Halau Belasan Gajah Liar, Pihak Berwenang China Kerahkan Drone hingga 500 Personel

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 07 Juni 2021 | 13:53 WIB
Halau Belasan Gajah Liar, Pihak Berwenang China Kerahkan Drone hingga 500 Personel
Kawanan gajah liar Asia yang masuk perkampungan di China.[Twitter]

Suara.com - Pihak berwenang China mengerahkan drone, kendaraan, hingga ratusan personel untuk mengarahkan 15 gajah liar Asia melakukan perjalanan di tengah-tengah perkampungan warga.

Kawanan gajah ini memulai perjalanannya dari cagar alam di Prefektur Otonomi Xishuangbanna Dai selatan dan berjalan kaki sekitar 300 mil (500 km).

Pada hari Minggu, sebuah komando khusus dibentuk di provinsi Yunnan untuk memantau dan diharapkan mengarahkan belasan gajah tersebut.

Bahkan, pihak berwenang Yunnan mengerahkan 14 drone untuk memeriksa dan memantau kondisi gajah-gajah itu. Mereka juga menerjunkan 510 personel dan lebih dari 110 kendaraan.

Pasukan besar tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memblokir jalan dan mengalihkan hewan dari ibukota provinsi, Kunming, menuju daerah pedesaan, kantor berita Xinhua melaporkan, disadur dari Russian Today Senin (7/6/2021).

Gajah Asia adalah spesies yang sangat dilindungi di China. Kawanan gajah liar itu, yang telah melakukan perjalanan lebih jauh ke utara daripada jenis lainnya, menarik perhatian warga sekitar.

Sebuah video menunjukkan para pelancong berbadan besar tersebut berjalan di tengah-tengah kawasan padat penduduk.

Orang-orang yang kebetulan berada di sekitar gajah-gajah itu terpana melihat hewan besar itu berjalanan di tengah kampung.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Twitter, terlihat kawanan gajah tersebut minum dari keran air milik warga.

baca juga

Namun, bagi para petani setempat kawanan gajah yang tak terbendung itu lebih mirip wabah belalang. Belasan gajah itu telah menyebabkan kerusakan senilai USD 1,1 juta.

Pihak berwenang memperingatkan warga untuk menjaga jarak karena, jika gajah-gajah itu takut atau marah mereka dapat melukai atau membunuh.

Tidak jelas apa yang memicu perjalanan panjang gajah-gajah tersebut, yang dimulai pada Maret 2020 hingga sampai di perkampungan pada tahun ini.

Beberapa ahli menyebut jika itu adalah bukti keberhasilan China dalam melestarikan dan meningkatkan populasi gajah Asia.

Awalnya, kawanan tersebut berjumlah 16 ekor, tetapi berpisah dengan beberapa anggota di tengah-tengah perjalanan. Beberapa bayi gajah juga dilaporkan lahir selama perjalanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Kecelakaan Tambang Batu Bara di China, 2 Orang Tewas dan 12 Lainnya Hilang

Dua Kecelakaan Tambang Batu Bara di China, 2 Orang Tewas dan 12 Lainnya Hilang

News | Senin, 07 Juni 2021 | 05:21 WIB

Erick Thohir Gandeng China Garap Proyek Strategis BUMN

Erick Thohir Gandeng China Garap Proyek Strategis BUMN

Bisnis | Minggu, 06 Juni 2021 | 12:48 WIB

Viral Kerumunan Antrean 'WNA China' di Bandara Pekanbaru, Ini Faktanya

Viral Kerumunan Antrean 'WNA China' di Bandara Pekanbaru, Ini Faktanya

Riau | Minggu, 06 Juni 2021 | 09:01 WIB

Terkini

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

8 Perbedaan Energi Potensial Gravitasi dan Energi Potensial Pegas

8 Perbedaan Energi Potensial Gravitasi dan Energi Potensial Pegas

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Anak Jakarta Bisa Kuliah S2-S3 di Kampus Dunia, Pemprov Siapkan Rp 100 Miliar

Anak Jakarta Bisa Kuliah S2-S3 di Kampus Dunia, Pemprov Siapkan Rp 100 Miliar

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:17 WIB

OJK Siapkan Aplikasi Anti-Scam, Rekening dan Nomor Bisa Dicek Sebelum Transfer

OJK Siapkan Aplikasi Anti-Scam, Rekening dan Nomor Bisa Dicek Sebelum Transfer

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:16 WIB

×