Afrika Selatan Rusuh, Aksi Penjarahan Merajalela hingga Tewaskan Puluhan Jiwa

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 14 Juli 2021 | 10:01 WIB
Afrika Selatan Rusuh, Aksi Penjarahan Merajalela hingga Tewaskan Puluhan Jiwa
Ilustrasi Afrika Selatan. [Gordon Johnson/Pixabay]

Suara.com - Sedikitnya 10 mayat ditemukan di sebuah pusat perbelanjaan di provinsi Gauteng, Afrika Selatan, yang porak-poranda setelah dilanda penjarahan oleh masa pro mantan presiden Jacob Zuma.

Perdana Menteri Provinsi Gauteng David Makhura, menyadur Sky News Selasa (13/7/2021) mengatakan bahwa 10 mayat tersebut ditemukan pada Senin (12/7) malam waktu setempat.

Kasus penjarahan di pusat perbelanjaan Soweto adalah insiden terbaru di tengah meningkatnya kerusuhan di Johannesburg. Toko-toko dan bisnis banyak yang menjadi korban penjarahan, tak jarang massa juga merusak serta membakar kendaraan di jalan.

Jumlah korban akibat kerusuhan tersebut meningkat hingga 32 jiwa saat polisi dan militer berjuang untuk meredam aksi penjarahan dan kekerasan di provinsi Gauteng dan KwaZulu-Natal.

Perdana Menteri KwaZulu-Natal Sihle Zikalala mengungkapkan banyak korban berjatuhan saat massa menjarah pusat perbelanjaan.

"Peristiwa kemarin membawa banyak kesedihan. Jumlah orang yang meninggal di KwaZulu-Natal saja mencapai 26," ujar Zikalal kepada wartawan.

"Banyak dari mereka meninggal karena terinjak-injak saat saat orang-orang menjarah barang-barang." sambungnya.

Para pejabat mengatakan bahwa enam orang ditemukan tewas di Gauteng, provinsi terpadat di Afrika Selatan yang mencakup kota Johannesburg.

Meskipun 2.500 tentara sudah diterjunkan untuk membantu polisi Afrika Selatan menangani kerusuhan, aksi penjarahan masih terus berlanjut.

baca juga

Para pendukung Zuma menjadi semakin kriminal di daerah kota miskin di provinsi Gauteng dan KwaZulu-Natal, kata seorang saksi dari pihak berwenang.

Kerusuhan di negara tersebut dipicu ketika mantan presiden Afrika Selatan tersebut dijatuhi hukuman 15 bulan penjara karena kasus penghinaan terhadap pengadilan.

Pria berusia 79 tahun itu dihukum karena menentang perintah pengadilan untuk bersaksi di hadapan penyelidik yang memeriksa tuduhan kasus korupsi saat ia menjabat sebagai presiden dari 2009 hingga 2018.

Pengacara Zuma berpendapat bahwa pengadilan tinggi membuat kesalahan saat menjatuhkan hukuman penjara kepada mantan presiden tersebut.

Setelah 10 jam kesaksian pada hari Senin, hakim pengadilan mengatakan mereka akan mempelajari argumen dan mengumumkan keputusan mereka di kemudian hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma Menyerahkan Diri ke Polisi

Mantan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma Menyerahkan Diri ke Polisi

News | Kamis, 08 Juli 2021 | 15:03 WIB

Wow! Perempuan di Negara Ini Bisa Menikahi Lelaki Sebanyak Mereka Mau?

Wow! Perempuan di Negara Ini Bisa Menikahi Lelaki Sebanyak Mereka Mau?

News | Selasa, 29 Juni 2021 | 05:27 WIB

Heboh Afrika Selatan Bakal Legalkan Poliandri, Pengamat: Tidak Mengejutkan

Heboh Afrika Selatan Bakal Legalkan Poliandri, Pengamat: Tidak Mengejutkan

News | Senin, 28 Juni 2021 | 11:24 WIB

Terkini

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

×