Anaknya Tak Boleh Gemuk Seumur Hidup, Pria Ini Diseret ke Pengadilan

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Selasa, 20 April 2021 | 13:49 WIB
Anaknya Tak Boleh Gemuk Seumur Hidup, Pria Ini Diseret ke Pengadilan
Ilustrasi pengadilan. [shutterstock]

Suara.com - Seorang pria di Berkshire dipenjara karena melecehkan anaknya sendiri. Menyadur Metro Selasa (20/04), Rachid Khadla memaksa ketiga anaknya, Karim, Amira dan Hitcham agar tidak gemuk.

Pria yang mencintai dunia kebugaran itu menimbang berat badan anaknya secara rutin setiap minggu dengan alasan kesehatan. Ia juga mengatur kehidupan anak-anaknya dengan sangat spesifik.

Putri satu-satunya, Amira, bahkan dipaksa menandatangani 'kontrak' aneh pada tahun 2012, yang belakangan membawanya ke dalam jeruji besi.

"Saya tidak akan pernah membiarkan diri saya menjadi gemuk. Saya akan melakukan banyak olahraga untuk memastikan saya tidak akan pernah gemuk, bahkan jika saya mati," bunyi kontrak itu.

Karena kontrak yang mengikatnya, Amira jadi memiliki kelainan makan. Perawat dokter hewan ini menjelaskan dampak luar biasa dari kontrak mengerikan itu.

Ilustrasi diet untuk menjaga berat badan. (Shutterstock)

"Saya dibuat merasa bodoh dan tidak berharga. Saya kehilangan kepercayaan diri dan mengembangkan kelainan makan. Setiap bagian dari hidup saya terpengaruh saat tumbuh dewasa."

"Kami tidak memiliki kehidupan normal atau masa kanak-kanak yang bahagia," lanjutnya, menceritakan masa lalu yang suram.

Ayahnya mengendalikan semua aspek kehidupan anak-anaknya, termasuk akses internet, ponsel dan bahkan kunci rumah. Jika anak-anaknya tidak menurut, dia akan memukul mereka dengan sendok kayu.

Dia juga mencekik Hitcham, membiarkannya terengah-engah dan melempar kursi plastik ke kepala Amira ketika dia baru berusia sembilan tahun, kata jaksa Alex Krikler di pengadilan.

"Saya ingat ayah saya berulang kali memukul saya. Dia enam kaki dengan berat 16 batu, saya hanyalah seorang anak kecil," jelas putra sulungnya, Karim.

"Di sekolah saya tidak punya teman, saya diintimidasi setiap hari, mereka memandang saya sebagai orang aneh. Tetapi di-bully hampir menyenangkan dibandingkan dengan apa yang saya alami di rumah. Saya dikendalikan secara paksa selama 18 tahun pertama hidup saya," lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Ditunda! Segera Lakukan Diet Jika Kamu Mengalami 5 Tanda Ini

Jangan Ditunda! Segera Lakukan Diet Jika Kamu Mengalami 5 Tanda Ini

Your Say | Selasa, 20 April 2021 | 10:31 WIB

Pria Kapuas Hulu Habisi Nyawa Ayah Kandung lalu Seret Korban ke Jalan

Pria Kapuas Hulu Habisi Nyawa Ayah Kandung lalu Seret Korban ke Jalan

Kalbar | Selasa, 20 April 2021 | 08:48 WIB

Baru Terungkap, Dian Sastro Pernah Depresi dan Ingin Bunuh Diri

Baru Terungkap, Dian Sastro Pernah Depresi dan Ingin Bunuh Diri

Sumbar | Selasa, 20 April 2021 | 12:15 WIB

Terkini

Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004

Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:31 WIB

Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:28 WIB

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:08 WIB

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:04 WIB

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:59 WIB

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:46 WIB

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:43 WIB

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:35 WIB

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:14 WIB

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:13 WIB