Protes Aturan Lockdown, Perdana Menteri Prancis Dapat Paket Celana Dalam

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 21 April 2021 | 13:19 WIB
Protes Aturan Lockdown, Perdana Menteri Prancis Dapat Paket Celana Dalam
Paket celana dalam yang dikirimkan ke Perdana Menteri Prancis sebagai aksi protes.[Facebook]

Suara.com - Perdana Menteri Prancis Jean Castex dibombardir paket yang berisi pakaian dalam dari para pengusaha sebagai bentuk protes atas lockdown.

Menyadur Russian Today, Rabu (21/4/2021) Jean Castex menerima banyak koper berisi pakaian dalam dari pemilik toko pakaian kecil di seluruh Prancis.

Para pengusaha tersebut memprotes aturan lockdown karena mereka diminta oleh pemerintah untuk tetap tutup sementara karena pandemi Covid-19.

Para pengusaha tersebut menuntut agar sektor usaha mereka masuk dalam daftar bisnis penting yang diperbolehkan tetap buka selama lockdown.

Mereka yang ikut aksi protes tersebut termasuk dalam grup Action Culottée (Cheeky Action). Mereka memposting surat terbuka dan pakaian dalam kepada pemerintah di halaman Facebook sebelum mengirimnya ke Matignon.

Seorang pemilik toko mengirim dua pasang pakaian dalam terpisah dan menulis pesan: "Saya penting."

Sebuah surat dari kelompok tersebut menyatakan bahwa semua perdagangan itu penting, apa pun yang diperintahkan pemerintah, termasuk penjualan celana dalam.

"Anda akan menemukan terlampir dengan surat ini sebuah elemen kehidupan sehari-hari yang dianggap tidak penting oleh pemerintah Anda: celana dalam," jelas kelompok tersebut.

"Bukankah ini masalah kebersihan dan perlindungan?" mereka bertanya.

baca juga

"Toko bunga, penjual buku, penata rambut, dan bahkan toko kaset telah ditetapkan sebagai bisnis 'penting'. Tapi bagaimana dengan celana dalam? Bukankah itu masalah kebersihan dan perlindungan?" kata kelompok itu dalam siaran pers.

Grup tersebut berharap aksi protes yang mereka lakukan akan "mengingatkan orang-orang akan situasi sangat kritis yang dialami oleh ratusan toko pakaian dalam di seluruh Prancis".

Menteri Kesehatan Prancis Olivier Véran mengatakan minggu ini bisnis yang tidak penting dapat segera dibuka kembali.

"Saya terbuka untuk gagasan pendekatan teritori demi teritori saat kami mencabut aturan - seperti saat kami menerapkannya," katanya.

Olivier Véran juga menambahkan bahwa pembatasan akan mulai dicabut pada pertengahan Mei.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejumlah Negara Lockdown, DKI Terjadi Peningkatan Kasus Covid-19

Sejumlah Negara Lockdown, DKI Terjadi Peningkatan Kasus Covid-19

Jakarta | Selasa, 20 April 2021 | 20:47 WIB

Ada Klaster Hajatan, Padukuhan Ngasem Gunungkidul Dilockdown

Ada Klaster Hajatan, Padukuhan Ngasem Gunungkidul Dilockdown

Jogja | Selasa, 20 April 2021 | 12:52 WIB

Kota-kota Negara Luar Lockdown, Anies: Jangan sampai Terjadi di Jakarta

Kota-kota Negara Luar Lockdown, Anies: Jangan sampai Terjadi di Jakarta

News | Selasa, 20 April 2021 | 12:45 WIB

Terkini

Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam

Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:09 WIB

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa

Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:59 WIB

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:58 WIB

Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan

Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:56 WIB

Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat

Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi

55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:41 WIB

Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur

Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:38 WIB

Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi

Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:31 WIB

Kejagung 'Banjir' Alat Bukti Korupsi MBG, Upaya Sony Sonjaya Jadi JC Berakhir Sia-sia?

Kejagung 'Banjir' Alat Bukti Korupsi MBG, Upaya Sony Sonjaya Jadi JC Berakhir Sia-sia?

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:27 WIB