facebook

Viral Fresh Graduate Ngamuk Saat Ditolak Melamar Kerja Sebagai Manajer

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Viral Fresh Graduate Ngamuk Saat Ditolak Melamar Kerja Sebagai Manajer
Ilustrasi lamaran kerja (Shuttertstock).

Pria ini melamar untuk posisi manajer yang membutuhkan pengalaman kerja minimal 8 tahun.

Suara.com - Sebuah tangkap layar percakapan antara pencari kerja dengan HRD sebuah perusahaan viral di media sosial. Pelamar yang diketahui bernama Alex ngamuk ini karena lamaran kerjanya ditolak.

Postingan ini diunggah oleh akun Facebook Goom Go Emplyee dan langsung viral dengan 5,6 ribu like dan 2,1 ribu komentar. Postingan itu bahkan dibagikan nyaris 6 ribu kali.

Percakapan itu dibuka dengan pesan yang dikrim oleh HRD yang mengatakan latar belakang pengalaman pria ini tak cocok dengan kriteria manajer yang mereka cari.

"Hai Alex, kami mengapresiasi bahwa kamu tertarik dengan bergabung dengan perusahaan kami. Tapi sayangnya kamu tak bisa menempati posisi Senior Marketing Manajer karena kurangnya pengalaman di dunia kerja."

Baca Juga: Apa Saja yang Dinilai HRD dari CV? Simak 4 Pertimbangan Ini!

Pria bernama Alex itu hanya menjawab pesan dengan singkat, "y?" yang dibaca sebagai 'why' atau mengapa dalam bahasa Indonesia.

Fresh graduate ditolak saat melamar kerja sebagai manajer. (Facebook/Boom Go Employee)
Fresh graduate ditolak saat melamar kerja sebagai manajer. (Facebook/Boom Go Employee)

Selanjutnya HRD menjawab bahwa posisi Senior Marketing Manajer membutuhkan minimal 8 tahun pengalaman, bukan seorang fresh graduate atau lulusan baru.

Tak menyerah, Alex menekankan pihak perusahaan bahwa ia memiliki IPK yang cukup tinggi yaitu 3,5. Namun HRD kemudian membalas dengan kata maaf beserta emotikon tersenyum.

Tak disangka, Alex membalas pesan HRD dengan kata kasar Sohai yang dalam bahasa Kanton berarti bodoh atau gila.

Tangkap layar percakapan itu langsung viral dan dibanjiri komentar iseng warganet. Beberapa ada yang menginginkan posisi yang lebih tinggi karena memiliki IPK yang besar.

Baca Juga: Marahi HRD Suruh Ibu Hamil Kerja saat PPKM Darurat, Anies Salah Sasaran?

"CGPA (IPK) saya sedikit lebih tinggi, bisa mengaplikasikan Kepala departemen?" tulis warganet.

"Hikmah dari CGPA tinggi tak hanya masalah nilai tapi juga etika."

Komentar