu," kata Artos saat ditemui suara.com.

"Meski keterbatasan jaringan listrik, sumber air, akses internet dan keterbatasan lainnya tetapi untuk kenyamanan mereka lebih memilih di tempat ini," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Bencana, PLN Klaim 100 Persen Listrik di NTT Sudah Pulih

Pasca Bencana, PLN Klaim 100 Persen Listrik di NTT Sudah Pulih

News | Minggu, 11 April 2021 | 17:48 WIB

Diterjang Badai Seroja, Nyaris Separuh Desa di Kupang Ini Tenggelam

Diterjang Badai Seroja, Nyaris Separuh Desa di Kupang Ini Tenggelam

News | Minggu, 11 April 2021 | 13:13 WIB

Gubernur Khofifah Imbau Waspada Banjir Bandang Pasca Gempa (M) 6.1

Gubernur Khofifah Imbau Waspada Banjir Bandang Pasca Gempa (M) 6.1

Jatim | Minggu, 11 April 2021 | 09:41 WIB

BNPB: Banyak Warga Jadi Korban Banjir NTT Karena Tinggal di Aliran Sungai

BNPB: Banyak Warga Jadi Korban Banjir NTT Karena Tinggal di Aliran Sungai

News | Minggu, 11 April 2021 | 05:59 WIB

Cerita Dua Korban Banjir-Longsor Lembata Ditemukan di Tepi Laut

Cerita Dua Korban Banjir-Longsor Lembata Ditemukan di Tepi Laut

News | Sabtu, 10 April 2021 | 19:23 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×