Soroti BUMN yang Merugi, Fadli Zon: Tersungkur Akibat Joroknya Tata Kelola

Dany Garjito | Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Kamis, 10 Juni 2021 | 14:27 WIB
Soroti BUMN yang Merugi, Fadli Zon: Tersungkur Akibat Joroknya Tata Kelola
Foto Fadli Zon Baca Buku (Twitter/FadliZon).

Suara.com - Politikus Partai Gelora Fadli Zon mengkritik tajam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kritikan ini dilayangkan setelah PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) disebut berada di ambang kebangkrutan.

"BUMN kita tersungkur akibat beban penugasan dan joroknya tata kelola," kritik Fadli Zon di Twitter seperti dikutip oleh Suara.com, Kamis (10/6/2021).

Fadli Zon membeberkan utang Garuda Indonesia yang sudah menggunung. Maskapai penerbangan yang sudah 72 tahun berdiri itu tercatat memiliki utang sebesar Rp70 triliun.

"Saat ini Garuda tercatat memiliki utang US$4,9 miliar dolar, atau setara Rp70 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar Rp1 triliun setiap bulannya jika Garuda terus menunda pembayaran kepada pemasok (lessor)," jelas Fadli Zon.

"Selain utang menggunung, Garuda @IndonesiaGaruda juga terlilit kerugian yang cukup besar. Saat ini, operational cost Garuda tiap bulan mencapai US$150 juta, padahal pendapatannya hanya tinggal US$50 juta. Artinya, tiap bulan perusahaan pelat merah ini merugi sekitar US$100 juta," lanjutnya.

Fadli Zon Kritik BUMN. (Twitter/@fadlizon)
Fadli Zon Kritik BUMN. (Twitter/@fadlizon)

Selain Garuda, Fadli Zon juga memberkan situasi perusahaan pelat merah lainnya, yakni PLN. Ia menyebut utang PLN saat ini sudah mengkhawatirkan karena menembus Rp500 triliun.

"Enam tahun lalu, utang PLN hanya di bawah Rp20 triliun. Namun, hanya dalam satu periode kekuasaan, utang PLN telah meroket menjadi Rp500 triliun," terang Fadli Zon.

Fadli Zon Kritik BUMN. (Twitter/@fadlizon)
Fadli Zon Kritik BUMN. (Twitter/@fadlizon)

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini menyebut utang itu tidak bisa hanya menyalahkan kondisi pandemi Covid-19 saja. Menurutnya, tata kelola BUMN yang berantakan juga menjadi faktor meruginya sejumlah perusahaan pelat merah.

"Meski kabar buruk tadi meruak di tengah pandemi, namun sayangnya kita tak bisa menyalahkan pandemi. Sebab, sejak sebelum pandemipun, utang dan kinerja BUMN kita telah mendapat sorotan dari berbagai lembaga internasional dan pemeringkat utang," tegas Fadli.

"Terlalu banyaknya penugasan Pemerintah, terutama BUMN Karya, yang melebihi kemampuan keuangan perusahaan; warisan inefisiensi organisasi; ditambah dengan penunjukan direksi dan komisaris BUMN yang dilakukan secara tak profesional karena tidak didasarkan pada faktor kompetensi; telah membuat BUMN berada di tubir jurang kebangkrutan," kritiknya.

Fadli Zon Kritik BUMN. (Twitter/@fadlizon)
Fadli Zon Kritik BUMN. (Twitter/@fadlizon)

Lebih lanjut Fadli Zon mengatakan pemerintah hanya fokus terhadap pembangunan infrastruktur. Hal ini tidak diimbangi dengan kemampuan BUMN yang harus menanggung beban utang tinggi.

"Selain masalah tata kelola dan profesionalitas, masalah lain yang telah mendorong BUMN kita berada di jurang kebangkrutan adalah kesalahan Pemerintah dalam memandang dan menempatkan BUMN," kata Fadli Zon.

"Selama ini BUMN ditempatkan sebagai unit bisnis. Karena dimiliki oleh Pemerintah dan mengelola sektor-sektor strategis, BUMN jadi dilihat sebagai perusahaan gigantik. Akibatnya, BUMN kita terus-menerus dikerubuti oleh semut-semut kepentingan yang ingin mengais rezeki," lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Audi Sampaikan Niatan Melakukan Perakitan Lokal

Audi Sampaikan Niatan Melakukan Perakitan Lokal

Otomotif | Kamis, 10 Juni 2021 | 10:05 WIB

Tren SUV Meningkat, Ini Alasan Audi Tetap Luncurkan Sedan di Indonesia

Tren SUV Meningkat, Ini Alasan Audi Tetap Luncurkan Sedan di Indonesia

Otomotif | Rabu, 09 Juni 2021 | 16:40 WIB

Pesan New Audi A5 Bisa Custom, Inden Sekitar Lima Bulan

Pesan New Audi A5 Bisa Custom, Inden Sekitar Lima Bulan

Otomotif | Rabu, 09 Juni 2021 | 15:54 WIB

New Audi A5 Resmi Mendarat di Indonesia, Harga Tembus Rp 1,2 Miliar

New Audi A5 Resmi Mendarat di Indonesia, Harga Tembus Rp 1,2 Miliar

Otomotif | Rabu, 09 Juni 2021 | 13:50 WIB

Kenang 100 Tahun Pak Harto, Fadli Zon Unggah Foto Bersama dengan Soeharto

Kenang 100 Tahun Pak Harto, Fadli Zon Unggah Foto Bersama dengan Soeharto

News | Rabu, 09 Juni 2021 | 13:13 WIB

Erick Thohir Bakal Buang Direksi dan Komisaris BUMN yang Tak Berakhlak

Erick Thohir Bakal Buang Direksi dan Komisaris BUMN yang Tak Berakhlak

Bisnis | Selasa, 08 Juni 2021 | 08:55 WIB

Terkini

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:28 WIB

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:02 WIB

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:01 WIB

Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK

Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:46 WIB

BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber

BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:41 WIB

Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan

Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:41 WIB

BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm

BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:35 WIB

Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung

Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:30 WIB

Modus Toko Kosmetik Terbongkar, Penjual Obat Keras Ilegal di Tamansari Ditangkap Polisi

Modus Toko Kosmetik Terbongkar, Penjual Obat Keras Ilegal di Tamansari Ditangkap Polisi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:25 WIB