alexametrics

Lonjakan Kasus Covid Pasca Lebaran 2021 Capai 53,4 Persen, Satgas: Tak Sebesar Tahun Lalu

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Lonjakan Kasus Covid Pasca Lebaran 2021 Capai 53,4 Persen, Satgas: Tak Sebesar Tahun Lalu
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito / Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

"Jika dilihat lebih dalam, kenaikan pada tingkat provinsi tahun ini tidak sebesar tahun lalu, jika tahun lalu bisa mencapai 500 persen..."

Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan lonjakan kasus positif corona usai libur Hari Raya Idul Fitri 2021 secara nasional naik sebesar 53,4 persen dalam tiga pekan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada lebaran tahun lalu yang mencapai 80,5 persen.

"Pada tahun ini kenaikan yang terjadi tidak setinggi tahun lalu, tahun ini terjadi kenaikan sebesar 53,4 persen pada tiga minggu setelah periode Idul Fitri," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Rabu (9/6/2021).

Lonjakan kasus pada tahun ini dikontribusikan oleh Jawa Tengah yang naik 120 persen, Kepulauan Riau naik 82 persen, Sumatera Barat naik 73 persen, DKI Jakarta naik 63 persen, dan Jawa Barat naik 23 persen.

Baca Juga: Update 9 Juni: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 7.725, Kasus Aktif Tembus 100 Ribu

"Jika dilihat lebih dalam, kenaikan pada tingkat provinsi tahun ini tidak sebesar tahun lalu, jika tahun lalu bisa mencapai 500 persen, tahun ini kenaikan paling tinggi hanya sebesar 120 persen," jelasnya.

Meski begitu, tahun ini Satgas mencatat terjadi peningkatan kasus yang besar di Kudus hingga 7.594 persen.

Disusul Jepara naik 682 persen, Sragen naik 338 persen, Kota Semarang naik 193 persen, dan Semarang naik 94 persen.

Wiku meminta antar daerah untuk saling berkoordinasi dan membantu jika terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di daerah sekitarnya.

“BOR yang tinggi dapat diturunkan dengan mengonversi tempat tidur biasa dengan tempat tidur untuk layanan Covid-19 atau bisa juga mentransfer pasien ke RS di wilayah terdekat,” ujar Wiku.

Baca Juga: Korupsi Bansos Covid-19, Adik Ihsan Yunus Minta Fee 5 Persen Dari Vendor

Wiku juga meminta semua pemerintah daerah di Jateng untuk melakukan antisipasi dengan penguatan 3T; testing, tracing, dan treatment agar lonjakan kasus dapat terkendali dengan baik.

Komentar