CEK FAKTA: Benarkah Terawan Jadi Penyelamat Dunia Karena Vaksin Nusantara Disetujui?

Reza Gunadha, Ruth Meliana Dwi Indriani

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:04 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Terawan Jadi Penyelamat Dunia Karena Vaksin Nusantara Disetujui?
CEK FAKTA Terawan Jadi Penyelamat Dunia Karena Vaksin Nusatara Disetujui. (Turnbackhoax.id)

Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan dunia akhirnya menyetujui penggunaan vaksin Nusantara buatan Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

Narasi berbentuk video itu dibagikan di YouTube. Dalam narasi tersebut, Terawan dielu-elukan sebagai penyelamat dunia karena vaksin Nusantara disetujui oleh dunia menjadi awal dari berakhirnya pandemi Covid-19.

Video itu juga mengungkap teknologi vaksin yang digunakan Terawan. Vaksin Nusantara dijelaskan berbasis Dendrintic Cell Vaccine Immunotherapy, yang diklaim dapat melawan Covid-19.

Dalam video tersebut, Terawan juga menyampaikan jurnal yang menjadi acuan pengembangan vaksin Nusantara gagasannya. Ia menyatakan Dendrintic Cell Vaccine Immunotherapy bisa melawan SARS-Cov-2 dan dunia sudah menyetujui vaksin tersebut menjadi awal dari berakhirnya Covid-19.

Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:

AKHIRNYA!! DUNIA SETUJUI VAKSIN NUSANTARA, DOKTER TERAWAN TERDEPAN BERHASIL SELAMATKAN DUNIA

Kita sudah punya teknologinya kita tinggal ngembangkannya dan kita bisa menjadi negara pertama di dunia yang mengembangkan Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy yang dunia juga sudah menyetujui menjadi, atau menghipotesiskan untuk menjadi the beginning of the end, mulai untuk mengakhiri Covid-19. SARS-Cov-2 artinya apa? Artinya kita bisa menyesuaikan kapan saja mau mutasi kayak apa bisa kita sesuaikan. Dampaknya ketahanan kesehatan nasional menghadapi pandemi ini bisa kita atasi dengan membuat imunitas yang baik buat setiap warga negara. Sekarang di seluruh dunia sedang membicarakannya termasuk terakhir dari New York dan sebagainya karena di Elsevier sudah terbit jurnal Pubmed, itu isinya adalah Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy atau vaksin Nusantara, the beginning of the end, cancer and Covid-19. Dunia sepakat punya hipotesis bahwa yang akan menyelesaikan hal ini termasuk Covid-19 adalah Dendritic Cell vaksin Immunotherapy atau Vaksin Nusantara. Tadi kita bisa melihat apa yang sudah dipaparkan oleh narasumber, dokter Joni, begitu gamblang. Bagaimana perbedaan antara konvensional vaksin, dengan vaksin yang berbasis Dendritic Cell atau yang kita sebut intervensional dan sebagainya.

CEK FAKTA Terawan Jadi Penyelamat Dunia Karena Vaksin Nusatara Disetujui. (Turnbackhoax.id)
CEK FAKTA Terawan Jadi Penyelamat Dunia Karena Vaksin Nusatara Disetujui. (Turnbackhoax.id)

Lantas benarkah klaim tersebut?

PENJELASAN

baca juga

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan media Suara.com, narasi vaksin Nusantara telah disetujui dunia dan Terawan menjadi penyelamat adalah salah.

Faktanya, tidak ada sumber yang kredibel bahwa dunia sudah menyetujui Vaksin Nusantara. Kemudian, jurnal yang dijadikan landasan pengembangan vaksin Nusantara tersebut baru berupa hipotesa.

Jurnal tersebut berisikan hipotesa terhadap kemungkinan terdapat efektivitas melawan virus corona. Artinya, jurnal sama sekali tidak melaporkan hasil penelitian.

Sementara itu, peneliti vaksin sekaligur doktor di bidang Biokimia dan Biologi Molekuler di Universitas Adelaide Australia, dr. Ines Atmosukarto menjelaskan bahwa jurnal yang sudah dipublikasi bukan berarti valid sepenuhnya.

Ines menegaskan itu tidak bisa dijadikan alasan suatu jurnal terpublikasi sebagai validasi mutlak. Ia juga menyatakan bahwa jurnal yang dijadikan acuan pengembangan vaksin Nusantara tersebut bukan jurnal acuan untuk pelaporan penelitian vaksin.

"Jadi sifatnya spekulatif tidak didukung pembuktian," tegas dr. Ines dalam keterangannya.

Dilansir dari Klikdokter.com, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan Dendrintic Cell Vaccine sendiri dimanfaatkan untuk memicu respons imun terhadap sel kanker. Sel ini memiliki tugas terhadap respons imun adaptif dan berperan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Terkait efektivitasnya untuk penanganan Covid-19 belum bisa dipastikan. Sejauh ini, baru sekedar hipotesa kemungkinan Dendrintic Cell Vaccine dapat menyembuhkan pasien terinfeksi virus corona.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, maka narasi yang menyebutkan jika vaksin Nusantara telah disetuji dunia dan Terawan menjadi penyelamat adalah hoaks.

Narasi itu masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau misleading content.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update COVID-19 Jakarta Kamis 22 Juli: Positif 7.058, Sembuh 10.624, Meninggal 173

Update COVID-19 Jakarta Kamis 22 Juli: Positif 7.058, Sembuh 10.624, Meninggal 173

Jakarta | Kamis, 22 Juli 2021 | 20:52 WIB

dr Tirta Bongkar Alasan Deddy Corbuzier Tak Pernah Kena Corona: Covid-19 Mana Suka, Pahit

dr Tirta Bongkar Alasan Deddy Corbuzier Tak Pernah Kena Corona: Covid-19 Mana Suka, Pahit

Jogja | Kamis, 22 Juli 2021 | 20:48 WIB

5 Fakta Vaksin Covid-19 Moderna

5 Fakta Vaksin Covid-19 Moderna

News | Kamis, 22 Juli 2021 | 20:41 WIB

Usulan Baru, PSI Minta Anies Berikan Warga Duit Rp150 Ribu Setelah Divaksin Covid

Usulan Baru, PSI Minta Anies Berikan Warga Duit Rp150 Ribu Setelah Divaksin Covid

News | Kamis, 22 Juli 2021 | 20:40 WIB

Hits: PMI Dituding Patok Harga Plasma Konvalesen hingga WHO Soal Gelombang Baru Covid-19

Hits: PMI Dituding Patok Harga Plasma Konvalesen hingga WHO Soal Gelombang Baru Covid-19

Health | Kamis, 22 Juli 2021 | 20:40 WIB

4 Tips Merawat Diri Sendiri Saat Menjalani Isolasi Mandiri Covid-19

4 Tips Merawat Diri Sendiri Saat Menjalani Isolasi Mandiri Covid-19

Health | Kamis, 22 Juli 2021 | 20:37 WIB

Terkini

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

×