Pengamat Politik: Soal Humanisme di Papua, Sepertinya Jokowi Lupa

Dany Garjito

Senin, 17 Mei 2021 | 12:37 WIB
Pengamat Politik: Soal Humanisme di Papua, Sepertinya Jokowi Lupa
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (instagram/@jokowi)

Suara.com - Perseteruan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih terus terjadi. Akibat kerusuhan tersebut, warga sipil menjadi korban.

Pengamat Politik dari Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) mengingatkan pemerintah untuk melihat persoalan Papua secara komprehensif.

"Soal Papua haruslah dilihat dari beragam perspektif khususnya melalui pendekatan penyelesaian diplomasi dengan memperhatikan aspek-aspek Sosiologis dan Politik," ucap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui keterangan persnya pada Senin (17/5/2021).

Keselamatan warga sipil harus dikedepankan

Menurut Herry, baik pemerintah Indonesia maupun OPM harus mengedepankan keselamatan warga sipil sebagai hukum tertinggi.

"Terus terang bahwa apapun yang terjadi Hak Asasi Manusia tidak boleh diabaikan sebagai salah satu aspek fundamental dan yang harus dikedepankan pada persoalan konflik di Papua termasuk keselamatan warga sipil," kata Direktur Eksekutif CISA ini.

Herry menilai seharusnya pemerintahan Jokowi menanggapi serius terkait beredarnya surat ajakan OPM untuk berdiplomasi sejak Maret 2021.

"Saya lihat sejak Maret 2021 sebenarnya kan OPM telah menginisiasi untuk melakukan dialog-diplomatik dengan melayangkan surat namun tidak ditanggapi oleh Jokowi. Hal ini harus ditindaklanjuti," jelas Herry.

Pemerintahan Jokowi bisa meniru Pemerintahan SBY-JK

baca juga

Direktur Eksekutif CISA ini menambahkan bahwa pendekatan penyelesaian konflik di Papua juga boleh meniru resolusi RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) beberapa tahun silam pada Pemerintahan SBY-JK.

"Resolusi antara RI dan GAM pada saat Presiden SBY berkuasa dulu juga dilakukan melalui perundingan berkali-kali hingga akhirnya tercapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Artinya Jokowi juga harus melakukan upaya yang intens dan konsisten," ungkap Herry.

Herry bahkan justru menyayangkan Jokowi telah lebih dulu melabeli KKB Papua sebagai kelompok terorisme.

"Cukup heran atas label Terorisme terhadap KKB Papua karena hal ini menjadi autokritik terhadap Jokowi yang mana selalu memenangkan kontestasi Pilpres di Papua yang seharusnya lebih percaya diri untuk mampu menaklukan egosektoral yang ada disana," tuturnya.

Herry Mendrofa menilai selama ini Jokowi lebih mengedepankan politik akomodatif sehingga melupakan politik-humanistik pada persoalan Papua.

"Hemat saya bukan hanya mengakomodir dalam konteks posisi politik saja namun ada hal yang paling substantif yakni humanisme. Hal ini saya kira Jokowi sering lupa jika bicara soal Papua," ujar Herry Mendrofa memungkasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditemukan di Dalam Gua, TNI Rebut Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

Ditemukan di Dalam Gua, TNI Rebut Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Empat Bulan dalam Kepulan Asap, Pemerintah Sibuk Mengurus Apa?

Empat Bulan dalam Kepulan Asap, Pemerintah Sibuk Mengurus Apa?

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Menggugat Tata Kelola Pemerintah Terhadap Aset dan Kekayaan Negara

Menggugat Tata Kelola Pemerintah Terhadap Aset dan Kekayaan Negara

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Jokowi Sebut Ada Operasi Politik Soal Isu Ijazah-Pemakzulan Gibran, Guntur Romli PDIP Beri Sindiran

Jokowi Sebut Ada Operasi Politik Soal Isu Ijazah-Pemakzulan Gibran, Guntur Romli PDIP Beri Sindiran

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Operasional 16 Bandara di Papua Terganggu Karhutla

Operasional 16 Bandara di Papua Terganggu Karhutla

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:40 WIB

WALHI Catat 8.324 Titik Panas di Papua, Ribuan Berada di Kawasan Proyek Besar

WALHI Catat 8.324 Titik Panas di Papua, Ribuan Berada di Kawasan Proyek Besar

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Paspor Hijau di Negeri Orang: Ketika Dokumen Negara Menjadi Citra Bangsa

Paspor Hijau di Negeri Orang: Ketika Dokumen Negara Menjadi Citra Bangsa

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Butuh Rombak Menyeluruh, Ini Alasan MK Kasih Waktu 2 Tahun Revisi UU Peradilan Militer

Butuh Rombak Menyeluruh, Ini Alasan MK Kasih Waktu 2 Tahun Revisi UU Peradilan Militer

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Okky Madasari Sentil Influencer: Jangan Sampai Opinion Leaders Jadi Opinion Dealers

Okky Madasari Sentil Influencer: Jangan Sampai Opinion Leaders Jadi Opinion Dealers

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Terkini

Sering Bawa Beban Berat? Ini 5 Kebiasaan yang Bikin Shockbreaker Motor Cepat Rusak

Sering Bawa Beban Berat? Ini 5 Kebiasaan yang Bikin Shockbreaker Motor Cepat Rusak

Otomotif | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Guru Pensiun pada Usia 60, Mengapa Presiden Bisa Memimpin di Usia 75 Tahun?

Guru Pensiun pada Usia 60, Mengapa Presiden Bisa Memimpin di Usia 75 Tahun?

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa

Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:14 WIB

Pemilik Warung di Kampar Bacok Pembeli Gegara Tanya Harga Mi Instan Berubah

Pemilik Warung di Kampar Bacok Pembeli Gegara Tanya Harga Mi Instan Berubah

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:04 WIB

5 Penyebab Wajah Makin Kusam dan Gatal Setelah Pakai Serum Vitamin C

5 Penyebab Wajah Makin Kusam dan Gatal Setelah Pakai Serum Vitamin C

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:02 WIB

The Ordinary Jackpot: Saat Duit Lotre Membungkam Bos Toksik

The Ordinary Jackpot: Saat Duit Lotre Membungkam Bos Toksik

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Sinopsis Otoko Tomodachi, Film Jepang Terbaru Matsuoka Mayu dan Narita Ryo

Sinopsis Otoko Tomodachi, Film Jepang Terbaru Matsuoka Mayu dan Narita Ryo

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

Health | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:35 WIB

×