Sepekan Jelang Lebaran, Kementan Klaim Harga Pangan Pokok Nasional Stabil

Erick Tanjung

Jum'at, 07 Mei 2021 | 01:10 WIB
Sepekan Jelang Lebaran, Kementan Klaim Harga Pangan Pokok Nasional Stabil
Pedagang melintas di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Pemerintah menjamin ketersediaan 11 komoditas pangan utama dengan menjaga pasokan, distribusi, maupun stabilitas harga selama Bulan Ramadhan. Antara/Rivan Awal Lingga/aww.

Suara.com - Harga pangan pokok secara nasional terpantau masih stabil dilihat berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan atau BKP Kementerian Pertanian per 6 Mei dibandingkan dengan data harga pangan beberapa waktu sebelumnya.

Berdasarkan data BKP Kementan, mayoritas harga pangan pokok secara nasional per 6 Mei 2021 relatif stabil atau tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan jika dibandingkan dengan data harga pangan per 27 April lalu.

Harga pangan seperti beras medium, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, daging ayam, telur ayam, dan gula pasir relatif stabil.

Harga beras medium masih di kisaran Rp10 ribu per kg, bawang merah Rp31 ribu per kg, bawang putih Rp28 ribu per kg, cabai rawit merah Rp61 ribu per kg, daging ayam Rp36 ribu per kg, telur Rp25 ribu per kg, dan gula pasir Rp13 ribu per kg.

Beberapa harga pangan yang mengalami kenaikan pada 6 Mei dibandingkan dengan 27 April yaitu daging sapi dari Rp124.979 menjadi Rp125.917 per kg, dan minyak goreng dari Rp12.889 menjadi Rp13.035 per kg. Ada pula harga pangan yang bahkan malah mengalami penurunan yaitu cabai merah keriting dari Rp38.759 menjadi Rp36.387 per kg.

Namun jika dibandingkan dengan harga pangan nasional pada 4 Maret lalu di mana harga cabai merah keriting masih di kisaran Rp49 ribu per kg, cabai rawit merah Rp88 per kg, bawang merah Rp32 ribu per kg, dan bawang putih Rp31 ribu per kg.

Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan berbagai langkah agar tidak terjadi lonjakan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Salah satu yang diupayakan adalah Gelar pangan murah oleh Pasar Mitra Tani Kementerian Pertanian yang dilaksanakan dalam menyikapi dinamika pasokan dan harga pangan jelang Lebaran," katanya.

Menurut Hendriadi, kenaikan harga pangan memang wajar terjadi jelang Hari Raya Idul Fitri seiring peningkatan permintaan dari masyarakat. Akan tetapi ia menegaskan bahwa kenaikan harga tidak lebih dari 10 persen atau dalam batas kewajaran.

baca juga

Pasar Mitra Tani (PMT) Kementan menawarkan harga pangan yang lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Contohnya untuk beras ukuran 5 kg dihargai Rp44 ribu di PMT sementara harga rata-rata nasional untuk beras di kisaran Rp10.278 per kg.

Cabai merah keriting dijual Rp30 ribu per kg sementara harga pasaran sekitar Rp36 ribu per kg. Bawang merah Rp25 ribu per kg di mana harga pasaran Rp31.189, bawang putih Rp20 ribu per kg sedangkan harga pasaran Rp28.605 per kg, dan daging ayam Rp31.500 per kg saat harga pasaran Rp36.519 per kg.

Selain itu PMT juga memberikan fasilitas belanja daring gratis ongkir di berbagai aplikasi seperti GrabMart, marketplace milik Pasar Mitra Tani Kementan PasTani, BukaLapak dan juga GoFood. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sarang Burung Walet dan Porang Jadi Komoditas Andalan Ekspor Indonesia

Sarang Burung Walet dan Porang Jadi Komoditas Andalan Ekspor Indonesia

Sulsel | Selasa, 04 Mei 2021 | 21:25 WIB

KPK Rapat Bersama Kementan dan Kemendag, Ini yang Dibahas

KPK Rapat Bersama Kementan dan Kemendag, Ini yang Dibahas

News | Kamis, 22 April 2021 | 12:00 WIB

Kementan Dorong Petani Kakao Gunungkidul Manfaatkan KUR

Kementan Dorong Petani Kakao Gunungkidul Manfaatkan KUR

News | Rabu, 14 April 2021 | 19:01 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×