Sampah Menumpuk Pasca Banjir Rob di Pantai Loang Baloq Mataram

Erick Tanjung

Kamis, 27 Mei 2021 | 17:47 WIB
Sampah Menumpuk Pasca Banjir Rob di Pantai Loang Baloq Mataram
Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana (batik hitam) memantau penanganan dampak banjir rob di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Kamis (27/5/2021) Antara/HO-Diskominfo

Suara.com - Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Mohan Roliskana memantau dampak banjir rob di Pantai Loang Baloq seiring munculnya gerhana bulan total pada Rabu (26/5/2021) malam. Rob terjadi akibat gelombang tinggi yang mencapai sekitar dua meter.

"Fenomena meningkatnya pasang air laut ini merupakan siklus alami seiring dengan bulan purnama dan gerhana bulan kemarin malam," katanya di sela memantau kondisi di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Kamis (27/5).

Dampak dari banjir rob tersebut, menurutnya, merendam sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL), memicu tumpukan sampah ke areal dan kolam Taman Loang Baloq, tapi sudah langsung diatasi dengan gotong royong. Selain itu, terjadi genangan air pada bagian selatan Taman Loang Baloq.

"Terkait dengan itu, saya meminta warga untuk tetap waspada dan lebih berhati-hati dalam menjalankan kegiatan di pantai hingga beberapa hari ke depan," ujarnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor mengatakan, banjir rob di kawasan Pantai Loang Baloq terjadi pada Rabu sekitar pukul 07.00 Wita dan mulai reda sekitar pukul 16.00 Wita. Hal itu merupakan siklus alam seiring dengan purnama dan ada kaitannya dengan gerhana bulan.

"Sesuai informasi dari BMKG, gelombang pasang di sepanjang sembilan kilometer perairan Kota Mataram terjadi enam bulan sekali, tapi lokasinya berubah-rubah. Tahun kemarin (2020-red), banjir rob terjadi di pesisir Bintaro, sedangkan tahun ini di pesisir Pantai Loang Baloq dan di Muara Jangkuk, Lingkungan Bangsal," katanya.

Lebih jauh Mahfuddin menyebutkan, berdasarkan data sementara dampak dari banjir rob tersebut sekitar delapan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Taman Loang Baloq, terendam air bahkan ada juga yang rusak.

"Saat ini, Satgas BPBD dan Satgas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sedang bergotong royong membantu penanganan lapak PKL yang terendam dan penanganan sampah yang masuk ke areal taman dan kolam Loang Baloq," tuturnya.

Selain melakukan pembersihan, tim dari BPBD juga melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami PKL sebab ada juga lapak PKL yang rusak termasuk barang dagangannya.

"Pendataan terhadap dampak yang dialami PKL tersebut sebagai dasar untuk pengajuan penanganan kepada organisasi perangkat daerah terkait," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kawasan Pesisir Utara Surabaya Diterjang Banjir Rob Hingga 30 Cm

Kawasan Pesisir Utara Surabaya Diterjang Banjir Rob Hingga 30 Cm

News | Kamis, 27 Mei 2021 | 17:20 WIB

Dampak Gerhana Bulan Total, Sebagian Kota Surabaya Terendam Banjir Rob

Dampak Gerhana Bulan Total, Sebagian Kota Surabaya Terendam Banjir Rob

Jatim | Kamis, 27 Mei 2021 | 14:44 WIB

Cilacap Dilanda Banjir Rob, Pesisir Selatan Diminta Waspada

Cilacap Dilanda Banjir Rob, Pesisir Selatan Diminta Waspada

Jawa Tengah | Kamis, 27 Mei 2021 | 14:28 WIB

Terkini

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB

Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin

Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:33 WIB

6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah

6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:05 WIB

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

Silmy Karim Tersangka, Pemerintah Belum Akan Tunjuk Wamen Imipas Baru

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:37 WIB

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:05 WIB

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

Sabtu Pagi, DPR dan Pemerintah Gelar Pertemuan Bahas Evaluasi Perkembangan Ekonomi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:01 WIB

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Napas Jakarta Makin Berat, Pramono Serukan Tinggalkan Kendaraan Pribadi

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:46 WIB

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

Rekomendasi Akhir Pekan di Jakarta: Dari Indofest hingga Pameran Keris Nasional

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:18 WIB

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:00 WIB

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:47 WIB