alexametrics

Meluas ke Luar Jawa-Bali, Satgas Minta Daerah-daerah Ini Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Meluas ke Luar Jawa-Bali, Satgas Minta Daerah-daerah Ini Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19
Meluas ke Luar Jawa-Bali, Satgas Minta Daerah-daerah Ini Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19. Wiku Adisasmito [BNPB]

"Harus waspada, karena masih mengalami kenaikan kasus positif 3 minggu berturut-turut, provinsi tersebut didominasi dari Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi."

Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mewanti-wanti daerah di luar Pulau Jawa dan Bali untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan lonjakan pandemi mulai terlihat di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, saat Jawa dan Bali perlahan mereda.

"Harus waspada, karena masih mengalami kenaikan kasus positif 3 minggu berturut-turut, provinsi tersebut didominasi dari Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Selasa (3/8/2021).

Wiku memaparkan hampir semua provinsi di Pulau Sumatera kecuali Kepulauan Riau masih menunjukkan kenaikan selama 3 minggu terakhir.

Baca Juga: Satgas: Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Turun, Kecuali Yogyakarta

Sedangkan di Kalimantan, seluruh provinsinya juga masih menunjukkan kenaikan kasus 3 minggu berturut, kecuali Kalimantan Barat yang sempat menurun

"Di Sulawesi seluruh provinsi juga menunjukkan kenaikan selama 3 minggu, kecuali Sulawesi Tenggara dan Gorontalo," ucapnya.

Wiku menyebut kenaikan kasus ini terjadi karena pemerintah daerah dan masyarakatnya lengah dan menganggap daerahnya baik-baik saja karena tidak menerapkan PPKM Level 4.

"Mohon kepada seluruh pemda dan masyarakat dari provinsi tersebut untuk segera melakukan persiapan menghadapi kenaikan kasus," tegasnya.

Diketahui, pandemi COVID-19 telah menginfeksi 3.496.700 orang Indonesia, kini masih terdapat 524.142 kasus aktif, 2.873.669 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 98.889 jiwa meninggal dunia.

Baca Juga: Efek Dahsyat Penerapan PPKM, Indeks PMI Manufaktur RI Anjlok ke Level 40,1

Komentar