alexametrics

Penembak Jitu Iran Sabet Medali Emas, Atlet Korea: Teroris

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Penembak Jitu Iran Sabet Medali Emas, Atlet Korea: Teroris
Ilustrasi terorisme. [Shutterstock]

Penembak jitu Iran yang dimaksud atlet Korea ini adalah Javad Foroughi.

Suara.com - Penembak jitu Korea Selatan, Jin Jong Oh mengkritik Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan menyebut penembak jitu Iran sebagai teroris.

Menyadur Guardian Minggu (01/08), Jin Jong Oh mempertanyakan IOC mengapa anggota Korps Pengawal Revolusi Islam Iran diizinkan ikut pertandingan.

“Bagaimana seorang teroris dapat memenangkan tempat pertama? Itu hal yang paling absurd dan konyol.”

Kritik Jin Jong Oh mengacu pada keanggotaan atlet Iran itu dalam milisi IRGC yang dicap sebagai organisasi teroris oleh AS tahun 2019.

Baca Juga: Atlet Ketahuan Mabuk-mabukan di Olimpiade Tokyo, Panpel Ambil Tindakan Tegas

Dalam komentar yang dilaporkan oleh Korea Times, peraih enam kali medali Olimpiade itu menambahkan prestasi lawannya sebagai “omong kosong belaka”.

Javad Foroughi, atlet Iran yang disebut teroris oleh penembak Korea Selatan, Jin Jong-oh. (Tauseef MUSTAFA / AFP)
Javad Foroughi, atlet Iran yang disebut teroris oleh penembak Korea Selatan, Jin Jong-oh. (Tauseef MUSTAFA / AFP)

Atlet Iran yang dimaksud Jin Jong Oh adalah Javad Foroughi yang memenangkan medali emas dalam cabang pistol udara 10 meter.

Kelompok kampanye United for Navid juga mendesak komisi etik IOC untuk melakukan penyelidikan. Ia memperingatkan IOC terlibat dalam terorisme dan kejahatan terhadap kemanusiaan jika gagal bertindak.

"Kami menganggap pemberian medali emas Olimpiade kepada penembak jitu Iran Javad Foroughi tidak hanya menjadi bencana bagi olahraga Iran tapi juga bagi komunitas internasional dan terutama reputasi IOC."

"Foroughi yang berusia 41 tahun adalah anggota organisasi teroris saat ini dan sudah lama," katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Fakta Anthony Ginting di Olimpiade Tokyo, Impresif di Awal hingga Gagal ke Final

Sementara itu Foroughi mengatakan dirinya bertugas di Suriah sebagai perawat antara 2013 dan 2015. Ia memberikan penghormatan militer di podium.

Media Iran memuji penampilannya dan menyebut medali emas itu tak terduga karena dimenangkan oleh seorang perawat Pengawal.

Komentar