Ya Tuhan! Bayi Umur 6 Hari Tewas Terlantar di Kamp Pengungsi Myanmar

Bangun Santoso

Selasa, 15 Juni 2021 | 12:26 WIB
Ya Tuhan! Bayi Umur 6 Hari Tewas Terlantar di Kamp Pengungsi Myanmar
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

Suara.com - Kabar memilukan datang dari kamp pengungsi di Myanmar. Seorang bayi berusia enam hari meninggal setelah kedinginan karena minimnya tempat berlindung dan obat-obatan di kamp orang-orang terlantar akibat pertempuran di Negara Bagian Shan Selatan di negara itu.

Media lokal Myanmar Now melaporkan ibu bayi tersebut termasuk salah satu orang yang tidur di bawah terpal di hutan di Pekhon setelah melarikan diri dari militer.

“Dia (bayi itu) masuk angin karena hujan deras. Dia baik-baik saja selama beberapa hari pertama setelah dilahirkan, dia disusui dengan baik,” kata anggota keluarga tersebut, dikutip dari Myanmar Now.

Bayi itu lahir setelah keluarganya pindah dari Gereja Sacred Heart di Pekhon.

Militer Myanmar menyerang lokasi tersebut dengan peluru artileri sehingga memaksa para pengungsi mencari tempat berlindung lain.

Anggota keluarga bayi tersebut mengungkapkan kamp darurat baru yang kini mereka tinggali sangat kekurangan, termasuk kekurangan selimut.

Seorang pengungsi internal lain mengungkapkan kamp pengungsi di daerah lain juga kekurangan tempat berlindung, obat, dan air minum.

Menurut pengungsi perempuan kendala terbesar di kamp pengungsi ialah pasokan air minum.

“Dan selalu ada 30 orang yang mengantre untuk satu kamar mandi. Sejumlah pendonor sudah memberikan pasokan medis tetapi tidak bervariasi. Hanya obat batuk dan obat sakit perut,” ungkap perempuan tersebut.

baca juga

Perempuan itu mengungkapkan militer membunuh orang-orang yang kembali ke desa mereka untuk mengumpulkan pasokan.

Menurut organisasi sukarelawan Progessive Karenni People Force (PKPF), seorang bayi yang baru berusia beberapa bulan meninggal karena demam di kamp di Negara Bagian Kayah, 29 Mei.

Sebanyak lebih dari 100.000 orang mengungsi akibat bentrokan antara kelompok bersenjata lokal dengan militer di Kayah dan Shan, beberapa bulan belakangan.

Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

Hingga 14 Juni 2021, berdasarkan laporan Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP), pasukan junta telah menewaskan 863 orang sejak kudeta militer. (Sumber: Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berbulan-bulan Ditahan Junta Militer Myanmar, Jurnalis AS Akhirnya Dibebaskan

Berbulan-bulan Ditahan Junta Militer Myanmar, Jurnalis AS Akhirnya Dibebaskan

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 07:39 WIB

Sejumlah Orang akan Bersaksi di Sidang Aung San Suu Kyi

Sejumlah Orang akan Bersaksi di Sidang Aung San Suu Kyi

News | Senin, 14 Juni 2021 | 13:35 WIB

Pesawat Militer Myanmar Jatuh di Mandalay, Junta: Cuaca Buruk

Pesawat Militer Myanmar Jatuh di Mandalay, Junta: Cuaca Buruk

News | Kamis, 10 Juni 2021 | 13:36 WIB

Membelot, Ratusan Tentara Myanmar Serang Balik Militer

Membelot, Ratusan Tentara Myanmar Serang Balik Militer

Sumbar | Kamis, 10 Juni 2021 | 10:22 WIB

Ratusan Tentara Myanmar Membelot, Serang Balik Militer

Ratusan Tentara Myanmar Membelot, Serang Balik Militer

News | Rabu, 09 Juni 2021 | 22:28 WIB

Kekurangan untuk Beli Makan, Aung San Suu Kyi Minta Uang pada Pengacara

Kekurangan untuk Beli Makan, Aung San Suu Kyi Minta Uang pada Pengacara

News | Selasa, 08 Juni 2021 | 19:22 WIB

Konflik Junta Militer Vs Milisi Memanas, Ribuan Warga Myanmar Kabur Hutan

Konflik Junta Militer Vs Milisi Memanas, Ribuan Warga Myanmar Kabur Hutan

News | Selasa, 01 Juni 2021 | 11:41 WIB

Terkini

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Batam | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:19 WIB

×