Politisi PDIP Kepleset Sebut Jokowi Pemberantas KPK, Diskakmat Najwa Shihab

Reza Gunadha, Hernawan

Jum'at, 04 Juni 2021 | 16:37 WIB
Politisi PDIP Kepleset Sebut Jokowi Pemberantas KPK, Diskakmat Najwa Shihab
Presiden Jokowi dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila 2021 dari Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (1/6/2021). ANTARA/HO-Youtube Sekretariat Presiden

Suara.com - Politisi PDIP Kapitra Ampera diskakmat presenter Najwa Shihab karena keliru saat menjelaskan sikap Presiden Jokowi terkait polemik Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kapitra Ampera menyebut Presiden Jokowi merupakan bagian dari upaya pelemahan atau pemberantasan KPK.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapitra Ampera setelah menjadi narasumber dalam program Mata Najwa Rabu (2/5/2021). Saat itu, dia tengah berdiskusi di balik layar bersama sejumlah narasumber lainnya.

Kapitra Ampera mengatakan bahwa Jokowi sejatinya peduli dengan KPK. Namun kemudian dia kepleset sampai menyebut Jokowi juga bagian dari pemberantasan KPK.

"Pak Jokowi menyampaikan bahwa dia peduli dengan KPK dan dia bagian dari 'pemberantasan KPK," ujar Kapitra Ampera seperti dikutip Suara.com dari saluran YouTube Najwa Shihab.

Kapitra Ampera kepleset sebut Jokowi memberantas KPK (YouTube/NajwaShihab).
Kapitra Ampera kepleset sebut Jokowi memberantas KPK (YouTube/NajwaShihab).

Pernyataan keliru Kapitra Ampera tersebut kontan memancing sorotan sejumlah narasumber di sana, salah satunya Ketua YLBHI Asfinawati.

Sementara itu, pernyataan Kapitra Ampera itu langsung disambut dengan Najwa Shihab yang menegaskan maksud ucapan tersebut.

"Pemberantasan korupsi (mungkin maksudnya)? Kok memberantas KPK," kata Najwa Shihab.

"Oh aku salah ya?" timpal Kapitra Ampera.

baca juga

Najwa Shihab lantas membalas lagi dengan mengungkit ulang pernyataan Kapitra Ampera. Namun, dia terlihat sedikit tertawa.

"Jangan-jangan maksudnya itu? (Jokowi) memberantas KPK," tegas Najwa Shihab.

Setelah itu, Kapitra Ampera menjadi bahan ledekan bercanda sejumlah narasumber. Meski begitu, dia lantas mengklarifikasi maksudnya.

Kapitra Ampera meluruskan, dia ingin mengatakan bahwa Jokowi tegas melindungi KPK dari para oknum yang berencana merusak lembaga antirusuah itu.

"Bukan maksudnya begini. Maksudnya itu orang-orang yang akan meruntuhkan KPK. Pak Jokowi sudah ditempatnya, mencegah gitu loh maksudnya," terang Kapitra.

Seperti diberitakan sebelumnya, TWK KPK menuai perdebatan dari sejumlah pihak karena telah menggugurkan sejumlah pegawai.

Selain itu, pertanyaan yang diajukan dalam TWK pun memancing polemik lantaran beberapa dinilai tidak pas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuliah Umum USU soal Status Pegawai KPK Disusupi Video Porno

Kuliah Umum USU soal Status Pegawai KPK Disusupi Video Porno

Sumut | Jum'at, 04 Juni 2021 | 16:09 WIB

Kasasi Diterima MA, KPK Minta Terpidana Suheri Terta yang Divonis Bebas Manut ke Jaksa

Kasasi Diterima MA, KPK Minta Terpidana Suheri Terta yang Divonis Bebas Manut ke Jaksa

News | Jum'at, 04 Juni 2021 | 15:06 WIB

Dalih Fokus Pemulihan Ekonomi, Bareskrim Kembalikan Laporan Gratifikasi Ketua KPK ke Dewas

Dalih Fokus Pemulihan Ekonomi, Bareskrim Kembalikan Laporan Gratifikasi Ketua KPK ke Dewas

News | Jum'at, 04 Juni 2021 | 14:41 WIB

Terkini

Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL

Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:26 WIB

Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?

Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:25 WIB

6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI

6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:22 WIB

Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online

Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:18 WIB

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League

Jawa Tengah | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:03 WIB

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:01 WIB

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 08:00 WIB

Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku

Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku

Jawa Tengah | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:55 WIB

Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat

Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:52 WIB

Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?

Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:50 WIB

×