Jalan Sunyi Para Pembelah Samudera, Kronologi Tragedi Nanggala 402

Reza Gunadha | Suara.com

Senin, 26 April 2021 | 18:36 WIB
Jalan Sunyi Para Pembelah Samudera, Kronologi Tragedi Nanggala 402
[Suara.com/Ema/Septi]

Suara.com - Sebanyak 53 prajurit TNI AL meninggal dunia, dalam tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali.

Tragedi prajurit pembelah samudera itu menyisakan banyak kisah mengharukan, terutama bagi keluarga besar para prajurit.

Kapal yang membawa 53 personel TNI AL tersebut, diduga oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kehilangan kontak tidak lama setelah diberi izin menyelam dan diperkirakan sedang berada di kedalaman 700 meter di bawah permukaan air.

 Kapal selam berusia 44 tahun itu dilengkapi dengan cadangan oksigen yang hanya dapat bertahan selama 72 jam.

Salah satu hal yang kemudian banyak dipertanyakan di media sosial adalah mengapa para awak kapal selam tidak keluar dari pintu emergency dan untuk menyelamatkan dirinya sendiri?

Pertama, perlu diketahui bahwa pintu darurat yang ada di kapal selam tidak bisa dibuka dengan leluasa karena telah dirancang jauh lebih rumit supaya tidak bisa dimasuki air laut.

Sebagai pengganti, telah tersedia kompartemen penyelamat di mana bagian tersebut tidak bisa dimasuki air karena memiliki sistem isolasi walau bagian kapal lain telah bocor.

Jika awal kapal memutuskan keluar di kedalaman 700 meter, maka air akan memenuhi ruang kosong kapal hanya dalam hitungan detik.

Jika dalam kedalaman rendah, awak kapal masih mungkin menahan tekanan air yang masuk dan berenang ke luar.

 Namun perlu diketahui bahwa tekanan air akan meningkat sebanyak 1 atm setiap kedalaman 10 meter.

Maka, jika tekanan di udara adalah 1 atm, tekanan di kedalaman 700 meter akan berada di angka 70 atm. Sementara manusia hanya bisa bertahan pada sekitar 3 sampai 4 atm.

Sehingga berenang dalam kedalaman 700 meter dinilai mustahil bagi manusia karena tekanannya akan sama seperti diinjak 100 ekor gajah di kepala.

Selain itu, dalam hitungan detik gendang telinga juga akan pecah. Begitu juga dengan paru-paru yang termampatkan dan menyebabkan sakit yang luar biasa sebelum akhirnya pecah. Hal itu akan terus berlanjut hingga pembuluh darah dan organ di seluruh tubuh yang hancur.

Sehingga membuka pintu kapal selam dan berenang ke luar di kedalaman 700 meter merupakan hal mustahil untuk dilakukan.

Berikut infografis kronologi tragedi KRI Naggala 402.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KRI Nanggala: Sahur Terakhir Suheri Ahli Senjata Torpedo

KRI Nanggala: Sahur Terakhir Suheri Ahli Senjata Torpedo

News | Senin, 26 April 2021 | 18:24 WIB

Teman Gugur Tragedi Nanggala, Danlanal Palembang Kenang Kolonel Harry

Teman Gugur Tragedi Nanggala, Danlanal Palembang Kenang Kolonel Harry

Sumsel | Senin, 26 April 2021 | 17:57 WIB

Hotman Paris Ingin Bantu Biaya Pendidikan Anak Kru KRI Nanggala 402

Hotman Paris Ingin Bantu Biaya Pendidikan Anak Kru KRI Nanggala 402

Bekaci | Senin, 26 April 2021 | 17:49 WIB

Suami Dosennya Kru KRI Nanggala 402, UNUSA Gelar Salat Gaib

Suami Dosennya Kru KRI Nanggala 402, UNUSA Gelar Salat Gaib

Jatim | Senin, 26 April 2021 | 17:36 WIB

KRI Nanggala: Deni Richi Tinggalkan Istri Hamil Delapan Bulan

KRI Nanggala: Deni Richi Tinggalkan Istri Hamil Delapan Bulan

News | Senin, 26 April 2021 | 17:29 WIB

Awak KRI Nanggala 402 Gugur, Istri: Suami Saya Sudah Tenang di sisi Allah

Awak KRI Nanggala 402 Gugur, Istri: Suami Saya Sudah Tenang di sisi Allah

Malang | Senin, 26 April 2021 | 17:25 WIB

Suasana Rumah Duka KLS Isy Gunadi Fajar Rahmanto, Awak KRI Nanggala-402

Suasana Rumah Duka KLS Isy Gunadi Fajar Rahmanto, Awak KRI Nanggala-402

Video | Senin, 26 April 2021 | 17:35 WIB

Oknum Polsek Kalasan Dinonaktifkan Usai Komentar Negatif Soal Nanggala-402

Oknum Polsek Kalasan Dinonaktifkan Usai Komentar Negatif Soal Nanggala-402

Jogja | Senin, 26 April 2021 | 17:30 WIB

KRI Nanggala Tenggelam, Ini Kenangan Terakhir Kapten Yohanes Heri Santoso

KRI Nanggala Tenggelam, Ini Kenangan Terakhir Kapten Yohanes Heri Santoso

Jawa Tengah | Senin, 26 April 2021 | 17:30 WIB

Terkini

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:10 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB