Dituduh Mau Ciptakan Instabilitas Via PON XX Papua, Veronica Koman: BIN Cari Kambing Hitam

Reza Gunadha, Novian Ardiansyah

Kamis, 27 Mei 2021 | 17:19 WIB
Dituduh Mau Ciptakan Instabilitas Via PON XX Papua, Veronica Koman: BIN Cari Kambing Hitam
Veronica Koman dalam Dialog Publik DPD GAMKI Jakarta [screenshot].

Suara.com - Veronica Koman, aktivis sekaligus pengacara hak asasi manusia yang fokus pada masalah Papua, membantah tuduhan Badan Intelijen Negara soal akan menggunakan Pekan Olahraga Nasional XX untuk menciptakan instabilitas.

Perempuan yang kekinian menjadi pelarian politik di Australia tersebut menilai, justru BIN yang tidak berkompeten dalam melihat situasi politik Papua.

Veronica menilai, BIN hanya mencari 'kambing hitam' atau pihak yang disalahkan terkait konflik Papua - RI, dengan memanfaatkan momen PON XX pada 2-15 Oktober 2021. Dalam hal ini, kata Veronica, dirinyalah yang dijadikan 'kambing hitam'.

"Jadi, bagi saya, ini merupakan bentuk tidak kompetennya BIN terkait masalah Papua, dan kemudian panik, lalu menyalahkan, mencari-cari kambing hitam," kata Veronica Koman kepada Suara.com, kamis (27/5/2021).

Menurut Veronica, kinerja serta analisis BIN seharusnya dipertanyakan banyak pihak, karena acara PON diputuskan digelar di Papua yang notabebe sejak lama menjadi daerah konflik.

Ia mengungkapkan, eskalasi antara kelompok pro-kemerdekaan Papua dengan pemerintah RI kembali meninggi sejak empat tahun lalu, persisnya Desember 2018.

"Eskalasi konflik bersenjata di Papua kembali naik sejak Desember 2018. Sudah tahu begitu, kok bisa ada keputusan PON akan digelar di Papua," kata Veronica.

Kenapa bawa-bawa PON?

Selain itu, Veronica juga mempertanyakan validitas klaim BIN bahwa dirinya serta kelompok pro-referendum Papua hendak menggunakan PON XX guna melancarkan kampanye pembebasan nasional.

baca juga

Sejauh ini, Veronica mengakui hanya sekali membicarakan mengenai PON XX di Papua. Dengan demikian, tuduhan BIN bahwa dirinya hendak menjadikan PON XX sebagai ajang menciptakan instabilitas menjadi gugur.

"Saya tak pernah mengeluarkan komentar soal PON. Hanya satu kali, itu pun awal tahun lalu," kata dia.

Sepengetahuan Veronica pula, kelompok maupun aktivis pro-referendum Papua tidak pernah berbicara tentang PON XX dan dikaitkan dengan agenda pembebasan nasional.

"Sepantauan saya, pihak pro-referendum, aktivisnya, tak ada bawa-bawa PON. Kenapa BIN justru bawa-bawa PON sendiri."

Karena itu, Veronica mengultimatum, "Jadi ini BIN jangan melakukan cipta kondisi situasi konflik dengan tema baru lagi."

Sebelumnya diberitakan, BIN mengklaim mendeteksi pergerakan dari kelompok separatis Papua atau KSP yang ingin memanfaatkan PON XX di Papua untuk menciptakan instabilitas.

Wakil Kepala BIN Letnan Jenderal TNI (Purn) Teddy Lhaksmana Widya Kusuma, dalam rapat Panitia Khusus RUU Otonomi Khusus Papua di DPR, Kamis (27/5), menuding sejumlah nama yang terdeteksi akan memanfaatkan PON di Papua.

"Terdeteksi pula bahwa KSP bermaksud memanfaatkan pelaksanaan PON XX 2021 untuk ciptakan instabilitas, untuk menarik perhatian dunia. Antara lain Veronica Koman dan Benny Wenda di luar negeri," kata Teddy.

Selain lewat PON XX, Teddy mencatat berdasarkan deteksi BIN, KSP juga memanfaatkan momentum amandemen Undang-Undang tentang Otsus Papua Nomor 21 tahun 2001.

Pendukung kemerdekaan Papua, kata dia, menggunakan momentum itu untuk memassifkan berbagai aksi seperti rapat dengar pendapat Majelis Rakyat Papua (MRP), aksi unjuk rasa menyusun petisi rakyat Papua, dan rencana mogok sipil nasional.

"Dan provokasi di media sosial oleh UMLWP, kelompok front politik yang didukung oleh kelompok-kelompok klandestin, melakukan manuver politik dengan mengintervensi dan mengarahkan agenda RDP dan RDPU agar hasil evaluasi Otsus Papua merekomendasi penolakan otsus dan mendukung referendum di Papua," kata Teddy.

Teddy memaparkan, gangguan keamanan itu memang dirancang untuk menciptakan situasi mencekam, sebagai salah satu strategi menutupi penyalahgunaan dan penyelewengan dana otsus Papua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BIN: Veronica Koman dan Benny Wenda Akan Manfaatkan PON XX untuk Bikin Instabilitas

BIN: Veronica Koman dan Benny Wenda Akan Manfaatkan PON XX untuk Bikin Instabilitas

News | Kamis, 27 Mei 2021 | 14:58 WIB

Dituntut 5 Bulan Penjara, Habib Bahar: Alhamdulillah Jaksa Adil

Dituntut 5 Bulan Penjara, Habib Bahar: Alhamdulillah Jaksa Adil

Jabar | Kamis, 27 Mei 2021 | 12:38 WIB

Jayapura Dikabarkan Tolak Jadi Tuan Rumah PON, Begini Respons KONI DIY

Jayapura Dikabarkan Tolak Jadi Tuan Rumah PON, Begini Respons KONI DIY

Jogja | Senin, 24 Mei 2021 | 21:05 WIB

Habib Saggaf Al Jufri: Jangan Ikut-ikutan Aliran yang Selalu Mengkafirkan

Habib Saggaf Al Jufri: Jangan Ikut-ikutan Aliran yang Selalu Mengkafirkan

Jakarta | Senin, 24 Mei 2021 | 19:40 WIB

Sosok Wasyid bin Muhammad Abbas atau Ki Wasyid, Pahlawan Geger Cilegon

Sosok Wasyid bin Muhammad Abbas atau Ki Wasyid, Pahlawan Geger Cilegon

Banten | Senin, 24 Mei 2021 | 13:05 WIB

Kisah Geger Cilegon, Serangan Fajar Petani Banten Jihad Usir Belanda

Kisah Geger Cilegon, Serangan Fajar Petani Banten Jihad Usir Belanda

Banten | Senin, 24 Mei 2021 | 07:55 WIB

Di-PHK, Pengangguran Asal Depok Jadi Polisi Gadungan dan Ngaku Anggota BIN

Di-PHK, Pengangguran Asal Depok Jadi Polisi Gadungan dan Ngaku Anggota BIN

Jakarta | Jum'at, 21 Mei 2021 | 18:10 WIB

Habib Rizieq Ngaku Diintai Drone: Tiga Anggota BIN Lakukan Penyusupan

Habib Rizieq Ngaku Diintai Drone: Tiga Anggota BIN Lakukan Penyusupan

Bogor | Jum'at, 21 Mei 2021 | 07:30 WIB

Terkini

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

×