Setelah India, Nepal Terancam Alami Bencana Covid-19 yang Sama

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Jum'at, 07 Mei 2021 | 15:20 WIB
Setelah India, Nepal Terancam Alami Bencana Covid-19 yang Sama
Bendera Nepal. [shutterstock]

Suara.com - Nepal kini terancam mengalami bencana yang sama dengan India. Menyadur Guardian Jumat (07/05) negara Himalaya itu diprediksi lebih buruk daripada negara tetangganya, India karena perbatasannya panjang dan 'keropos'.

Nepal melaporkan jumlah infeksi baru harian tertinggi, yaitu 9.070 dengan tingkat kepositifan nasional (persentase tes yang hasilnya positif) mencapai 47 persen. Angka ini bahkan lebih tinggi di beberapa lokasi.

Hal ini membuat perdana menteri, KP Sharma Oli minta bantuan tentara untuk turun tangan membantu di fasilitas kesehatan darurat.

Sementara itu pasokan vaksin mulai menipis di Nepal dan rumah sakit sekarang kewalahan karena wabah serius melanda ibu kota, Kathmandu.

Pada awal pekan ini, Oli meminta vaksin dari komunitas internasional untuk memenuhi suntikan kedua karena dosis pertama di negara itu sudah berjalan sesuai jadwal.

Sejumlah pasien COVID-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). India mencatat lebih dari 400.000 kasus COVID-19 baru untuk pertama kalinya saat gelombang kedua virus corona melanda negara tersebut. Upaya vaksinasi besar-besaran negara itu terhambat di beberapa daerah karena kekurangan pasokan vaksin. ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/pras.
Sejumlah pasien COVID-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). India mencatat lebih dari 400.000 kasus COVID-19 baru untuk pertama kalinya saat gelombang kedua virus corona melanda negara tersebut. Upaya vaksinasi besar-besaran negara itu terhambat di beberapa daerah karena kekurangan pasokan vaksin. ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/pras.

Kampanye vaksinasi dari pemerintah yang sembarangan, dengan orang-orang antre berjam-jam di ibu kota, kerap disalahkan sebagai pusat penyebaran penyakit.

Salah satu daerah yang paling parah selain Kathmandu adalah kota Nepalgunj di distrik Banke, dekat perbatasan Uttar Pradesh, India.

Menjelang penutupan perbatasan antara Nepal dan India, kota ini mengalami lonjakan arus masukdari ribuan pekerja migran yang kembali dari India.

“Kami perlu bertindak sekarang dan kami harus bertindak cepat agar memiliki harapan untuk mengatasi bencana manusia ini,” kata Alexander Matheou, direktur Asia Pasifik untuk Federasi Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadiri Festival Kumb Mela, Mantan Raja dan Ratu Nepal Positif Covid-19

Hadiri Festival Kumb Mela, Mantan Raja dan Ratu Nepal Positif Covid-19

News | Rabu, 21 April 2021 | 16:56 WIB

Usai Ikut Acara Umat Hindu di India, Eks Raja dan Ratu Nepal Positif Corona

Usai Ikut Acara Umat Hindu di India, Eks Raja dan Ratu Nepal Positif Corona

News | Rabu, 21 April 2021 | 15:31 WIB

LPEI Biayai Ekspor Pesawat ke Nepal dan Senegal Senilai Rp 354 Miliar

LPEI Biayai Ekspor Pesawat ke Nepal dan Senegal Senilai Rp 354 Miliar

Bisnis | Selasa, 23 Maret 2021 | 14:56 WIB

Terkini

Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026

Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:50 WIB

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:59 WIB

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:25 WIB

Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?

Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:36 WIB

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:50 WIB

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:40 WIB

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:38 WIB

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:30 WIB

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:29 WIB

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:07 WIB