Jenderal Prancis Peringatkan Perang Saudara, Ancaman Sanksi Menanti

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Kamis, 29 April 2021 | 18:25 WIB
Jenderal Prancis Peringatkan Perang Saudara, Ancaman Sanksi Menanti
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara di depan Basilika Notre-Dame de l'Assomption di Nice, tempat tiga orang dibunuh oleh orang yang diduga teroris pada Kamis pagi waktu setempat (29/10/2020). [AFP/Eric Gaillard]

Suara.com - Sebuah surat terbuka yang berisi peringatan perang saudara muncul di Prancis. Menyadur DW Kamis (29/04), surat itu ditandatangani oleh pensiunan jenderal Antoine Martinez.

Surat itu mengisyaratkan bahwa militer dapat mengambil tindakan jika Prancis gagal menindak penduduk daerah imigran pinggiran. "Prancis dalam bahaya," tulis surat itu.

Disebutkan bahwa Islamisme dan gerombolan dari pinggiran kota dapat menciptakan kebencian antar komunitas.

"Orang yang menjalankan negara kita harus menemukan keberanian yang dibutuhkan untuk memberantas bahaya ini," kata para tentara yang membubuhkan tanda tangan.

Mereka mendesak negara untuk menggunakan hukum agar bisa memperbaiki keadaan, dan memperingatkan kekacauan yang berkembang bisa berakhir dengan perang saudara.

Jean Castex. (AFP)
Jean Castex. (AFP)

Belakangan, oknum yang terlibat dalam surat itu akan diberi sanksi di hadapan dewan militer. Mereka termasuk 4 perwira dan setidaknya 20 pensiunan jenderal.

"Masing-masing akan menghadap dewan militer senior," kata Jenderal Francois Lecointre kepada Le Parisian. Lecointre mengatakan bahwa mereka bisa dihapus dari daftar atau pensiun dini.

Sementara itu, Perdana Menteri Prancis, Jean Castex mengatakan campur tangan tokoh militer dalam politik telah melanggar prinsip republik Prancis juga kehormatan dan tugas tentara.

Surat terbuka itu ditandatangani oleh ribuan orang, termasuk tentara. Beberapa diyakini memiliki hubungan dengan gerakan anti-imigrasi sayap kanan.

Pensiunan jenderal, Antoine Martinez, yang mendirikan kelompok sayap kanan, Volontaires pour la France juga termasuk di antara para penandatangan.

Laporan menyebut sekitar 100 perwira berpangkat dan lebih dari 1.000 personel militer menandatangani surat itu.

Menteri angkatan bersenjata Prancis mengatakan surat terbuka itu disahkan oleh Marine Le Pen, tokoh oposisi Prancis. Ia menyebut hal ini mencerminkan kesalahpahaman yang serius terhadap militer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perjalanan Paus Fransiskus ke Irak: Persaudaraan di Atas Perang Saudara

Perjalanan Paus Fransiskus ke Irak: Persaudaraan di Atas Perang Saudara

News | Senin, 08 Maret 2021 | 14:30 WIB

Perang Saudara, Dua Juta Penduduk Ethiopia Terancam Kelaparan

Perang Saudara, Dua Juta Penduduk Ethiopia Terancam Kelaparan

News | Kamis, 12 November 2020 | 17:05 WIB

Jika Kim Jong Un Meninggal, Ahli Prediksi Terjadi Krisis dan Perang Saudara

Jika Kim Jong Un Meninggal, Ahli Prediksi Terjadi Krisis dan Perang Saudara

News | Kamis, 23 April 2020 | 17:45 WIB

Terkini

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Minggu, 26 April 2026 | 06:00 WIB

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

News | Minggu, 26 April 2026 | 00:01 WIB

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 22:05 WIB

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 21:05 WIB

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

News | Sabtu, 25 April 2026 | 20:12 WIB

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:50 WIB

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:10 WIB

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:40 WIB

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:19 WIB