Tiga Alasan Mengapa China Lebih Cocok Jadi Juru Damai Israel-Palestina

Liberty Jemadu

Jum'at, 09 Juli 2021 | 06:15 WIB
Tiga Alasan Mengapa China Lebih Cocok Jadi Juru Damai Israel-Palestina
Polisi Israel dan warga Palestina bentrok di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem usai salat Jumat (21/5/2021), hanya beberapa jam setelah Israel dan Hamas mengumumkan gencatan senjata di Gaza. [AFP/Ahmad Gharabli]

Suara.com - Konflik Israel-Palestina yang kembali mencuat pada Mei lalu seharusnya membuka mata terhadap kegagalan komunitas internasional dalam mengakhiri konflik yang berkepanjangan ini.

Mendorong China sebagai alternatif mediator bisa jadi pilihan.

Pada 17 Mei, Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi menawarkan proposal yang berisi empat poin penting untuk mewujudkan perdamaian Israel dan Palestina.

Ini bukan upaya pertama China untuk menengahi perdamaian di kawasan itu. Pada 2014, pemerintah di Beijing juga mengambil langkah yang serupa.

Usulan China tahun ini juga menyerukan perlu adanya upaya kedua belah pihak untuk segera menghentikan tindakan militer dan permusuhan. Hal ini sejalan dengan sikap netral China dalam konflik Israel-Palestina selama ini.

Meski banyak yang berpendapat bahwa upaya China tidak jauh berbeda dengan aktor lain yang berusaha menengahi konflik, ada tiga alasan mengapa China dapat menjadi mediator alternatif dalam mengakhiri konflik ini.

Netral dan kurangnya sejarah agresi

Konflik Israel-Palestina telah membentuk dua blok. Ada blok Barat yang mendukung Israel, seperti Amerika Serikat yang memainkan peran dominannya, dan ada blok negara-negara Muslim yang mendukung saudara-saudara mereka di Palestina.

Amerika Serikat, bersama negara-negara Uni Eropa, Rusia, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah berusaha memfasilitasi negosiasi proses perdamaian Timur Tengah. Namun, sebagian besar dari mereka gagal karena pendekatan Amerika yang mengabaikan kepentingan negara lain (unilateralisme) telah mempersulit penyelesaian masalah Israel-Palestina.

baca juga

Pada saat yang sama, 57 negara-negara mayoritas Muslim yang tergabung Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) selama ini berusaha menjadi suara kolektif dunia Muslim, namun posisinya masih dianggap lemah terkait serangan brutal Israel terhadap Palestina.

Meski tidak dapat sepenuhnya menyelesaikan masalah-masalah yang menghalangi negosiasi damai, China dapat menawarkan pendekatan yang berbeda karena statusnya yang netral atas konflik tersebut.

Dengan sikap netral China dengan Palestina dan Israel serta hubungan mereka dengan kekuatan besar lainnya di Timur Tengah, seperti Hizbullah dan Hamas yang tidak memiliki kerja sama dengan negara-negara Barat karena dianggap sebagai teroris, Beijing tampaknya mampu memfasilitasi proses perdamaian.

Lebih lagi, minimnya agresi China di kawasan ini bisa dibilang alasan lain bagi Timur Tengah untuk optimis tentang dukungan Beijing untuk Palestina.

Berbeda dengan Amerika, Tiongkok tidak pernah melakukan intervensi militer di kawasan, dan berbeda dari Eropa. Tiongkok tidak pernah secara langsung menguasai wilayah di Asia Barat.

Beijing juga tidak memiliki catatan anti-Semitisme yang dapat menghalangi hubungannya dengan Israel. Minimnya sejarah agresi atau anti-Semitisme China di kawasan ini dapat membuka kesempatan bagi Cina untuk menjadi mediator dalam konflik Israel-Palestina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Bongkar Bukti FBI Disusupi Intelijen China: Ada Shadow Government

Donald Trump Bongkar Bukti FBI Disusupi Intelijen China: Ada Shadow Government

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:03 WIB

Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China

Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:50 WIB

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Honda Super One Mencoba Peruntungan di Segmen Mobil Listrik

Honda Super One Mencoba Peruntungan di Segmen Mobil Listrik

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:25 WIB

Cengkeraman Mobil China Semakin Kokoh di Indonesia, Penjualan Melonjak 73,6 Persen

Cengkeraman Mobil China Semakin Kokoh di Indonesia, Penjualan Melonjak 73,6 Persen

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:49 WIB

Drama China Fated Hearts: Dua Musuh Bekerja Sama dalam Satu Misi

Drama China Fated Hearts: Dua Musuh Bekerja Sama dalam Satu Misi

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 15:00 WIB

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal

Otomotif | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:57 WIB

Sinopsis Blossoms of Power, Drama Terbaru Meng Zi Yi dan He Yu di WeTV

Sinopsis Blossoms of Power, Drama Terbaru Meng Zi Yi dan He Yu di WeTV

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:50 WIB

Apple Uji Coba RAM dari China, Strategi Baru Hadapi Lonjakan Harga Memori

Apple Uji Coba RAM dari China, Strategi Baru Hadapi Lonjakan Harga Memori

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:25 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×