Pernah Kena Cucuk? Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual saat Vaksin Covid-19

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Kamis, 22 Juli 2021 | 15:57 WIB
Pernah Kena Cucuk? Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual saat Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Seorang wanita di Malaysia menjadi korban pelecehan seksual secara verbal oleh vaksinator saat ia menghadiri jadwal vaksinasi covid-19.

Menyadur World Of Buzz Kamis (22/7/2021), insiden tersebut pertama kali diungkapkan oleh Jaw Keyun. Ia menceritakan pengalaman pahitnya saat menghadiri vaksinasi covid-19 di Johor Baru.

Bercerita melalui unggahan di Facebook pada 18 Juli, ia mengungkapkan harus menghadiri jadwal vaksin dan pergi dengan terburu-buru karena sudah terlambat.

Sesampainya di tempat, dia bergegas ke pintu masuk dan seorang petugas mendekatinya. Dia meminta untuk menunjukkan kartu identitas dan mengajaknya berbincang.

Awalnya Keyun mengungkapkan ia hanya diberi pertanyaan mengenai umur, namun akhirnya mengarah ke obrolan yang berbau porno.

"Apakah Anda pernah dicucuk (bersetubuh) sebelumnya? *menunjuk dengan jarinya dan mengarahkannya ke hidungnya." tulis Keyun saat petugas itu bertanya kepadanya.

"Keyun: Tidak *menggelengkan kepala menganggap yang dimaksud petugas adalah tes swab Covid-19." sambungnya.

Kemudian petugas tersebut kembali bertanya: "Apakah Anda ingin saya cucuk Anda?"

Keyun kemudian mengklaim bahwa petugas itu membuat gerakan cabul yakni memasukkan jari telunjuknya ke dalam salah satu telapaknya yang mengepal.

Setelah selesai berbincang dengan petugas tersebut, Keyun mendengar ia masih menjadi bahan obrolan para petugas. Dia mendengar beberapa petugas mengomentari rambutnya.

Keyun mengungkapkan bahwa dia hanya mengenakan pakaian atasan dengan belahan di bahunya dan tidak terlalu memikirkan penampilannya karena sudah terlambat.

"Dia mungkin bercanda tapi setelah komentar 'cucuk', saya merasa tidak nyaman." tulisnya.

Kejadian tersebut terus terlintas di benak Keyun. Ia awalnya ragu untuk memberi tahu suaminya, namun dia memutuskan untuk memberitahunya.

Ketika mendengar cerita istrinya, suami Keyun langsung marah besar dan berniat menghabisi petugas itu, tetapi Keyun tidak bisa mengenali siapa tersangkanya karena mereka semua berpakaian sama.

Keyun mengatakan teman-temannya mendorongnya untuk membuat laporan polisi karena dia pikir ini adalah kasus pelecehan seksual oleh petugas PPV. Dia berharap ada penyelidikan internal terhadap petugas tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mas Gibran, Stok Vaksin Covid-19 di Solo Menipis Lho, Hanya Cukup untuk Sepekan

Mas Gibran, Stok Vaksin Covid-19 di Solo Menipis Lho, Hanya Cukup untuk Sepekan

Surakarta | Kamis, 22 Juli 2021 | 14:42 WIB

Stok Vaksin Covid-19 di Sleman Menipis Hanya Cukup Digunakan 4 Hari Kedepan

Stok Vaksin Covid-19 di Sleman Menipis Hanya Cukup Digunakan 4 Hari Kedepan

Jogja | Kamis, 22 Juli 2021 | 14:30 WIB

Wakil Ketua DPR: Vaksin Gratis Harus Tetap Berjalan untuk Masyarakat

Wakil Ketua DPR: Vaksin Gratis Harus Tetap Berjalan untuk Masyarakat

DPR | Kamis, 22 Juli 2021 | 14:15 WIB

Terkini

Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48

Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:17 WIB

Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan

Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:47 WIB

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:05 WIB

NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk

NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:44 WIB

Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto

Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:15 WIB

Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan

Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 07:24 WIB

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:15 WIB

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:18 WIB

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB