CEK FAKTA: Benarkah Donor Darah dari Orang yang Telah Divaksin Covid Berbahaya?

Reza Gunadha, Aulia Hafisa

Jum'at, 04 Juni 2021 | 21:05 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Donor Darah dari Orang yang Telah Divaksin Covid Berbahaya?
Benarkah Donor Darah dari Orang yang Telah Divaksin Covid Berbahaya? (Turnbackhoax.id)

Suara.com - Beredar sebuah video melalui media sosial Facebook yang menyatakan bahwa donor darah dari orang yang telah diberi vaksin Covid-19 adalah berbahaya. 

Hal ini karena ribuan orang telah meninggal akibat disuntik vaksin, sehingga secara langsung juga dapat mempengaruhi orang yang menerima donor darah dari mereka. 

Video ini menjelaskan bahwa vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat adalah vaksin yang berbahaya karena masih dalam tahap uji coba.

Lalu, benarkah klai tersebut?

Berdasarkan penulusuran Turnbackhoax.id -- Jaringan media Suara.com, klaim yang menyebutkan bahwa berbahaya menerima donor darah dari penerima vaksin Covid-19 adalah keliru.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menyatakan, klaim darah dari pendonor yang sudah divaksin Covid-19 berbahaya tidak benar.

Menurut Nadia, penggunaan darah dari pendonor yang sudah divaksin Covid-19 sama seperti terapi plasma konvalense, sehinggan membentuk anti bodi terhadap Covid-19.

“Jadi justru antibodinya menyelamatkan orang lain,” tuturnya.

Melansir laman redcrossblood.org, jeda waktu donor darah setelah divaksin tergantung jenis vaksin yang diterima. 

baca juga

Normalnya, tidak ada waktu penangguhan bagi pendonor darah yang divaksinasi dengan vaksin COVID-19 yang tidak aktif atau berbasis RNA produksi AstraZeneca, Janssen/J&J, Moderna, Novavax, atau Pfizer.

Namun, jika tidak mengetahui jenis vaksin Covid-19 apa yang diterima, maka masyarakat harus menunggu selama dua minggu baru dapat mendonorkan darahnya.

Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe mengungkapkan bahwa tujuan pemberian jeda ini adalah untuk mengedepankan kehati-hatian serta mengevaluasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada orang yang divaksinasi jika terjadi.

“Namun bukan berarti darah orang yang divaksinasj jadi berbahaya, aman,” paparnya.

Penelusuran lain juga dilakukan terhadap klaim yang menyebut bahwa vaksin Covid-19 adalah vaksin yang masih di dalam tahap uji coba sehingga menyebabkan ribuan kematian bagi penerima vaksin, juga merupakan klaim yang keliru.

Di Indonesia sendiri penyediaan vaksin sudah melewati tahapan uji klinis sehingga layak untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/12758/2020 telah menetapkan vaksin Corona yang beredar di Indonesia. 

Jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia yaitu vaksin yang diproduksi PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac.

Pengujian sampai pemberian vaksin ini pun menunjukkan bahwa efek samping dari vaksin hanya berupa gejala ringan seperti kelelahan, pegal-pegal, sampai demam.

Sampai saat ini belum ada penelitian resmi yang membuktikan keterkaitan antara kematian dengan vaksinasi.

Jika pun ada keadaan seperti itu, biasanya terjadi pada lansia yang memiliki kondisi rentan atau karena penyakit bawaan. 

Hal ini sekaligus membantah klaim yang menyatakan ribuan masyarakat meninggal akibat vaksin Covid-19.

Kesimpulan

Jadi dari seluruh penelusuran di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebutkan bahwa menerima donor darah dari orang yang telah divaksin dapat menimbulkan bahaya merupakan hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Orang yang Divaksinasi Covid-19 di Asia-Pasifik Kalah Jauh dari Amerika & Eropa

Jumlah Orang yang Divaksinasi Covid-19 di Asia-Pasifik Kalah Jauh dari Amerika & Eropa

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 17:15 WIB

Bantu Senegal, Prancis Sumbangkan 184.000 Dosis Vaksin AstraZeneca

Bantu Senegal, Prancis Sumbangkan 184.000 Dosis Vaksin AstraZeneca

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 14:31 WIB

Pemkot Bogor Prioritaskan Vaksin Untuk Orang Dengan Keterbelakangan Mental

Pemkot Bogor Prioritaskan Vaksin Untuk Orang Dengan Keterbelakangan Mental

Bogor | Jum'at, 04 Juni 2021 | 11:03 WIB

9 Ribu Penyandang Disabilitas dan ODGJ Jadi Target Vaksinasi Covid-19 di Surabaya

9 Ribu Penyandang Disabilitas dan ODGJ Jadi Target Vaksinasi Covid-19 di Surabaya

Jatim | Jum'at, 04 Juni 2021 | 10:58 WIB

Update Covid-19 Global: Stok Vaksin Melimpah, AS Bagikan 80 Juta Dosis ke Negara Dunia

Update Covid-19 Global: Stok Vaksin Melimpah, AS Bagikan 80 Juta Dosis ke Negara Dunia

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 10:31 WIB

Dijatah 352.000 Dosis, Pemkab Banyuwangi Kebut Vaksinasi Covid-19

Dijatah 352.000 Dosis, Pemkab Banyuwangi Kebut Vaksinasi Covid-19

Malang | Jum'at, 04 Juni 2021 | 10:19 WIB

Terkini

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:28 WIB

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:20 WIB

OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Jadi Satu dari Lima Tersangka

OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Jadi Satu dari Lima Tersangka

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:19 WIB

7 Produk Solusi Organic Renewage Martha Tilaar yang Bikin Kulit Kencang di Usia 40 Tahun

7 Produk Solusi Organic Renewage Martha Tilaar yang Bikin Kulit Kencang di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi

Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:16 WIB

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:15 WIB

×