Akademisi Unmul Sebut Pembusukan Demokrasi Indonesia Dilakukan Secara Legal Elite Politik

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 02 Juli 2021 | 20:52 WIB
Akademisi Unmul Sebut Pembusukan Demokrasi Indonesia Dilakukan Secara Legal Elite Politik
Ilustrasi demokrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Herdiansyah Hamzah mengungkapkan, pembusukan demokrasi yang terjadi di Indonesia telah dilakukan oleh para elite politik. 

Pernyataan itu disampaikannya merujuk pada pernyataan Ilmuwan Politik Amerika Serikat Samuel Phillips Huntington. 

“Huntington  mengatakan begini demokratisasi gelombang ketiga itu jangan-jangan akan dihancurkan bukan oleh aktor-aktor sistemik negara,  ekstra sistemik seperti militer,  tetapi akan dihancurkan oleh aktor-aktor politik yang sesungguhnya dipilih secara demokratis,” kata Herdiansyah lewat video diskusi daring, Jumat (2/6/2021). 

Dari pernyataan itu, peneliti Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) di Fakultas Hukum Unmul ini memaknainya dengan  persoalan demokrasi yang sedang terjadi di Tanah Air. 

“Kalau kemudian kita membaca situasi demokrasi hari ini justru ya, elite-elite politik yang kemudian dipilih secara demokratis yang berperan besar  dalam melakukan proses pembusukan demokrasi,” ujarnya. 

Hal itu pun menjadi berbahaya, karena elite politik menggunakan cara-cara legal untuk merusak demokrasi. 

“Kalau kawan-kawan bisa membaca bagaimana produk legislasi kita,  mulai dari revisi undang-undang KPK, revisi undang-undang minerba, revisi undang-undang  Mahkamah Konstitusi. Termasuk juga kemudian undang-undang cipta kerja yang dibuat dengan pendekatan omnibus law,  itu  seolah-olah adalah produk-produk  legislasi yang legal,  tetapi sebenarnya di baliknya,  ada kebebasan dan demokrasi yang terancam akibat ulah elite politik,” jelas Herdiansyah.  

Kata dia, pembusukan demokrasi itu bukan hanya dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja. 

“Juga termasuk kekuasaan eksekutif menyertai kekuasaan legislatif, termasuk juga ada kecenderungan dikontribusikan oleh kekuatan yudikatif,” katanya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demokrasi Berkedok Orde Baru, Isu Jabatan Tiga Periode Presiden Mencuat

Demokrasi Berkedok Orde Baru, Isu Jabatan Tiga Periode Presiden Mencuat

News | Jum'at, 02 Juli 2021 | 20:44 WIB

Febri Diansyah: Ruang Publik Kotor Gegara Buzzer sebagai Hama Demokrasi

Febri Diansyah: Ruang Publik Kotor Gegara Buzzer sebagai Hama Demokrasi

News | Jum'at, 02 Juli 2021 | 16:38 WIB

Viral Mahasiswa UI Mau Ganti Demokrasi Indonesia ke Sistem khilafah

Viral Mahasiswa UI Mau Ganti Demokrasi Indonesia ke Sistem khilafah

Bekaci | Kamis, 01 Juli 2021 | 09:02 WIB

Terkini

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

×