Tsunami Covid-19 India: Sebuah Ambulans Bawa 22 Jenazah Covid-19 Sekaligus

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 27 April 2021 | 16:26 WIB
Tsunami Covid-19 India: Sebuah Ambulans Bawa 22 Jenazah Covid-19 Sekaligus
Tingginya angka kematian per hari akibat Covid-19 di India. [Sanjay Kanojia/AFP]

Suara.com - Media India melaporkan bahwa satu ambulans di Ambajogai, India membawa 22 mayat yang meninggal karena Covid-19 untuk dibawa ke krematorium.

Menyadur Times of India, Selasa (27/4/2021) ambulans tersebut membawa 22 pasien yang meninggal karena Covid-19 di Ambajogai, distrik Beed, negara bagian Maharashtra.

Insiden tersebut memicu kemarahan, memaksa pemerintah kabupaten Beed untuk bergegas menugaskan sebuah tim ke Ambajogai, untuk menyelidiki masalah tersebut.

Seorang saksi mata insiden tersebut mengaku jika ponselnya dan milik dua kerabat salah satu dari puluhan mayat tersebut disita oleh polisi saat mereka mencoba mengambil gambar kondisi ambulans.

Ponsel mereka dikembalikan setelah upacara terakhir proses kremasi dilakukan, katanya.

Para pejabat mengatakan 22 jenazah itu dibawa dari kamar mayat Swami Ramanand Teerth Marathwada Government Medical College (SRTMGMC) di Ambajogai.

Pihak berwenang mengatakan 14 dari 22 mayat tersebut telah meninggal pada hari Sabtu dan sisanya pada hari Minggu. Sembilan lainnya meninggal di pusat Covid-19 Lokhandi Savargaon.

"Saya telah memerintahkan petugas tambahan Ambajogai untuk menyelidiki masalah tersebut. Kami akan memulai tindakan terhadap siapa pun yang dinyatakan bersalah." ujar Ravindra Jagtap, pihak berwenang distrik Beed.

Saksi mata lainnya, Abhijit Jagtap, membenarkan kepada TOI bahwa dua kerabat yang mencoba merekam jenazah di dalam ambulans ponselnya disita oleh polisi.

baca juga

"Hanya ada dua ambulans untuk membawa mayat ke krematorium. Kami telah meminta lebih banyak ambulans," kata Kepala SRTMGMC, Dr Shivaji Sukre.

"Tanggung jawab kami adalah menyerahkan jenazah kepada badan sipil Ambajogai untuk melakukan upacara terakhir. Apa yang dilakukan badan sipil tidak dalam kendali kami," sambungnya.

Dr Shivaji Sukre mengatakan bahwa sesuai peraturan, badan sipil mengumpulkan jenazah dua kali sehari untuk dikremasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaster COVID-19 Perkantoran di Jakarta Naik, Mau WFH Lagi?

Klaster COVID-19 Perkantoran di Jakarta Naik, Mau WFH Lagi?

Jakarta | Selasa, 27 April 2021 | 15:30 WIB

Kasus Suap Petugas Karantina Soetta, Satgas: Jangan Bermain dengan Nyawa

Kasus Suap Petugas Karantina Soetta, Satgas: Jangan Bermain dengan Nyawa

News | Selasa, 27 April 2021 | 15:26 WIB

Calon Suami Positif Covid-19, Perempuan Ini Rela Nikah pakai APD

Calon Suami Positif Covid-19, Perempuan Ini Rela Nikah pakai APD

Lifestyle | Selasa, 27 April 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026

Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026

Bali | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Manusia Zaman Es di Sulawesi Konsumsi Buah Pinang Sejak Ribuan Tahun Silam, Lebih Tua dari Ganja

Manusia Zaman Es di Sulawesi Konsumsi Buah Pinang Sejak Ribuan Tahun Silam, Lebih Tua dari Ganja

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:19 WIB

BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih

BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Urutan Skincare Pagi Lengkap sebelum Ditimpa Makeup dan Sunscreen

Urutan Skincare Pagi Lengkap sebelum Ditimpa Makeup dan Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Bupati Purwakarta Minta Proyek Data Center AI BDx Lengkapi Amdal dan PBG

Bupati Purwakarta Minta Proyek Data Center AI BDx Lengkapi Amdal dan PBG

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:09 WIB

7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh

7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:38 WIB

×