alexametrics

Tak Cukup Ijazah, Mahasiswa Vokasi Harus Mengantongi Sertifikasi Kompetensi

Siswanto | Ria Rizki Nirmala Sari
Tak Cukup Ijazah, Mahasiswa Vokasi Harus Mengantongi Sertifikasi Kompetensi
Ilustrasi mahasiswa dan dunia perkuliahan (pexels)

Sertifikasi kompetensi bakal dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Suara.com - Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Beny Bandanadjaja mengatakan setiap mahasiswa perguruan tinggi vokasi mesti mengantongi sertifikasi kompetensi sebagai modal mencari pekerjaan. Sertifikasi kompetensi penting guna menarik perusahaan yang sedang mencari pegawai baru.

"Bahwa sebenarnya mahasiswa berhak mendapatkan satu minimal sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan perguruan tinggi," kata Benny dalam diskusi virtual yang disiarkan YouTube Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Rabu (14/4/2021).

Beny sepakat apabila ijazah saja tidak cukup bagi mahasiswa lulusan perguruan tinggi vokasi. Sertifikasi kompetensi, katanya, menjadi nilai plus bagi mahasiswa guna meyakinkan perusahaan yang diminati.

Sertifikasi kompetensi bakal dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Baca Juga: Program Kepemimpinan dan Kreativitas Mahasiswa Vokasi 2021 Segera Dirilis

Pengadaan sertifikasi kompetensi tersebut masuk ke dalam Program Kepemimpinan dan Kreativitas Mahasiswa Vokasi 2021. Beny menargetkan 12 ribu mahasiswa bisa mengikuti program tersebut.

"Memang sangat terbatas saya yakin jumlah mahasiswa itu lebih dari mungkin 1 juta orang, tapi kan karena keterbatasan paling tidak kita membantu untuk mahasiswa-mahasiswa yang memang membutuhkan," tuturnya.

BNSP sudah memiliki syarat-syarat untuk memenuhi sertifikasi kompetensi mahasiswa sesuai bidangnya. Namun menurut Beny, skema-skema untuk mendapatkan sertifikasi kompetensinya itu yang mesti dirancang.

"Jadi kalau orang mau ujian itu ada skema ujiannya yang disahkan oleh BNSP dan itu kemudian diakui sebagai sebuah kompetensi mahasiswa."

Baca Juga: Penetapan Harga Gas Membuat PGN Rugi Besar Pada 2020

Komentar