Beredar Pengumuman Rasis di Masjid Austria, Isinya Sudutkan Islam

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Kamis, 03 Juni 2021 | 12:39 WIB
Beredar Pengumuman Rasis di Masjid Austria, Isinya Sudutkan Islam
Papan pengumuman berisi pesan rasis di Austria. (Twitter/@miqdaad)

Suara.com - Papan pengumuman yang berisi pesan rasis banyak ditemukan di dekat masjid di kota Wina, Austria. Anggota komunitas Islam menyebut pesan itu meresahkan.

Menyadur TRT World Kamis (03/06), papan pengumuman itu berisi 'peta Islam' yang kontroversial dengan informasi rinci tentang kegiatan Muslim di negara itu.

Papan tersebut berisi gambar seorang pria dengan jenggot dan kopiah bertuliskan "Perhatian: Politik Islam sudah dekat. Lihat Peta Islam untuk info lebih lanjut".

Menurut sebuah pernyataan oleh Otoritas Agama Islam di Austria (IGGIO) pada hari Rabu, pengumuman tersebut mengekspos banyak masjid untuk diserang.

Di sisi lain, berbagai media di negara itu melaporkan bahwa papan nama anti-Islam mungkin didirikan oleh kelompok rasis "Identitarian," yang mengadvokasi ideologi politik sayap kanan nasionalis pan-Eropa.

Kementerian Integrasi Austria meluncurkan situs internet yang disebut "Peta Nasional Islam" minggu lalu dengan nama dan lokasi lebih dari 620 masjid, asosiasi dan pejabat.

Banyak Muslim merasa distigmatisasi dan terancam keamanannya oleh publikasi alamat dan rincian lainnya di tengah berkembangnya Islamofobia di Austria.

Muslim Austria sangat prihatin atas upaya yang sedang berlangsung oleh Kanselir Sebastian Kurz untuk memperalat Islam untuk agenda sayap kanannya.

Menteri Integrasi Austria Susanne Raab Selasa membela "peta Islam" yang diperdebatkan di tengah meningkatnya kritik di dalam komunitas Muslim negara itu.

Papan pengumuman berisi pesan rasis di Austria. (Twitter/@miqdaad)
Papan pengumuman berisi pesan rasis di Austria. (Twitter/@miqdaad)

"Ini sama sekali bukan kecurigaan umum terhadap Muslim. Ini tentang perjuangan bersama melawan Islam politik sebagai tempat berkembang biaknya ekstremisme," kata Raab kepada surat kabar WELT Jerman.

Komunitas Agama Islam di Austria memperingatkan agar tidak menstigma semua muslim sebagai potensi bahaya bagi masyarakat dan tatanan hukum demokratis di negaranya.

Sementara itu, Dewan Pusat Muslim Jerman mengkritik pemerintah Austria karena meluncurkan "peta Islam" digital yang kontroversial dan menyebutnya "tidak bertanggung jawab".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kibarkan Bendera Israel, Austria Dihujani Kecaman dari Pejabat Turki

Kibarkan Bendera Israel, Austria Dihujani Kecaman dari Pejabat Turki

News | Sabtu, 15 Mei 2021 | 11:39 WIB

Perawat Austria Tewas Usai Divaksin AstraZeneca, Penyebabnya Masih Misteri

Perawat Austria Tewas Usai Divaksin AstraZeneca, Penyebabnya Masih Misteri

Tekno | Senin, 15 Maret 2021 | 13:00 WIB

Bersiap Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru, Austria Karantina 3 Minggu

Bersiap Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru, Austria Karantina 3 Minggu

Health | Minggu, 15 November 2020 | 16:46 WIB

Terkini

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot

News | Kamis, 09 April 2026 | 23:08 WIB

Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir

Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:49 WIB

Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam

Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:49 WIB

DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global

DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global

News | Kamis, 09 April 2026 | 22:06 WIB

Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU

Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:51 WIB

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:29 WIB

Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka

Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:19 WIB

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:12 WIB

Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus

Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:07 WIB

PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya

PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya

News | Kamis, 09 April 2026 | 21:00 WIB