PKS: Pilpres 2024 Harus Lebih Banyak Capresnya, Hindari Keterbelahan

Chandra Iswinarno

Senin, 07 Juni 2021 | 15:58 WIB
PKS: Pilpres 2024 Harus Lebih Banyak Capresnya, Hindari Keterbelahan
Anggota Komisi I DPR RI Jazuli Juwaini. (Dok : DPR)

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berharap agar penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dapat diikuti banyak calon atau kandidat.

Menurutnya, dengan begitu akan meminimalisasi atau menghindarkan dari terjadinya pembelahan sosial di masyarakat.

"Kalau untuk menghindari keterbelahan itu ya itu harus memang diperbanyak calon presidennya, dilebihkan dari dua minimal karena semakin banyak akan terlihat di situ keterbelahan itu akan terhindarkan," kata Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Jazuli mengatakan, PKS sudah sejak lama menyuarakan agar UU nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu direvisi terutama soal ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebanyak 20 persen.

"Kalau PKS dari sebelum-sebelumnya sudah usul agar UU Pemilu itu direvisi supaya presidential threshold itu diturunkan, kenapa? Kan sudah dua kali pemilu ini kan orang komentar macam-macam tuduhannya ada keterbelahan, tuduhannya juga ada identitas ada macam-macam kan," ungkapnya.

Menurutnya, jika ambang batas pencalonan presiden masih berada di angka 20 persen, maka Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan calon saja.

"Jadi ngomong supaya tidak ada keterbelahan tapi tidak mau merubah UU Pemilu atau Pilpres terkait presidential threshold itu kan nggak sinergis, nggak nyambung," tuturnya.

"Kalau terlalu tinggi 20 persen kursi, 25 persen suara, ya artinya orang itu akan bergabung-bergabung yang hanya membuat capres-cawapres hanya dua pasang," sambungnya.

PDIP Hanya Minta Dua Paslon

baca juga

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menginginkan agar kontestasi Pilpres 2024 hanya diramaikan dengan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Hal itu ia ungkapkan saat membicarakan perihal peluang membangun koalisi dengan sejumlah partai politik menuju 2024.

Hasto menuturkan, dengan dua pasangan calon membuat pelaksanaan pilpres lebih ringkas lantaran tidak perlu melakukan pemungutan suara sampai dua putaran.

"Kami akan membangun koalisi sehingga paling tidak pemilu ke depan itu hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Jadi tidak ada dua ronde supaya energi kita ini bisa difokuskan mengatasi berbagai persoalan," kata Hasto dalam diskusi daring Para Syndicate, Jumat (28/5/2021).

Hasto berpandangan dengan membangun koalisi dengan harapan pilpres satu putaran, dapat membuat energi bisa disalurkan untuk hal lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duet AHY-Airlangga Hartarto, Petinggi Demokrat Sampaikan Prediksi Ini

Duet AHY-Airlangga Hartarto, Petinggi Demokrat Sampaikan Prediksi Ini

Riau | Senin, 07 Juni 2021 | 10:47 WIB

Hasil Survei: HRS dan UAS Jadi Kandidat Capres Pilihan Publik, Nama Beken Lain Kalah

Hasil Survei: HRS dan UAS Jadi Kandidat Capres Pilihan Publik, Nama Beken Lain Kalah

News | Minggu, 06 Juni 2021 | 16:54 WIB

Ridwan Kamil Siap Nyapres di 2024, Ada Parpol yang Dukung?

Ridwan Kamil Siap Nyapres di 2024, Ada Parpol yang Dukung?

Jabar | Minggu, 06 Juni 2021 | 09:00 WIB

Terkini

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×