CEK FAKTA: Viral Video 'Kami Orang Dayak Gerah China Sudah Kuasai Daerah', Benarkah?

Reza Gunadha, Ruth Meliana Dwi Indriani

Jum'at, 18 Juni 2021 | 10:45 WIB
CEK FAKTA: Viral Video 'Kami Orang Dayak Gerah China Sudah Kuasai Daerah', Benarkah?
CEK FAKTA Viral Video 'Kami Orang Dayak Gerah China Sudah Kuasai Daerah'. (Turnbackhoax.id)

Suara.com - Beredar video yang menunjukkan aksi unjuk rasa dengan narasi orang-orang Dayak gerah China sudah mulai kuasai daerah.

Video ini beredar luas dalam aplikasi percakapan WhatsApp. Dalam video itu, nampak sejumlah orang mengenakan pakaian Dayak sedang berunjuk rasa.

Narasi video itu menjelaskan jika orang-orang Dayak sudah mulai gerah dengan adanya China yang menguasai daerah sehingga melakukan unjuk rasa.

Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:

"Kami orang² Dayak sudah mulai gerah adanya cina² yg sudah mengusai daerah …segitunya blum lihat mandaunya jalan dan bisa terbang tebas leher orang yg salah tanpa hrus di pegangnya, silahkan saudara2 kita setanah air dr Sulawesi dr Jawa,dr Aceh dan dr wilayah NKRI manapun mereka satu Pribumi dengan suku Dayak tp yg bukan mereka harus berhadapan dengan kami…Polisi Pastinya ketar ketir jangan tunggu puncaknya tiba yaaa"

CEK FAKTA Viral Video 'Kami Orang Dayak Gerah China Sudah Kuasai Daerah'. (Turnbackhoax.id)
CEK FAKTA Viral Video 'Kami Orang Dayak Gerah China Sudah Kuasai Daerah'. (Turnbackhoax.id)

Lantas benarkah klaim tersebut?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan media Suara.com, adanya video yang diklaim sebagai orang-orang Dayak yang mulai gerah karena adanya orang China yang sudah menguasai daerah merupakan konten yang salah.

Faktanya, aksi unjuk rasa itu bukan karena China. Peristiwa di video itu adalah aksi unjuk rasa Aliansi Dayak Bersatu yang menolak program transmigrasi dari luar Provinsi Kalimantan Tengah di lokasi food Estate di Kalimantan Tengah pada 31 Agustus 2020.

baca juga

Video yang identik itu diunggah di kanal Youtube DAYAKTV OFFICIAL pada 1 September 2020 dengan judul “ALIANSI DAYAK BERSATU DEMO TOLAK MASUKNYA TRANSMIGRASI – KABAR 17 DAYAK TV”.

CEK FAKTA Viral Video 'Kami Orang Dayak Gerah China Sudah Kuasai Daerah'. (Turnbackhoax.id)
CEK FAKTA Viral Video 'Kami Orang Dayak Gerah China Sudah Kuasai Daerah'. (YouTube/DAYAKTV OFFICIAL)

Dilansir dari Bisnis.com, sejumlah angota komunitas adat yang tergabung dalam Aliansi Dayak Bersatu melakukan unjuk rasa di Jalan George Obos, Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada Senin (31/8/2020).

Dalam aksinya mereka menolak program 20 ribu kepala keluarga transmigrasi baru yang akan ditempatkan di Kalimantan Tengah serta mendesak Pemerintah Pusat untuk melibatkan secara penuh tenaga kerja dari masyarakat adat Dayak Kalimantan Tengah dalam program ketahanan pangan baru ‘Food Estate’.

Selain itu, Juru Bicara ADB Ingkit Djaper mengatakan pemerintah pusat tidak perlu menyelesaikan persoalan kemiskinan di pulau Jawa dengan mendatangkan transmigrasi ke Kalimantan Tengah (Kalteng). Pasalnya hal tersebut dinilai sebagai suatu solusi, namun justrus akan membuat masalah baru di provinsi ini.

“Selama ini warga transmigrasi dari luar Kalteng mendapat berbagai fasilitas, mulai dari rumah, listrik, tanah bersertfikat dan jatah hidup selama dua tahun. Sedangkan masyarakat lokal tidak pernah menikmati program seperti itu,” katanya saat aksi damai penolakan transmigrasi baru, Senin (31/8/2020).

“Kami tidak anti terhadap suku manapun, namun kami hanya menolak transmigrasi baru yang mendatangkan ribuan warga dari luar Kalteng. Ini harus menjadi catatan bagi pemerintah daerah dan pusat,” ucapnya.

Terkait penolakan transmigrasi baru dari luar Kalteng ini tidak hanya untuk tahun 2021 saja, melainkan penolakan tersebut untuk jangka panjang. Bahkan pihaknya menuntut moratorium kembali dan menghentikan penempatan transmigrasi dari luar Kalteng untuk selama-lamanya.

Terlepas dari persoalan transmigrasi tersebut, pihaknya menuntut adanya transparansi pelaksanaan program food estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Masyarakat Dayak wajib dilibatkan dalam program ini, baik sebagai tenaga pengawas, tenaga lapangan, tenaga teknis dan tenaga ahli dalam program strategis nasional tersebut.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, maka disimpulkan jika video orang-orang Dayak mulai gerah karena adanya orang China yang sudah menguasai daerah merupakan konten yang salah.

Narasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau misleading content.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disambut Dingin saat Berkenalan, Dikira Tetangga Punya Pesugihan

Disambut Dingin saat Berkenalan, Dikira Tetangga Punya Pesugihan

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 20:29 WIB

Dikatain 'Sarjana kok Nikah Sama Kang Rongsok', Wanita Beri Balasan Telak

Dikatain 'Sarjana kok Nikah Sama Kang Rongsok', Wanita Beri Balasan Telak

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 21:33 WIB

Gegara Terlalu Semangat Lempar Buket Bunga, Lampu Tenda Nikahan Nyaris Ambruk

Gegara Terlalu Semangat Lempar Buket Bunga, Lampu Tenda Nikahan Nyaris Ambruk

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 21:33 WIB

Pedagang Cuci Piring Pakai Air Comberan dan Berita Terpopuler Lainnya

Pedagang Cuci Piring Pakai Air Comberan dan Berita Terpopuler Lainnya

Lifestyle | Kamis, 17 Juni 2021 | 19:27 WIB

Bocah Nangis Kejer Kena Razia, Peluk Motor Agar Tak Digiring Polisi

Bocah Nangis Kejer Kena Razia, Peluk Motor Agar Tak Digiring Polisi

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 19:14 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Pemerintah Bagikan Bantuan Sosial Rp 1,2 Juta untuk Masyarakat?

CEK FAKTA: Benarkah Pemerintah Bagikan Bantuan Sosial Rp 1,2 Juta untuk Masyarakat?

News | Kamis, 17 Juni 2021 | 19:23 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×