KRI Nanggala: Sahur Terakhir Suheri Ahli Senjata Torpedo

Siswanto

Senin, 26 April 2021 | 18:24 WIB
KRI Nanggala: Sahur Terakhir Suheri Ahli Senjata Torpedo
Sejumlah pejabat menaburkan bunga dan melemparkan karangan bunga saat kegiatan Doa dan Tabur Bunga untuk KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali, Buleleng, Bali, Senin (26/4/2021). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Suara.com - Sejumlah karangan buka berjajar di Bronggalan Sawah IV Surabaya. Pengirimnya berbagai instansi, dari TNI Angkatan Laut, Ketua DPRD Surabaya, Wakil Wali Kota Surabaya hingga staf Pascasarjana Universitas Widya Mandala Surabaya.

Di depan rumah dua tingkat berpagar besi hijau, berdiri dua tenda terop dengan kursi berjajar yang sebagian diduduki oleh tetangga, kerabat dan keluarga. Tampak juga beberapa personel TNI AL.

"Silakan duduk mas," kata Untung, seorang pria berusia lanjut, pemilik rumah yang merupakan ayah kandung Suheri.

Suheri adalah seorang aparatur sipil negara  berpangkat Pengatur Muda Tk. I. III/b. Dia adalah satu dari 53 orang awak KRI Nanggala-402 yang mengalami musibah di Perairan Utara Bali.

Suheri, sehari-harinya berdinas dan menjabat sebagai Asembling-Diasembling/Subbag Senjata Khusus Torpedo/Bagian Uji Coba di Arsenal Dissenlekal Mabesal.

ASN ini mempunyai keahlian khusus di bidang senjata torpedo sehingga kesehariannya berkecimpung di bidang senjata berisiko tinggi, apalagi senjatannya bersifat khusus.

Di dalam ruang tamu rumah, seorang perempuan berjilbab dengan mata sembab menerima kedatangan rekan-rekannya. Dia adalah Siti Nurbaya, istri Suheri.

Sehari-hari, Siti Nurbaya berprofesi sebagai guru di salah satu SD negeri di kawasan Kapasari Surabaya.

Saat rekan seprofesinya datang, tangisnya pecah. Temannya mencoba menguatkan dan memberi dukungan agar tetap sabar, tabah dan ikhlas menerima ujian ini.

baca juga

"Saya bilang ke menantu (Siti Nurbaya). Kamu boleh nangis, tapi jangan terlalu berlebihan. Kasihan suamimu. Tangisanmu juga tidak bisa membuat Suheri kembali," ucap Untung bercerita, saat menguatkan menantunya setelah menerima kabar dari TNI AL terkait kondisi Nanggala-402 beserta seluruh awaknya.

Kakek berusia 71 tahun tersebut mengaku lebih kuat saat menerima kabar anaknya yang turut dalam tugas KRI Nanggala-402.

Profesi yang hampir sama dengan anaknya tersebut membuatnya lebih tegar dan memahami risiko yang dihadapi anaknya saat bekerja.

"Saya dulu kerjanya sama dengan Heri ini (panggilan Suheri), juga sebagai ASN, tapi saya bukan di kapal selam. Saya juga sering berpesan kepada dia tentang pekerjaannya," ucapnya.

"Heri ini generasi keempat. Dulu, kakek saya atau kakek buyutnya Heri, juga kerja di bidang Arsenal," kata Untung, menambahkan.

Ia terakhir bertemu anaknya pada Senin (19/4), saat berpamitan hendak bekerja. Tak ada yang aneh saat meminta izin, karena saat akan berlayar juga selalu pamit.

"Rumah Heri agak masuk, dan ini rumah saya. Jadi saat berangkat, dia mampir dan pamitan. Termasuk Senin pagi itu, dia pamit mau berlayar. Seperti biasa, dia bilang mau berlayar dan minta didoakan berhasil," katanya, mengenang.

Saat ada kabar kapal selam hilang kontak, Untung mengaku mengetahuinya, tapi tidak menyadari jika anaknya termasuk dalam salah satu awak. Sebab, selain KRI Nanggala, terdapat juga KRI Cakra.

Ia baru tahu saat melihat di televisi bahwa terdapat nama anaknya dalam daftar nama awak KRI Nanggala-402 yang mengalami musibah hilang kontak.

"Ini sudah takdir dari Allah SWT. Semua harus menerimanya dengan ikhlas. Tapi kami masih berharap pencarian terus dilakukan, apapun hasilnya (baik hidup atau tidak), kami sangat siap," tuturnya.

Sahur terakhir

Suheri meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Anak pertamanya seorang perempuan sedang menempuh pendidikan S-3 di Thailand, anak keduanya laki-laki bekerja dan berkuliah S-2 di Universitas Widya Mandala dan anak bungsunya juga laki-laki bersekolah di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

Istri Suheri, Siti Nurbaya, terisak saat melihat karangan bunga ucapan duka cita dari banyak pihak. Ia seolah tak menyangka nama yang ada di papan karang bunga tersebut adalah nama suaminya.

Anak kedua Suheri, Fahmi Abzul Aziz, mengaku tak mendapat firasat apa-apa. Ia teringat Minggu malam, atau Senin dini hari saat santap sahur bareng keluarga juga tak ada pesan khusus yang tersirat.

"Saat itu, ayah, ibu, saya dan adik sahur bareng. Ayah sempat minta nasi pecel dan waktu itu memang sahurnya pecel," kata Fahmi.

Ia hanya teringat pesan ayahnya yang izin akan berlayar bersama kapal selam KRI Nanggala-402 dan berjanji akan kembali ke rumah pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Diakuinya, ayahnya yang dikenal humoris atau sering bercanda, selama beberapa hari terakhir menjadi lebih diam. Namun ia tak menaruh firasat karena mungkin menganggap sang ayah hanya kecapekan, ditambah sedang berpuasa.

Sama seperti harapan sang kakek, ia berharap evakuasi jalan terus dan ayahnya ditemukan dalam kondisi apapun.

"Semoga ayah ditemukan. Meski sudah dalam bentuk jasad, kami siap. Bagian tubuh ayah adalah bagian tubuh kami, keluarganya," ujar Fahmi.

Kenaikan pangkat

Presiden RI Joko Widodo memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi serta bintang jasa Jalasena kepada 53 prajurit TNI Angkatan Laut yang gugur karena tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Pulau Bali.

Pemerintah juga akan menjamin pendidikan putra-putri dari keluarga prajurit KRI Nanggala-402 hingga jenjang pendidikan Strata-1 (S1).

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga menegaskan memberikan beasiswa penuh bagi seluruh putra-putri awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang gugur dalam tugas.

"Betul, Menteri Prabowo Subianto menyampaikan akan memberikan beasiswa penuh, mulai dari SD sampai dengan universitas kepada putra putri prajurit Nanggala 402 yang gugur," kata Juru Bicara Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak, melalui tayangan video.

Prabowo pun berharap dengan beasiswa tersebut anak-anak prajurit Nanggala-402 bisa meneruskan cita-cita ayahnya sebagai pengabdian terhadap orang tuanya yang gugur.

Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan beasiswa pendidikan hingga jenjang kuliah untuk seluruh anak dari awak kapal selam KRI Nanggala-402 warga Surabaya yang dinyatakan gugur saat bertugas.

"Beasiswa adalah bentuk penghargaan dari Pemkot Surabaya, meski tentu ini tidak sebanding dengan pengabdian beliau-beliau yang teguh hingga akhir menjaga laut kita," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan utara Bali pada Rabu (21/4) saat kapal selam tersebut sedang latihan penembakan torpedo.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Bali, Minggu (25/4) menyatakan KRI Nanggala-402 tenggelam (subsunk) setelah pencarian selama 72 jam. Panglima juga menyatakan 53 personel KRI telah gugur.

Sementara itu, Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana Yudo Margono mengatakan KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian di kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut.

Deteksi terhadap beberapa bagian kapal selam diperoleh setelah KRI Rigel-933 menjalankan pencarian di perairan utara Bali menggunakan multibeam echi sounder (MBES), yang kemudian dilanjutkan oleh kapal milik Singapura. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk

Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:15 WIB

Ini Dia Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Hibah Italia untuk TNI AL

Ini Dia Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Hibah Italia untuk TNI AL

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 18:58 WIB

Bakal Jadi Kapal Induk Pertama RI, Ini Rencana Besar TNI AL Rombak Giuseppe Garibaldi

Bakal Jadi Kapal Induk Pertama RI, Ini Rencana Besar TNI AL Rombak Giuseppe Garibaldi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:27 WIB

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

Usia 41 Tahun, Kapal Induk Garibaldi Bakal Diretrofit Agar Bisa Beroperasi 2 Dekade Lagi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:58 WIB

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

Foto | Kamis, 17 September 2026 | 17:42 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Pelampung Ditemukan di Lokasi Pencarian 5 Jurnalis, TNI: Belum Bisa Dipastikan

Pelampung Ditemukan di Lokasi Pencarian 5 Jurnalis, TNI: Belum Bisa Dipastikan

News | Kamis, 10 September 2026 | 20:14 WIB

Dekananto Eko Naik Pangkat! Wakapolda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang Dua

Dekananto Eko Naik Pangkat! Wakapolda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang Dua

News | Rabu, 02 September 2026 | 19:36 WIB

Dulu Bernilai Rp370 Miliar, Eks KRI Ki Hajar Dewantara Kini Dilelang Rp2 Miliar

Dulu Bernilai Rp370 Miliar, Eks KRI Ki Hajar Dewantara Kini Dilelang Rp2 Miliar

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Terkini

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Kalbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:39 WIB

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:22 WIB

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:07 WIB

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

Sumbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:06 WIB

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

Sumsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:00 WIB

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:54 WIB

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

Bali | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×